Selasa, 2 Maret 2021 / 18 Rajab 1442 H

Lensa

Infaq Rupiah di Bandara Dubai

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Ada rupiah di antara mata uang asing.
Bagikan:

LIHAT gambar dengan cermat! Ini adalah uang-uang infaq di kotak amal di salah satu mushalla Bandar Udara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).

Bandara ini memang menjadi tujuan maupun persinggahan penerbangan begitu banyak negara.

Orang-orang berbagai warna kulit dan ras begitu mudah dijumpai di sini, termasuk yang singgah shalat di mushalla tersebut, seperti dijepret hidayatullah.com sekitar awal Maret lalu.

Wajar rasanya, jika kotak infaq berbentuk tabung kaca berlogo Beit Al Khair Society itu diisi mata uang berbagai negara, seperti dirham dan dolar.

[Foto: Syakur]

[Foto: Syakur]

Di antara tumpukan itu, terhimpit selembar pecahan Rp 50 ribu. Nasib kertas berharga itu seakan menggambarkan kondisi mata uang rupiah yang belum membaik.

Di pasar spot, lapor portal bisnis kontan.co.id, Jumat (18/03/2016), nilai tukar rupiah tergerus 0,32% ke level Rp 13.117 per dollar AS dibanding sehari sebelumnya.

Dalam sepekan ini, rupiah melemah 0,32%. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah 0,89% ke level Rp 13.049 dan terkikis 0,29% dalam sepekan terakhir.

Namun, bagaimanapun, sebagai bagian dari instrumen beribadah, uang infaq itu, jika pemberinya ikhlas, tetaplah bernilai tinggi di sisi Sang Maha Kaya, Allah Subhanahu Wata’ala.

Suasana shalat berjamaah di salah satu mushalla Bandara Internasional Dubai. [Foto: Syakur]

Suasana shalat berjamaah di salah satu mushalla Bandara Internasional Dubai. [Foto: Syakur]

Dalam bahasa Arab dan Inggris, pada tabung infaq itu tertulis “dari UAE untuk UAE”. Maksudnya mungkin sumbangan itu didonasikan untuk kegiatan kemasyarakatan setempat. Pecahan rupiah tersebut seakan-akan telah “turut menyumbang” untuk negeri kaya raya itu.*

Rep: SKR
Editor: Muh. Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

‘Bhinneka Tunggal Ika’

‘Bhinneka Tunggal Ika’

Bayi Bermata Satu Lahir di Papua

Bayi Bermata Satu Lahir di Papua

Sebelum Berpisah dengan Ka’bah…

Sebelum Berpisah dengan Ka’bah…

Gotong Royong Menyambut Tamu Agung

Gotong Royong Menyambut Tamu Agung

Non-Muslim Masuk Islam di Surakarta

Non-Muslim Masuk Islam di Surakarta

Baca Juga

Berita Lainnya