Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Ilahiyah Finance

Menjadi Super Entrepreneur Di Negeri Dengan Ranking 129

Bagikan:

Oleh: Muhaimin Iqbal

DENGAN penduduk dunia yang mendekati 7 milyar orang saat ini, pemenuhan kebutuhan pokok penghuninya menjadi tantangan tersendiri. Makanan, energi dan air menjadi problem utama untuk dapat diatasi. Menyusul kebutuhan lainnya yang juga sangat mendesak seperti kesehatan, perumahan dan pendidikan. Siapakah yang akan mengatasi masalah-masalah ini? Pemerintah kah? Sebagian ya – tetapi itu tidak cukup. Salah satu harapan itu ada pada para entrepreneur, mengapa?

Siapa yang akan mengambil resiko untuk mengolah tanah-tanah gersang untuk ditanami bahan makanan? Siapa yang akan mencoba bibit-bibit tanaman baru? