Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Keluarga Sakinah

Ibu yang kubenci

Bagikan:

Assalamu’alaikum

Ibu saya sangat2 mengecewakan.. Saya sangat tertekan menghadapi hidup ini, karenanya.. Intinya keburukan ibu saya baru terkuak beberapa waktu ini, walaupun sebelumnya saya sudah menyadari ada yg tidak beres dengannya, tetapi saya selalu tidak ambil pusing.. Ibu saya memiliki banyak sekali hutang dengan banyak pihak. Sangat memalukan, sampai ayah saya menjual harta bendanya hampir setengah milyar untuk melunasinya. Dan sekarang tenyata masih ada hutang-hutang lainnya yang jika ditotal hampir mencapai 200 juta, itu kata ayah saya. Tapi wujud apapun tidak pernah terlihat dari uang-uang yg dihabiskannya. Harta benda, emas, tas-tasan barang mahal lainnya di rumah telah habis dijual ibu saya. Sayapun bingung, kemana uang tersebut musnah dan untuk apa semua itu? Selain itu ibu saya adalah wanita yang suka menyeleweng. Entah bagaimana tepatnya, tetapi saya pernah beberapa kali mendengar percakapan di hp, serta membaca sms2 dari pria lain. Baru akhir-akhir ini ketahuan oleh ayah saya. Dan hal yg paling membuat saya membencinya adalah cerita dari ayah tentang kejadian beberapa tahun lalu ketika ayah saya keracunan ramuan jamu . Ternyata itu adalah usaha ibu saya untuk membunuh ayah saya yang akhirnya gagal. ibu saya sendiri menceritakannya kepada temannya, dan temannya mengaku kepada ayah saya.

Sungguh saya merasa ibu saya sebagai seorang yang sangat hina.
Tolong saya, bagaimana saya harus berbuat. Saya sangat membencinya, namun saya tidak pernah bisa menyatakan dan menanyakan hal-hal tersebut kepada ibu saya. Saya hanya bisa mendengar cerita ayah saya, dan saya sangat sedih namun nggak tahu mesti bagaimana?

Wassalam:

Hnfhwt

Jawaban Pengasuh:

Mbak Hnfwt yang dirahmati Allah

Saya bisa memahami jika anda merasa sedih sekaligus kecewa memiliki seorang ibu yang akhlaq yang buruk. Tentu anda tidak pernah berharap dilahirkan oleh seorang ibu yang berperangai buruk. Tetapi kehendak Allah tidak ada yang bisa menolaknya. Anda telah ditaqdirkan lahir dari rahim ibu anda, dan tubuh dengan darah serta air susunya. Keadaan yang memang diluar kemampuan anda terimalah sebagai sebuah ketentuan Allah subhanahu wa ta’ala. Anda ikhlas dan ridha dengan keadaan tersebut. Ini sikap pertama yang harus anda miliki. Sikap tersebut tidak berarti anda menyetujui keburukan-keburukan yang dilakukan oleh ibu anda.

Selanjutnya, sebagai seorang anak yang dikandung, dilahirkan disusui serta dibesarkan oleh orang tua anda; maka anda memiliki kewajiban untuk bersikap dan berlaku yang baik kepada mereka. Walaupun ada diantara sikap dan perilakunya yang bertentangan dengan agama. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah didalam firman-Nya:

???????????? ??????????? ????????????? ?????????? ??????? ??????? ????? ?????? ??????????? ??? ????????? ???? ??????? ??? ??????????????? ??????? ?????????? ? ????:?? ?

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”. (QS. Luqman [31]: 14)
Tetapi apabila orang tua anda (ibu) memerintahkan atau menganjurkan kepada anda untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syari’at Islam, maka tidak ada kewajiban bagi anda untuk memenuhinya. Dan andapun tidak perlu meniru perbuatannya yang salah itu. Jika anda harus menolak, maka tolaklah dengan cara yang baik, sopan dan dengan penjelasan yang bisa diterima akal sehat.

????? ?????????? ???? ??? ???????? ??? ??? ?????? ???? ???? ?????? ????? ??????????? ?????????????? ??? ?????????? ?????????? ?????????? ??????? ???? ??????? ??????? ????? ??????? ???????????? ?????????????? ????? ??????? ??????????? ?????: ?? -???

”Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS. Luqman [31]: 15)

Bagaimana dengan perilakunya yang buruk, apakah anda harus membiarkannya? Tentu saja tidak. Sebagai seorang anak anda memiliki kewajiban untuk menyayangi dan menghormatinya. Adapun terhadap sikap dan perilakunya yang buruk, maka anda punya tanggungjawab untuk merubahnya. Bagaimana caranya?

Tumbuhkan sikap sayang serta rasa kasihan kepada ibu anda. Bantulah ia agar mampu merubah perilakunya yang negative tersebut. Binalah hubungan yang baik, kemudian berbicaralah dari hati ke hati tentang hal hal yang selama ini cukup mengusik perasaan anda. Katakan bahwa sebenarnya anda sangat menyayangi dan menghormatinya. Tetapi anda juga perlu berterus terang bahwa anda sangat bersedih dan tidak bisa menerima atas perilaku tidak terpuji yang dilakukannya. Sampaikanlah, harapan-harapan anda akan figure orang tua yang anda rindukan. Ajaklah ibu anda untuk menyadari kekeliruan-kekeliruannya, bertaubat kepada Allah serta merubah diri dengan sikap dan perilaku yang mulia. Jangan pernah lupa untuk selalu mendoakannya kepada Allah setiap kesempatan. Semoga Allah memberinya petunjuk ke jalan yang benar.

Wassalam:

Pengasuh

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Memberi Kelembutan dan Kasih Sayang pada Anak (1)

Memberi Kelembutan dan Kasih Sayang pada Anak (1)

Seberapa Banyak Waktu Kita Bersama Orangtua? (2)

Seberapa Banyak Waktu Kita Bersama Orangtua? (2)

Orang Lain dalam Kehidupan Suami Istri

Orang Lain dalam Kehidupan Suami Istri

Rumah Adalah Nikmat (2)

Rumah Adalah Nikmat (2)

Terjaganya Cinta, Kunci Hubungan Suami Istri

Terjaganya Cinta, Kunci Hubungan Suami Istri

Baca Juga

Berita Lainnya