Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Lensa

Lika-liku Dai di Mahulu

Taufiq untuk hidayatullah.com
Pegiat dakwah di Kabupaten Mahakam Ulu. Setiap hari harus melalui jalanan yang rusak parah/Hidayatullah.com
Bagikan:

SEORANG pengendara sepeda motor dibantu dua orang pria berupaya melewati kubangan air di salah satu ruas sebuah jalan raya yang rusak.

Sang pengendara adalah salah satu dai yang bertugas di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur.

Edy Harianto (36 tahun), pengendara lainnya yang berbadan subur, tampak berjibaku melintasi jalanan yang sama pada ruas berbeda.

“(Itu) di Kampung Long Melaham, Kabupaten Mahakam Ulu. Ini jalan menuju RSUD Mahulu. Motor Honda Blade (itu) dari BMH Balikpapan,” terang Edy kepada hidayatullah.com, Senin (03/10/2016), melalui obrolan jarak jauh. Gambar ini diambil beberapa waktu lalu.

Edy Harianto. [Dok. Taufiq]

Edy Harianto. [Dok. Taufiq]

Ia mengaku biasa melintasi rute tersebut. “Seminggu bisa dua kali, kalau ada perlu ke Ujoh Bilang,” ujarnya menyebut nama Ibu Kota Kabupaten Mahulu.

Jika hujan, jalanan jadi becek. Tanah berlubang pun digenangi air. Jika jalanan mengering, tanah jadi mengeras, menyisakan lubang-lubang.

Saat jalanan mengering. [Dok. Taufiq]

Saat jalanan mengering. [Dok. Taufiq]

Sepeda motor bersimbah lumpur dan tanah jadi suatu kemutlakan di sini. Tapi tak perlu mencari pencucian khusus layaknya di perkotaan. Tinggal bawa saja ke sungai. [Baca juga: Setelah 11 Tahun, Muslimin Mahakam Ulu Baru Rasakan Daging Qurban]

Jalanan yang tidak kondusif tentu saja rentan menimbulkan kecelakaan. Dan itu biasa terjadi bagi para dai Hidayatullah Mahulu tersebut.

Terjatuh. [Dok. Taufiq]

Terjatuh. [Dok. Taufiq]

Tantangan lain hidup di pedalaman Mahulu adalah susahnya mendapatkan sinyal jaringan telepon seluler (HP).

M Taufiq, dai lainnya, misalnya, untuk dapat sinyal ia harus naik ke atas batu besar.

“Sinyal HP hanya ada di Ujoh Bilang, itu pun cuma 2G. Jadi kalau mau telepon di rumah kontrakan, teman-teman harus keluar kampung nyari titik-titik sinyal,” ungkap Edy.

Cari sinyal HP dan mencuci motor.Terjatuh. [Dok. Taufiq]

Cari sinyal HP dan mencuci motor.Terjatuh. [Dok. Taufiq]

Namun demikian, tentu banyak hal yang menggembirakan dalam berdakwah, termasuk yang satu ini.

“Sebulan yang lalu (jalan tersebut) sudah ditimbun tanah berbatu kecil/koral,” ungkap Edy. Alhamdulillah, semoga perjalanan dakwahnya semakin lancar!*

 

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Dzikir (Tak Mesti) Pagi

Dzikir (Tak Mesti) Pagi

Masjid yang Terimpit

Masjid yang Terimpit

‘Mending Main Sepeda daripada HP’

‘Mending Main Sepeda daripada HP’

Bertafakur dengan Kupu-kupu

Bertafakur dengan Kupu-kupu

Purnama Sya’ban Jelang Ramadhan

Purnama Sya’ban Jelang Ramadhan

Baca Juga

Berita Lainnya