Abasa Diet untuk Pencegahan dan Pengobatan Kanker

Salah satu hikmah mengapa kita disuruh mematikan lampu saat tidur di malam hari, karena gelap bisa meningkatkan produksi melatonine. Itulah yang kita lakukan ketika kita shalat malam

Abasa Diet untuk Pencegahan dan Pengobatan Kanker
Angka penderita diperkirakan terus meningkat 2,4% pada 2020, menjadi 14 juta penderita

Terkait

Oleh: Muhaimin Iqbal

 

SATU dari 5 penyakit yang paling ditakutkan di dunia adalah Kanker, dia menjadi penyebab sekitar 1.6 juta kematian di dunia setiap tahunnya. Jenisnya sangat banyak, bisa mencapai 200-an jenis karena yang diserang adalah sel-sel dari tubuh kita – umumnya diberi nama sesuai dengan bagian tubuh mana yang diserang. Namun penyakit Kanker-pun tidak perlu menjadi kekhawatiran yang berlebihan manakala dipahami karakternya, semua penyakit ada obatnya kecuali kematian itu sendiri.

Dan salah satu ikhtiar untuk pencegahan dan pengobatan Kanker yang terbaik dan pasti terjangkau adalah dengan mengatur makanan kita sesuai petunjukNya – yang saya sebut Abasa Diet.

Sebelum saya bahas bagaimana makanan bisa mencegah dan bahkan mengobati Kanker, saya jelaskan dahulu apa dan bagaimana Kanker itu menyerang tubuh kita.

Di alam ini penuh dengan zat, radio active atau radiasi yang disebut carcinogen – yang menyebabkan Kanker ketika berinteraksi dengan bagian permukaan tubuh kita. Bagian tubuh kita yang mana yang paling terekpos dengan carcinogen ? ternyata bukan pada bagian tubuh yang paling luar kita.

Permukaan tubuh kita – seluruh permukaan kulit kita bila dibentangkan tidak lebih dari 6 m2. Seluruh komponen saluran pernafasan kita sampai yang kecil-kecil bila dibentangkan luasnya lebih dari 30 m2. Seluruh usus kita dari ujung ke ujung bila dibentangkan luasnya mencapai lebih dari 300 m2 – lebih luas dari luas rumah rata-rata kita !

Jadi dari mana kemungkinan terbesar carcinogen mulai menyerang bagian tubuh kita? Melalui usus kita atau dengan kata lain melalui jalur makanan kita. Makanan sesederhana sate yang dibakar pakai arang-pun sudah bersifat carcinogen, bisa menyerang sel-sel tubuh kita dan mulailah sel yang sudah tidak lagi normal ini tumbuh di dalam tubuh kita.

Apapun yang kita makan saat ini, besar kemungkinan membawa sifat carcinogen ini. Tetapi inipun bukan vonis mati bagi kita, karena munculnya sel Kanker tidak harus teraktualisasi dalam bentuk penyakit Kanker yang membahayakan – kok bisa?

Sel tubuh manusia itu ukurannya sangat-sangat kecil, demikian pula sel Kanker. Jadi yang menjadi masalah bukan serangannya tetapi perkembang-biakannya. Sel berkembang biak dengan membelah diri, satu menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan dst.

Satu sel Kanker yang terus membelah diri sampai 30 kali, menjadi lebih dari 1 milyar sel – disinilah masalah itu timbul. Ketika tubuh kita membiarkan sel-sel Kanker terus tumbuh menjadi sangat besar, pada pembelahan ke 40 sel Kanker tersebut sudah mencapai 1 trilyun lebih atau kurang lebih sudah 10 % dari sel yang ada di tubuh kita – saat itu penyakit Kanker sudah menjadi fatal.

Jadi selain mencegah sedapat mungkin tidak ada carcinogen yang berinteraksi dengan tubuh kita, yang sangat utama juga adalah mencegah pertumbuhan sel Kanker yang cepat. Dari satu pembelahan ke pembelahan berikutnya, inilah yang harus bisa kita hambat.

Pertumbuhan Sel Kanker Secara Eksponensial

Sel Kanker yang tumbuh cepat bisa membelah sekali dalam 25 hari, artinya hanya perlu waktu 1,000 hari atau kurang dari tiga tahun untuk Kanker tersebut menjadi fatal. Bila bisa kita perlambat menjadi 2 tahun jarak antara satu pembelahan ke pembelahan berikutnya,  maka akan perlu waktu sekitar 80 tahun untuk sel-sel Kanker tersebut mencapai tingkat yang sama. Ini tidak perlu terlalu merisaukan lagi, karena saat itu toh kita juga sudah akan mati karena usia tua atau karena penyebab lainnya!

Yang menjadi pertanyaan pentingnya kemudian adalah bagaimana kita bisa memperlambat pembelahan sel-sel Kanker tersebut semaksimal mungkin ? Itulah ikhtiar kita antara lain melalui perbaikan makanan dan aktivitas kita.

Bahwa makanan menjadi factor yang sangat penting dari tumbuh dan berkembangnya sel Kanker ini dibuktikan dalam suatu riset terhadap laki-laki di Amerika dibandingkan laki-laki di India.

Laki-laki di Amerika rata-rata 11 kali lebih banyak terserang Kanker saluran pencernaan ketimbang laki-laki di India, 23 kali lebih beresiko terhadap Kanker prostate, 14 kali terhadap Kanker darah, 9 kali terhadap Kanker ginjal dan 7 kali terhadap Kanker saluran pernafasan.

Apa penyebabnya? Pola makan! Laki-laki di Amerika begitu banyak makan daging dan makanan-makanan kategori HED (High Energy Density) dari perbagai produk gandum dan makanan olahan lainnya. Sementara di India makanan utama para laki-lakinya adalah aneka sayur-mayur dan rempah-rempah, dan hanya sekitar 7 % laki-laki India yang makan daging secara regular.

Jadi apa makanan kita yang seharusnya? Sesedikit mungkin makan –makanan olahan – hasil industrialisasi dan produk massal fast food, sedikit makan daging – itupun bila mampu membelinya, dan selebihnya pada kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran dan rempah-rempah.

Pada biji-bijian misalnya, ada senyawa yang disebut phytates yang membuktikan kebenaran firman Allah bahwa  semua ciptaanNya itu diberi petunjuk

الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى

“…yang menciptakan dan menyempurnakan,  dan yang menentukan ukuran dan memberi petunjuk…” (QS: al a’la [87]: 2-3).

Bila terapi yang dirancang manusia seperti chemotherapy atau radiasi dapat membunuh sel-sel Kanker tetapi juga memerangi sel-sel yang normal, tidak demikian dengan phytates dari biji-bijian tersebut. Dalam sebuah percobaan phytates dapat membunuh berbagi jenis sel Kanker dan sama sekali tidak mengganggu sel yang normal – karena semua ciptaan Allah itu telah disertai petunjuk, mana yang musuh dan mana yang bukan!

Pada buah-buahan yang berwarna-warni mengandung perbagai jenis antioxidant  yang mencegah sel-sel tubuh  terserang carcinogen, dan menghambat penyebar-luasannya bila ada sel yang sudah terlanjur terserang. Semakin kuat warna buah, semakin kuat pula antioxidant-nya.  Semakin kuat aromanya, semakin kuat pula antioxidant-nya.

Pada sayur-sayuran khususnya jenis cruciferae seperti kubis, kale, broccoli, bok choy, lobak, kol dlsb. semuanya mengandung zat aktif yang disebut sulforaphane – yang efektif membunuh sel-sel Kanker tanpa mengganggu sedikit-pun sel-sel yang normal.

Karakter yang sama ada pada allium – yaitu zat aktif yang dihasilkan oleh rempah-rempah bawang putih dan bawang merah. Demikian pula zat aktif curcumin yang ada pada kunir terbukti efektif menumpas berbagai jenis sel Kanker.

Deretan zat aktif yang dapat melawan Kanker tersebut terus akan bertambah panjang, yang rata-rata dapat kita temukan dengan mudah dari jenis-jenis makanan yang berasal dari buah, sayur dan repah-rempah – yang disebut sampai 4 kali dari rangkaian 6 ayat-ayat  makanan yang harus kita perhatikan di Surat Abasa (QS 80 : 24-32).

Itulah mengapa prinsip dasar Abasa Diet yang kami perkenalkan prinsip dasarnya adalah porsi makanan kita yang diperbesar dari jenis buah, sayur dan rempah-rempah (4/6 bagian), tanpa men-tabukan biji-bijian (1/6 bagian) dan daging dan produk ternak lainnya (1/6).

Masih terkait dengan faktor makanan adalah menjaga kesehatan tubuh kita dengan menjaga Microorganism Ecosystem atau Microbiome yang berperan membangun sekitar 70% – 80 % daya tahan tubuh kita. Bagaimana menjaga kesehatan Microbiome ini ?

Pertama menghindari berbagai jenis makanan dan obat yang merusak atau mengacaukan ekosistem microba dalam tubuh kita. Contoh yang paling merusak Microbiome ini adalah antibiotic yang setiap membunuh 1 bakteri jahat bersamaan dengan itu membunuh 6 bakteri yang baik.

Kedua adalah memberi makan yang baik-baik pada bertrilyun microba yang ada di dalam tubuh kita, agar mereka sehat dan mampu menjaga kesehatan tubuh kita dengan baik. Apa makanan yang baik bagi mereka ini? Ya kembali ke pola makan yang baik yang menekankan pada buah, sayur dan rempah-rempah tersebut di atas.

Selain melalui maknan-makanan yang langsung berdampak pada pencegahan tumbuh kembangnya sel Kanker secara cepat tersebut di atas, maupun melalui perbaikan Microbiome yang ujung-ujungnya juga perbaikan pada komposisi makanan kita – ada satu aktivitas harian yang sangat direkomndasikan untuk perang melawan Kanker ini.

