frontpage hit counter

Pemudi ‘Jaman Now’, Smartphone untuk Ngaji

Mahasiswi Universitas Pakuan Bogor ini mengaku membaca al-Qur'an berbasis digital itu secara berkelanjutan sampai tamat.

Pemudi ‘Jaman Now’, Smartphone untuk Ngaji
muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Viltia tengah membaca ayat-ayat suci lewat aplikasi al-Qur'an digital di atas KRL.

Terkait

DI era millenia saat ini, nyaris siapa saja begitu akrab dengan smartphone. Termasuk di kalangan pemuda-pemudi.

“Ponsel pintar”, demikian istilah yang disematkan bagi telepon genggam jaman now (era sekarang), seakan sudah menjadi pendamping setia bagi mereka.

Selain untuk berkomunikasi, smartphone juga kerap dipakai untuk aktivitas lainnya, bahkan beribadah. Begitulah yang biasa dilakoni ‘pemudi jaman now‘ satu ini.

Malam itu, awak hidayatullah.com mendapati Muslimah tersebut tampak asyik memanfaatkan smartphone berbasis Androidnya untuk mengaji saat menumpang Commuter Line relasi Jakarta – Bogor.

Lihat juga: Di Hutan tetap Ber-Qur’an

[Foto: Abdus Syakur/hidayatullah.com]

Di atas kereta rangkaian listrik (KRL) yang padat penumpang itu, gadis tersebut tampak enjoy membaca ayat demi ayat al-Qur’an.

Dalam pantauan media ini, saat itu ia membaca juz ke-27 pada Surat Ar-Rahman yang diiringi teks terjemahan bahasa Indonesia.

Rupanya, Viltia, demikian nama gadis yang mengaku berusia 19 tahun itu, memang punya kebiasaan mengaji lewat aplikasi digital di smartphone-nya. Bahkan ia mengaku tiap hari begitu.

Viltia mengaku, ia membaca al-Qur’an berbasis digital itu secara berkelanjutan sampai tamat.

Lihat juga: Sambil Mengaji Kereta Kunanti

[Foto: Abdus Syakur/hidayatullah.com]

Sebulan berapa kali khatam?

“Tiap hari sih bacanya. Sehari 1 juz,” jawab Muslimah berjilbab yang mengaku kuliah di Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat ini, di sela-sela perjalanan pulangnya dari kampus Universitas Indonesia (UI) Depok bersama teman-teman mahasiswanya yang turun di stasiun terpisah, Rabu malam (22/11/2017).

Lihat juga: “Keren, TNI AL Mengaji di KRL”

[Foto: Abdus Syakur/hidayatullah.com]

Mahasiswa jurusan Jepang ini mengaku, ia mengaji demikian antara lain demi memanfaatkan waktu kosong selama perjalanannya menuju Stasiun Cilebut, Bogor, dekat kediamannya.

Selain itu, juga agar ia bisa menghafal al-Qur’an.

“Biar hafal, (dan) biar waktu luangnya enggak kebuang sia-sia,” ujar mahasiswa semester 3 jurusan bahasa dan sastra Jepang ini kepada hidayatullah.com. Perlahan KRL mulai agak renggang setelah sebagian besar penumpang turun di Stasiun Depok.

Viltia pun mengaku saat ini baru hafal al-Qur’an juz 30.

Lihat juga: “Enjoy” dengan Qur’an

[Foto: Abdus Syakur/hidayatullah.com]

Lewat media ini, ia pun menitip pesan kepada para pembaca, khususnya para pemuda-pemudi jaman now, agar lebih dekat dengan al-Qur’an.

“Lebih banyak ngaji meskipun sibuk. Ngaji isi waktu luang,” pesannya singkat, padat, dan jelas lantas diiringi senyuman dengan paras tampak agak keki diwawancarai.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !