Rabu, 20 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Konsultasi Syariah

Perbedaan Tahajud dan Qiyamul lail

Bagikan:

Assalamu’alaikum Warahmatullah. Ustad, saya masih bingung perbedaan antara Shalat Tahajud dan Qiyamul Lail, apa bedanya? Susilowati | Banyuwangi

 

Hidayatullah.com | BANYAK  persoalan terkait dengan perbedaan antara tahajud dan qiyamul lail yang sering menjadikan orang bingung. Begitu juga dengan waktu permulaan bagi keduanya.

Qiyamul lail adalah setiap shalat sunah yang dilakukan pada waktu malam. Sedangkan tahajud, setiap shalat sunah yang dilakukan selepas tidur pada waktu malam.

Oleh itu setiap shalat tahajud adalah qiyamul lail dan tidak semestinya shalat qiyamul lail itu mesti shalat tahajud.

Dalam tafsirnya, Imam al-Qurthubi mengatakan, tahajud adalah bangun setelah tidur (haajid), kemudian menjadi nama shalat karena seseorang bangun untuk mengerjakan shalat, maka tahajud adalah mendirikan shalat usai tidur.

Dalilnya adalah hadis yang diucapkan oleh seorang sahabat Nabi ﷺ yaitu Hajjaj bin Amru ra beliau berkata:

بحسب أحدكم إذا قام من الليل يصلي حتى يصبح : أنه قد تهجد؟ إنما التهجد المرء يصلي الصلاة بعد رقدة ثم الصلاة بعد رسول الله وتلك كانت تلك صلاة رسول الله

“Apakah salah seorang di antara kalian mengira apabila ia mendirikan shalat di malam hari sampai subuh bahwa ia telah bertahajud? Tahajud itu adalah shalat setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur. Demikian itulah shalatnya Rasulullah ﷺ .” (HR. Thabrani no. 8670)

Daripada Hajjaj bin Amru ra beliau berkata:

كان رسول الله يتهجد بعد نومه

“Rasulullah ﷺ shalat tahajjud selepas tidur.” (HR: Ibnu Abi Khaisamah – hasan).

Ulama Syafi’I dan Maliki memberi definasi shalat tahajjud:

“Shalat sunah pada waktu malam selepas tidur.”

Permulaan waktu shalat Qiyamul Lail

Ulama telah berselisih pendapat pada masalah ini kepada dua pendapat. Pendapat pertama: shalat qiyamul lail adalah shalat sunah yang dilakukan selepas shalat Isya. Ini adalah pendapat Mazhab Hanafi dan sebagian ulama Syafi’i.

Pendapat kedua: Tidak disyaratkan shalat qiyamul lail itu dilakukan selepas Isya’. Waktu shalat qiyamul lail bermula apabila masuk waktu Magrib.

Imam Bahuti berkata: “Disunahkan Qiyamul lail. Waktunya bermula dari waktu Magrib sehingga waktu Subuh.”

Qiyam berasal dari bahasa Arab yang artinya bangkit dari duduk. Sementara al-Lail artinya adalah malam, dihitung semenjak matahari terbenam sampai terbitnya fajar shadiq. (dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 34/117).

Dalam istilah para ulama fikih, qiyamul lail didefinisikan dengan menghabiskan waktu malam meskipun hanya satu jam dengan aktivitas ibadah berupa shalat dan selainnya, tanpa ada syarat terus-menerus sepanjang malam. (Mu’jamul Mushthalahat wal Alfadz al-Fiqhiyyah, Mahmud Abdurrahman Abdul Mun’im, 3/130).

Makna qiyamul lail adalah menyibukkan diri di sebagian besar waktu malam dengan aktivitas ketaatan—ada yang mengatakan cukup satu jam—seperti membaca al-Quran, menyimak hadits, bertasbih, atau shalawat. (Maraqil Falah bi Hasyiyah ath-Thahawi, 219. Ibnu Abidin, 1/460, 461).

Permulaan Waktu Tahajud

Ada dua pendapat mengenai perkara ini seperti berikut:

Pertama: Mazhab Syafi’i

Imam Syarwani berkata: Tahajud menurut istilah ulama Syafi’i adalah shalat sunah yang dilakukan selepas shalat Isya sekalipun sebelum masuk waktu Isya bagi yang melakukan jamak takdim dan hendaklah dilakukan selepas tidur. Tidak masakah apa jenis shalat sunah selama shalat sunah rawatib atau shalat-shalat sunah yang lain.

Kedua: Mazhab Hanafi

Mazhab Hanafi mensyaratkan untuk dihitung shalat tahajjud hendaklah dilakukan selepas masuknya waktu Isya dan dilakukan selepas tidur.

Waktu Qiyam dan Tahajud Rasulullah ﷺ

Aisyah ra telah menjawab persoalan tentang shalat malam Rasulullah ﷺ:

كان ينام أوله ويقوم آخره فيصلي ثم يرجع إلى فراشه فإذا أذن المؤذن وثب فإن كان به حاجة اغتسل وإلا توضأ

“Nabi tidur di awal malam kemudian bangun di akhir malam dan melakukan shalat malam. Kemudian beliau akan berjima’ dengan istrinya jika beliau mau sebelum beliau kembali tidur. Ketika adzan berkumandang, beliau akan bangun dan mandi junub jika beliau telah melakukan jima’ dan hanya berwudhu jika dia tidak berjima’.” (HR: Bukhari dan Muslim)

Waktu Berakhirnya QIYAMUL LAIL

Kebanyakan ulama yang terdiri dari Mazhab Syafi’i, Maliki, Hanafi dan Hambali mengatakan habisnya masa qiyamul lail dan tahajjud adalah bila masuk waktu Subuh.

Aisyah ra telah berkata:

كان رسول الله صلى الله يصلي من الليل حتى يكون آخر صلاته الوتر

”Rasulullah ﷺ shalat pada waktu malam yang diakhiri dengan shalat witir.” (HR:  Muslim – sahih)

Ini menunjukkan shalat Rasulullah ﷺ berakhir sebelum masuk waktu Subuh.

Pesanan Penting

Hendaklan setiap muslim yang telah qiyamul lail dan tahajjud pada bulan Ramadhan meneruskan amalan mereka selepas Ramadhan. Janganlah kita merobohkan binaan amalan yang telah dibina di bulan Ramadhan.

Nabi ﷺ bersabda:

يا عبد الله لا تكن مثل فلان كان يقوم الليل ثر ترك قيام الليل

“Wahai Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti Si Fulan, dahulu dia melakukan qiyamul lail. Kemudian dia meninggalkannya.” (HR: Bukhari dan Muslim).* (Rujukan: Mawaqit Ibadah Zamaniah wal Makaniah oleh Dr Nizar Mahmud dan Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Asqalani

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Hukum Mengkonsumsi dan Bisnis Tokek

Hukum Mengkonsumsi dan Bisnis Tokek

Anak Hasil Zina, Siapa Nasabnya?

Anak Hasil Zina, Siapa Nasabnya?

Status Darah Keguguran

Status Darah Keguguran

Ustad, Ane Ingin Keluar dari GAY

Ustad, Ane Ingin Keluar dari GAY

Zakat Perusahaan, Bagaimana Menghitungnya?

Zakat Perusahaan, Bagaimana Menghitungnya?

Baca Juga

Berita Lainnya