Bertafakur dengan Kupu-kupu

Hewan ini merupakan salah satu bukti konkret sebuah mujahadah “sakit dahulu, senang kemudian”.

Bertafakur dengan Kupu-kupu
imam nawawi/hidayatullah.com
Kupu-kupu ini mendatangi halaman rumah seorang guru mengaji di Merauke, Papua.

Terkait

SIAPA yang tak suka melihat kupu-kupu? Selain indah dipandang, hewan jenis insekta (serangga) ini juga memberikan inspirasi kehidupan dan perjuangan.

Berawal dari bentuk telur, kemudian menjadi ulat (kepompong) hingga akhirnya hidup bebas dengan sayap yang menawan.

Kupu-kupu merupakan salah satu bukti konkret sebuah mujahadah, sebagaimana peribahasa “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudian”.

Dalam gambar ini, seekor kupu-kupu mendatangi halaman rumah seorang guru mengaji di daerah Muting, Merauke, Papua (11/05/2016).

[Foto: Imam Nawawi]

[Foto: Imam Nawawi]

Saat dibidik hidayatullah.com, ia tampak menyedot saripati bunga yang dihinggapinya, seolah tak menghiraukan kedatangan kamera cukup dekat dengannya.

Subhanallah, Maha Suci Allah! Sungguh kupu-kupu adalah ayat-ayat-Nya yang nyata.*

Rep: Imam Nawawi

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !