Rabu, 24 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Lensa

Menikah Dahulu, Berakit Kemudian

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Suami-istri ini tampak harmonis bermain rakit di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (13/08/2016).
Bagikan:

BERAKIT-rakit kita ke hulu, bersenang-senang kemudian.

Bersakit-sakit kita dahulu, bersenang-senang kemudian.

(Pepatah)

Betapa indahnya hari-hari yang dilewati sepasang suami-istri. Kebahagiaan ini lumrah dirasakan oleh para pengantin baru –bahkan yang tidak lagi baru. Seperti sepasang kekasih halal dalam momen ini.

Keduanya menikah di penghujung tahun 2015. Baru beberapa bulan, dan keharmonisan rumah tangga itu –setidaknya- tercermin di atas rakit kayu bertitian tali ini.

Momen pada Sabtu pagi, 10 Dzulqa’dah 1437 H (13/06/2016) di Resto dan Pemancingan Mang Ajo, Karawang, Jawa Barat, ini tampaknya membuktikan sebuah ungkapan:

Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan.” Demikian judul salah satu buku karangan ustadz muda Salim A Fillah (Pro-U Media, 2013). [Baca juga: Rahasia Ilmiah Mengapa Pacaran Dilarang Dalam Islam]

Pada kenyataannya, ungkapan Salim tersebut sudah sangat terbukti, setidaknya tergambar dalam foto lainnya.

Pengantin baru di Balikpapan. [Foto: Syakur]

Pengantin baru di Balikpapan. [Foto: Syakur]

Sepasang pengantin baru tampak menikmati kehangatan pagi dengan mengayuh rakit bersama di sebuah danau kawasan Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Momen pada tahun 2013 lalu itu hingga saat ini sepertinya masih terlihat bikin senang.

Pastinya, pengamatan hidayatullah.com, keharmonisan para suami-istri ini bikin para lajang yang melihatnya tampak (semakin) kesengsem untuk turut “berpasangan yang halal”.

Menikahlah dahulu, bersenang kemudian…. [Baca juga: Menjemput Jodoh dengan Ta`āruf]*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Omran Daqneesh: Semua Mata Tertuju Padamu

Omran Daqneesh: Semua Mata Tertuju Padamu

Sudah Mengungsi, Masih Diuji Banjir dan Tanah Longsor

Sudah Mengungsi, Masih Diuji Banjir dan Tanah Longsor

Gotong Royong Menyambut Tamu Agung

Gotong Royong Menyambut Tamu Agung

“Kalau Saya Kerja di Rumah, Siapa yang Bersihin Jalan?”

“Kalau Saya Kerja di Rumah, Siapa yang Bersihin Jalan?”

Tentara Israel Melecehkan Muslimah Kita

Tentara Israel Melecehkan Muslimah Kita

Baca Juga

Berita Lainnya