Dompet Dakwah Media

The Sense of Smell

Pelajaran berikutnya dari kisah nabi Yakub Alaihi Salam tersebut adalah adanya bau-bauan yang sangat khusus yang bisa menjadi sarana penyembuhan penyakit

The Sense of Smell

Terkait

Oleh: Muhaimin Iqbal

 

KADANG petunjuk itu begitu jelas tetapi kita gagal melihatnya, kadang sumber solusi itu begitu dekat tetapi kita gagal pula memanfatkannya. Jalan untuk menjadi ahli segala bidang, ahli yang menguasai inti setiap persoalan itu  juga begitu jelas – tetapi kebanyakan kita juga gagal mengetahuinya. Nah melalui tulisan pendek ini, saya ingin memberi summary dari contoh materi di Ramadhan Startup Academy yang kita buka FREE untuk umum – tema untuk Sabtu ini insyaAllah Qur’anic Inspiration and Idea Generation.

Kita semua tentu ingin benar-benar menjadi ahli di bidang kita masing-masing, ahli yang bukan hanya menguasi setiap inti persoalan di bidang kita tetapi juga menguasai setiap hikmahnya. Hikmah atau bahasa yang paling dekatnya adalah wisdom – is beyond knowledge.

Seorang ahli hukum menempuh kuliah di perguruan tinggi yang sama dan bergelar sama, yang satu bisa memutuskan perkara yang adil – maka dia memiliki hikmah di atas ilmunya. Seorang lagi malah memperjual belikan hukum – maka dia gagal memperoleh hikmah di atas ilmunya.

Bagaimana kita bisa menguasi ilmu dan inti persoalan sekaligus hikmahnya ini ? Petunjuknya ada di tiga ayat berikut:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Ulil-Albab).” (QS Ali Imron [3]:190)

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imron [3]:191)

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

“Allah menganugrahkan al hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah (para Ulil-Albab) yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS Al Baqarah [2]:269).

Jadi bagaimana cara menguasai ilmu sampai ke tingkat inti setiap persoalannya sekaligus juga hikmahnya ini? Dengan mengingat Allah sepanjang waktu baik lagi beraktifitas, lagi istirahat dan bahkan juga lagi tidur. Bersamaan dengan itu juga terus menerus memikirkan ciptaanNya – yaitu bidang yang ingin kita kuasai – sampai tingkat oh-nya-pun mengingatNya – “…Rabbana maa kholakta Hadza baathila…”.

Nah kita coba terapkan teori ini dengan contoh mengintegrasikan petunjukNya (mengingatNya) dengan memikirkan ciptaanNya, untuk memberi solusi banyak masalah yang belum terpecahkan. Contohnya adalah segala macam penyakit yang belum ketemu atau sulit disembuhkan hingga kini, penyakit-penyakit yang tidak lagi mempan dengan obat yang dimasukkan melalui mulut (saluran pencernaan), bahkan juga penyakit yang tidak sembuh dengan obat yang langsung dimasukkan melalui pembuluh darah (injeksi). Dengan apa penyakit-penyakit ini kiranya bisa disembuhkan?

Petunjuknya secara harfiah bener-bener di depan hidung kita, dan begitu jelas melalui petunjukNya di dua ayat berikut :

وَلَمَّا فَصَلَتِ الْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ لَوْلاَ أَن تُفَنِّدُونِ

“Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: “Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)”.”. (QS Yusuf [12]:94).

فَلَمَّا أَن جَاء الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَى وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيراً قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Yakub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Yakub: “Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya””. (QS Yusuf [12]:96)

Bukankah ini petunjuk yang sangat jelas, bahwa ada pengobatan lain yang tidak harus melalui mulut, tidak harus disuntikkan tetapi cukup dicium baunya melalui hidung kita ! Secara umum ini yang sekarang disebut aroma therapy. Tetapi pengobatan melalui penciuman ini masih amat sangat berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Untuk memahami cara kerja bagaimana bau-bauan bisa menjadi cara pengobatan kedepan secara ringkas dapat saya jelaskan sebagai berikut:

Ketika kita mencium bau sesuatu misalnya harumnya bunga mawar, bau harum ini pertama ditangkap oleh Mucus Membrane di ujung saluran udara dari lobang hidung kita. Ketika kita lagi pilek, membrane ini tertutup sehingga kadang kita tidak bisa mencium sesuatu.

Setelah melewati membrane ini molekul-molekul bau tersebut ditangkap oleh syaraf-syaraf olfactory yang jumlahnya bisa ratusan juta syaraf. Sepersekian detik sejak ditangkap oleh syaraf-syaraf olfactory tersebutlah bau-bauan yang kita cium tersebut langsung sampai ke Limbic System dari otak kita.

Di bagian otak inilah segala macam sistem memori, perasaan, pikiran, motivasi dlsb dikendalikan. Maka dengan bau-bauan ini sebagai input, segala macam memori, perasaan, pikiran, motivasi/semangat dlsb. bisa dikendalikan.

Pelajaran berikutnya dari kisah nabi Yakub Alaihi Salam tersebut adalah adanya bau-bauan yang sangat khusus yang bisa menjadi sarana penyembuhan penyakit. Penyakit butanya Nabi Yakub karena kesedihannya (QS  12:84) kehilangan anaknya Yusuf, maka yang bisa menyembuhkannya adalah gamis Nabi Yusuf – bukan gamis anak-anaknya yang lain.

Dari sini maka peluang penyembuhan melalui bau-bauan atau yang secara umum dikenal dengan aroma therapy itu – hanya akan efektif bila kita bisa meracik secara spesifik aroma yang dibutuhkan untuk penyembuhan penyakit dari setiap penderita. Pendekatan secara umum tidak akan efektif bahkan dapat menjadi boomerang.

Contohnya adalah bau harum wewangian yang baik secara umum, tetapi bisa sangat buruk bagi orang atau situasi tertentu.

Ambil contoh begini, seorang istri tiba-tiba menemukan baju kerja suaminya berbau sangat harum. Jenis harum-haruman yang biasa dipakai wanita tetapi bukan dari yang dia biasa pakai sendiri. Apa yang akan terjadi? Reaksi pertama diotaknya yang tertrigger adalah perasaan galau, curiga, cemas dan segala macam perasaan tumpleg bleg.

Perasaan ini sembuh bersamaan dengan berlalunya sang waktu, tetapi suatu saat muncul lagi – apa yang akan terjadi? Segala macam perasaan tersebut timbul lagi dan dengan intensitas yang lebih tinggi. Ketika semua perasaan dan praduganya ternyata betul, apa yang kemudian bisa terjadi? Sang istri bisa stres atau sakit beneran karenanya.

Dalam kondisi seperti ini , apa yang akan terjadi bila terhadapnya diterapkan aroma therapy oleh therapist yang mengeneralisir semua harum-haruman bagus untuk mnyembuhkan penyakit? Bukannya tambah sembuh tetapi penyakitnya justru tambah kambuh.

Sebagaimana harum-haruman bisa menyimpan memori dan perasaan buruk pada contoh kasus diatas, kita bisa buat juga untuk manfaatnya yang sangat besar – bahkan jauh lebih besar dari potensi mudharatnya.

Karena keterkaitannya yang sangat dekat antara bau-bauan dan memori, rata-rata kita masih bisa mengingat bau bantal kita waktu kecil. Kita bisa mengingat bau anak kita ketika dia masih bayi, bahkan kita bisa membedakan bau masing-masing anak kita waktu mereka masih kecil.

Jadi bau-bauan itu seperti hard-disk untuk menyimpan memory dengan kapasitas yang sangat besar. Bila kita bisa mengolahnya dengan baik, bukan hanya  bisa untuk menyembuhkan penyakit, tetapi juga sangat bisa jadi efektif untuk meningkatkan kerja otak kita.

Para penghafal Al-Qur’an bisa mencoba ini, coba Anda menghafal Al-Qur’an dengan harum-haruman di sekitar Anda. Ganti harum-haruman Anda dengan harum-haruman yang baru setiap pindah surat. InsyaAllah hafalan Anda akan melekat bersamaan dengan melekatnya harum-haruman tersebut di otak Anda.

Lantas inspirasi startup-nya dimana ? Sangat banyak, bisa menjadi diskusi seharian hanya untuk bau-bauan ini. Diantaranya apa yang saya sebut Aroma Profiler – kalau kita bisa merancang aroma profiler ini secara efektif dengan sistem yang baik – maka insyaAllah kita bisa menghadirkan solusi penyembuhan bagi berbagai penyakit yang subhanallah untuk masa depan kehidupan manusia di bumi ini. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !