Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Lensa

Dzikir (Tak Mesti) Pagi

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Pagi adalah waktu istimewa. Simbol kegairahan, kesegaran, dan semangat.
Bagikan:

“…SUBHANALLAH alhamdulillah

Wa laa ilaaha illallah 

Dzikir pagiku menjelang hari

Sambutlah bahagia seindah semesta

Dzikir pagiku iringi langkahku

Moga awal yang indah

Untuk hari yang penuh berkah…”*

Berdzikir memang tak sebatas di pagi hari, tak dikungkungi berbagai dimensi. Tapi pagi, adalah saat dimulainya hari. Saat manusia dan makhluk-makhluk lainnya mulai berpacu mengais rezeki.

Pagi adalah waktu istimewa. Simbol kegairahan, kesegaran, dan semangat. Sampai-sampai, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdoa, “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi hari….” (HR Abu Dawud 2239). [Baca: 4 Sebab Imam As Syafi’i Awalkan Sarapan]

Tampak mentari pagi mulai menyinari di balik kubah sebuah masjid di pertigaan Kalibata-Dewi Sartika, Jakarta Timur, Rabu (07/10/2015).

Gambar diambil hidayatullah.com dari Jl Raya Kalibata, sekitar pukul 06.13 WIB. Saat itu sebagian besar jalan raya di Ibukota mulai disesaki kendaraan.

 

[Foto: Syakur]

[Foto: Syakur]

Lebih baik bermacet-macet ria daripada tidur pagi. Begitu, bukan?!*

*(Potongan nasyid Dzikir Pagi milik Edcoustic)

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Beribadah Sebelum Bersekolah

Beribadah Sebelum Bersekolah

Mendekatkan Anak dengan Ibadah dan Dakwah

Mendekatkan Anak dengan Ibadah dan Dakwah

Wasiat Sultan Muhammad Al-Fatih terkait Pewakafan Masjid Fatih, Istanbul

Wasiat Sultan Muhammad Al-Fatih terkait Pewakafan Masjid Fatih, Istanbul

Relawan Menjaga Kewajiban

Relawan Menjaga Kewajiban

Semangat Tukang Sampah

Semangat Tukang Sampah

Baca Juga

Berita Lainnya