Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Lensa

“Palu Arit” di Logo Ultah PDI-P

Fuji EP/republika.co.id diedit hidayatullah.com
Logo HUT PDI-P ke-43 pada baliho di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Bagikan:

HARI Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) seakan dihadiahi “kado pahit”. Bukan apa-apa. Baru-baru ini masyarakat dihebohkan oleh sebuah logo.

Ya! Logo HUT ke-43 PDI-P pada banyak spanduk dan baliho ucapannya memicu kontroversi dan multitafsir. Angka 43 itu didesain mirip palu dan arit alias menyerupai simbol Partai Komunis Indonesia (PKI).

Demikian ditemukan di sejumlah titik strategis Kota Magelang, Jawa Tengah, dan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Angka 43 pada logo mirip palu dan arit itu dinilai sensitif bagi masyarakat. Sebab, masih melekat dalam ingatan publik Indonesia akan kekejaman PKI tahun 1965 silam.

Pengamatan hidayatullah.com, bentuk mirip palu dan arit itu terlihat cukup jelas terutama pada angka 4. Bagian bawah angka berwarna hitam itu membentuk seperti palu terbaring, sedangkan bagian atasnya seperti arit terhunus.

“Palu-Arit” tersebut di sisi lain merupakan gambar banteng hitam bermoncong putih dan bermata merah. Banteng moncong putih merupakan lambang PDI-P.

“Unsur gambar palu dan arit sangat kuat. Ini sangat sensitif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, maka kami copot,” ujar Kepala Satpol PP Magelang, Retno Rini S, Senin (25/01/2016) malam dikutip kompas.com.

Petugas Satpol PP menunjukan spanduk ultah ke-43 PDI-P di Magelang. [Foto: Magelang Ekspres]

Petugas Satpol PP menunjukan spanduk ultah ke-43 PDI-P di Magelang. [Foto: Magelang Ekspres]

Petugas Satpol PP yang menemukan sejumlah spanduk itu lantas menurunkannya.

Menurut Kasi Operasional Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Magelang, Otros Trianto, informasi adanya gambar itu didapat dari petugas Kodim 0705/Magelang.

Sementara di Tasikmalaya, pengurus PDIP setempat terpaksa mencabut sejumlah baliho yang memuat logo sejenis.

Murni Seni?

DPC PDI-P Magelang menyatakan, angka mirip palu dan arit tersebut merupakan unsur kesenian dan kreativitas. Pihak partai pun, tulis jogja.tribunnews.com, meminta maaf jika simbol tersebut identik dengan simbol PKI.

“Kami tidak ada maksud dan unsur apapun terkait dengan simbol tersebut. Ini hanya kreativitas semata dan didesain saja, bukan apa-apa,” kata Wakil Ketua DPC PDI-P Magelang, Stin Sahyutri Soekisno, Selasa (26/01/2016).

Senada, Ketua F-PDIP di DPRD Tasikmalaya, Dodo Rosada, membantah jika tulisan angka 43 pada baliho HUT PDIP bermaksud mempunyai makna implikasi kepada PKI.

Baliho HUT PDI-P ke-43 di Tasikmalaya yang memuat logo mirip simbol PKI. [Foto: Fuji EP]

Baliho HUT PDI-P ke-43 di Tasikmalaya yang memuat logo mirip simbol PKI. [Foto: Fuji EP]

“Terkait angka 43 ini seolah-olah menjurus kepada organisasi terlarang, itu sama sekali tidak benar,” kata Dodo usai meninjau baliho yang terpasang pada papan iklan di Jalan KHZ Mustofa, Tasikmalaya, Senin (25/01/2016) sore dikutip republika.co.id.*

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Di Penghujung Malam…

Di Penghujung Malam…

Al-Qur’an dan Petugas Kebersihan

Al-Qur’an dan Petugas Kebersihan

Berhijrah dengan Menghapus Rajah

Berhijrah dengan Menghapus Rajah

Menjaga Warung, “Menjaga Agama”

Menjaga Warung, “Menjaga Agama”

Hujan Bukan Halangan

Hujan Bukan Halangan

Baca Juga

Berita Lainnya