Sebelum saya sebutkan aktivitas ini, saya jelaskan dahulu alasannya. Di tengah otak kita ada sebuah kelenjar yang disebut kelenjar Pineal , kelenjar ini disebut mata ketiga karena langsung terhubung dengan dua mata kita. Kelenjar ini hanya mempunyai satu fungsi yaitu memproduksi hormone Melatonine.

Yang menarik adalah jam kerja dari kelenjar pineal  tersebut. Di siang hari kelenjar pineal  istirahat dan tidak aktif, mulai bekerja ketika matahari tenggelam dan berhenti saat matahari terbit. Puncak aktifitasnya adalah diantara jam 2 sampai jam 5 dini hari, kita tahu waktu ini sebagai apa ? Inilah waktu 1/3 malam terakhir!

Karena akuratnya jam kerja kelenjar pineal  ini, maka dia juga disebut circadian clock – yaitu jam biologis yang memungkinkan makhluk hidup mengkoordinasikan aktivitas biologisnya dengan perubahan waktu siang dan malam.

Ketika mata kita mendeteksi hari mulai gelap, kelenjar pineal  mentrigger produksi melatonine – dan kita mulai terasa lelah dan mengantuk. Puncaknya ada pada 1/3 malam terakhir – yaitu puncak rasa mengantuk kita – karena saat itu kemampuan kelenjar pineal  memproduksi melatonine lagi banyak-banyaknya.

Apa yang terjadi ketika kita paksakan bangun untuk shalat malam saat itu? Perlawanan terhadap kerja kelenjar pineal  yang sedang fit-fit-nya memproduksi melatonine ini akan dilawan dengan memperbanyak melatonine melalui kerja ekstra kelenjar tersebut.

Bila ini terus kita kerjakan secara rutin, maka kelenjar pineal  kita juga akan secara rutin kerja esktra untuk menghasilkan melatonine tersebut di 1/3 malam terakhir. Lantas apa gunanya melatonine ini ? selain mengkoordinasikan kerja berbagai hormone, dia juga mampu menekan pertumbuhan sel Kanker secara efektif.

Saya memiliki referensi berbagai riset yang membuktikannya, dan bahkan pengalaman langsung dari almarhum salah satu guru saya yang mengajarkan perlawanan melawan Kanker melalui shalat malam.

Dahulu saya tidak bisa memahaminya apalagi menjelaskannya, tetapi setelah tahu cara kerja kelenjar pineal  dalam memproduksi melatonine tersebut – nampaknya inilah salah satu hikmah dan cara kerjanya.

Tetapi mengapa orang-orang yang bekerja atau biasa keluyuran di malam hari tidak membuat mereka lebih sehat dan tahan terhadap Kanker? Bahkan sebaliknya resiko tinggi terhadap Kanker ada para pekerja malam dan penduduk di kota-kota yang tidak pernah tidur/istirahat dari aktivitasnya?

Itulah indahnya ciptaan Allah itu sempurna dan sesuai ukurannya. Kelenjar pineal  dihubungkannya dengan kedua mata kita langsung, bila mata kita mendeteksi kegelapan malam – barulah dia bekerja. Orang-orang yang menjadikan malamnya seperti siang – di pabrik-pabrik tempat kerja shift malam – penerangannya sama dengan siangnya, sementara siangnya juga tetap siang – maka kelenjar pineal  malah nyaris jarang bekerja efektif.

Sebuah studi yang dilakukan melalui pencitraan foto satelit di beberapa kota besar Amerika, ternyata di daerah-daerah yang selalu terang malam harinya – resiko Kanker pada penduduknya lebih tinggi ketimbang daerah-daerah yang masih gelap pada malam harinya.

Itulah  salah satu hikmah juga mengapa kita disuruh mematikan lampu ketika tidur di malam hari. Jadi yang bisa meningkatkan produksi melatonine itu adalah ketika kita bangun di malam hari yang hening dan gelap, berjuang dengan sekuat tenaga melawan ngantuk – agar kelenjar pineal  kita juga berjuang memproduksi melatonine. Itulah yang kita lakukan ketika kita shalat malam , tetapi tidak berlaku ketika kita sedang lembur kerjaan di depan komuter  atau di bawah terangnya sinar lampu.

Kita tahu sekarang tiga kombinasi cara untuk berperang melawan Kanker itu, yaitu dengan makan yang mengikuti petunjukNya, menjaga keseimbangan Microbiome dengan tidak menggunakan zat-zat yang merusaknya dan bangun shalat malam melawan rasa kantuk yang sangat ketika sebagian besar manusia lelap tertidur.

Tinggal niatnya diluruskan, bangun malam shalatnya bukan karena ingin sembuh dari penyakit – tetapi semata mencari ridloNya, sedangkan sembuh dari penyakit itu nantinya hanyalah bonus berupa kabar gembira yang dekat – seperti janjiNya bila kita bertanya untuk segala persoalan kita padaNya, kita akan diberi bonus berupa petunjuk, rahmat dan kabar gembira (QS 16:89). InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !