Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Ilahiyah Finance

Sekoci Berkah…

www.the3dstudio.com
Karena bekerja di tempat ribawi masih dianggap bergengsi
Bagikan:

Oleh: Muhaimin Iqbal

ALLAH menjamin rezeki bagi seluruh makhlukNya (QS 11:6), tetapi keberkahanNya hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa (QS 7 : 96). Bagaimana kalau lingkungan kerja Anda masih terlibat dalam kegiatan yang berbau riba, gharar, maisir, suap, korupsi dlsb. yang mengindikasikan pelanggaran terhadap keimanan dan ketakwaan ? Idealnya Anda tinggalkan segera, tetapi bagaimana kalau belum bisa ? Sekoci Berkah barangkali bisa menjadi jawabannya.

Logikanya begini, bila di tempat kerja Anda itu masih melibatkan hal-hal yang bertentangan dengan keimanan dan ketakwaan – maka digaji berapapun Anda – itu hanya menjadi rezeki bagi Anda – yang memang sudah dijamin oleh Allah. Tetapi untuk menjadi rezeki yang diberkahi? Kecil kemungkinannya karena syarat utamanya – yaitu iman dan takwa seperti dalam ayat tersebut di atas – tidak terpenuhi.

Meskipun sudah jelas keharaman bunga bank, asuransi, dan lembaga keuangan lainnya – yang konvensional misalnya (Fatwa MUI no 1 tahun 2004) – berapa banyak saudara kita muslim yang berani serta merta meninggalkan pekerjaannya di industri perbankan, asuransi dan sejenisnya? Setahu saya sangat tidak banyak.

Demikian pula saudara-saudara kita yang bekerja di perbagi bidang lainnya yang harus suap sana-suap sini untuk melancarkan usahanya. Berapa banyak yang berani berkata tidak – dan kemudian sungguh-sungguh menjalankannya? Dengan maraknya kasus yang ditangani KPK – nampaknya tidak banyak juga yang bisa bersih dari kasus suap, korupsi dan sejenisnya.

Tetapi masih mending di bidang suap dan korupsi – yang paling tidak semua pihak di negeri ini sudah setuju bahwa ini harus diperangi dan dihentikan – tinggal implementasinya. Untuk kasus Riba – meskipun MUI sudah mengharamkannya – belum ada pihak yang secara terbuka memerangi riba ini di negeri ini.

Belum ada lembaga seperti KPK – misalnya KPR (Komisi Pemberantasan Riba) yang tugas utamanya memberantas riba dan kemudian juga mencegah kemunculan riba baru dalam berbagai bentuknya.  Malah yang ada sebaliknya, industri keuangan yang melibatkan riba-pun masih merasa nyaman mengiklankan secara terbuka produk-produk yang sudah jelas ke-haraman-nya ini.

Walhasil, tidak mengherankan bila di negeri yang hijau royo-royo ini, negeri dengan potensi biomassa terbesar di dunia dan dengan biodiversity yang juga terbesar – sejumlah bahan pangan masih harus diimpor dengan harga yang kelewat mahal. Mengapa demikian? Prasyarat keberkahan sebagaimana ayat berikut nampaknya belum terpenuhi.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS al A’raf [7]:96).

 Karena bekerja di tempat ribawy masih dianggap bergengsi, demikian pula usaha-usaha yang melibatkan suap dan korupsi masih dianggap umum – bagaimana bila Anda yang sudah menyadari hal ini dan ingin mengambil langkah meninggalkannya?

Idealnya yang Anda lakukan adalah meningkatkan keimanan, karena dengan keimanan ini Anda akan yakin dengan janjiNya. Anda akan berani langsung meninggalkan pekerjaan Anda (yang mengandung riba dlsb) karena yakin dengan ayat berikut :

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).” (QS Hudd [11] :6)

Bila yang ideal ini terasa berat betul, Anda dan keluarga belum siap. Maka dapat ditempuh langkah second best-nya yaitu dengan melakukannya secara bertahap. Tahap pertama adalah apa yang saya sebut Sekoci Berkah.

Ini adalah usaha kecil atau pekerjaan kecil yang bisa Anda lakukan di sela-sela pekerjaan Anda saat ini. Atau bisa juga dilakukan oleh keluarga Anda, istri, anak dlsb. Biar kecil tetapi make sure bahwa yang satu ini benar-benar bebas dari segala bentuk riba, suap dlsb.

Tahap kedua adalah ketika yang kecil ini mulai memberikan hasil, maka utamakan Anda dan keluarga hanya makan dari usaha atau pekerjaan yang kecil ini. Jangan remehkan yang kecil ini, karena bisa jadi justru yang kecil inilah yang berkah.

Tahap ketiga adalah usaha kecil yang insyAllah berkah dan daripadanya Anda makan ini, jadikan dia sebagai dua momentum sekaligus.

Pertama, adalah momentum untuk membuktikan bahwa Anda bisa membebaskan diri dari jeratan riba dan sejenisnya.

Kedua, momentum untuk banyak-banyak berdo’a kepada Allah untuk diberi kekuatan dan keberanian untuk meninggalkan pekerjaan Anda sebelumnya secara keseluruhan.

InsyaAllah do’a Anda akan lebih berpeluang dikabulkanNya kini karena yang Anda makan sudah bebas dari riba dan sejenisnya. Sejumlah teman yang berpengalaman membuat Sekoci Berkah ini bersedia share pengalamannya dengan Anda – bila Anda membutuhkannya. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Rep: -
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Salam Revival

Salam Revival

Berubat Dengan ‘Perubatan Bumi’ Dan ‘Perubatan Langit’

Berubat Dengan ‘Perubatan Bumi’ Dan ‘Perubatan Langit’

Bermimpi dan Bekerja…

Bermimpi dan Bekerja…

Science Yang (Tidak) Menyelamatkan…

Science Yang (Tidak) Menyelamatkan…

Hidup Adalah ‘Roller Coaster’ Gratisan

Hidup Adalah ‘Roller Coaster’ Gratisan

Baca Juga

Berita Lainnya