Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Meminang Surga

Merindui Lailatul Qadar

Bagikan:

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

PAGI ini matahari masih bersinar seperti biasa. Langit bersaput mendung dan sinar matahari bakda syuruq terang menyilaukan. Ada harapan bahwa Lailatul Qadr belum terlewat untuk kita kejar di hari-hari yang akan datang.

Mari kita ingat sejenak sabda Nabi shallaLlahu alaihi wa sallam:

ليلة لقدر ليلة سمحة, طلقةو لا حارة, ولا باردة, تصبح الشمس صبيحتها ضعيفة حمراء

“Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi, Ibnu Khuzaimah dan Al-Bazzaar).

Inilah suasana pagi yang malamnya merupakan Lailatul Qadr. Matahari bersinar, cerah, tetapi sinarnya melemah kemerah-merahan. Sementara malamnya tidak panas, meskipun bertepatan dengan musim panas, dan tidak pula dingin menggigil meskipun di musim dingin.

Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam juga mengabarkan kepada kita tanda yang menguatkan:

صبيحة ليلة لقدر تطلع الشمس لا شعاع لها كأنها طست حتى ترتفع

“Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (HR. Muslim).

Inilah tanda-tanda yang tampak sesudah Lailatul Qadar berlalu. Maka ketika pagi ini kita belum mendapati tanda-tandanya, berarti ada harapan besar untuk meraihnya di hari-hari yang akan datang.

Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam bersabda:

تَحَرَّوْا وفي رواية : الْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ

“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Inilah malam yang penuh kemuliaan. Sangat beruntung mereka yang mendapatkan Lailatul Qadar. Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إَيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada ampunan, ada maaf. Seandainya kita mendapati Lailatul Qadar, mengenali tanda-tandanya, kita dianjurkan memperbanyak do’a untuk memohon permaafan dari Allah Ta’ala. Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam menasehatkan do’a:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah Engkau Maha Pemaaf dan mencintai orang yang meminta maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Kapan do’a ini kita baca? Di malam Lailatul Qadar. Tetapi baik juga dibaca di malam-malam yang lain.*

Mohammad Fauzil Adhim, penulis buku-buku parenting. Twitter: @kupinang

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mensyukuri Tiap Tetes Nikmat

Mensyukuri Tiap Tetes Nikmat

Merawat Amanah Cinta

Merawat Amanah Cinta

Sederhanalah Bicara Cinta

Sederhanalah Bicara Cinta

Berdusta tanpa Sadar

Berdusta tanpa Sadar

Mengharap Ampunan

Mengharap Ampunan

Baca Juga

Berita Lainnya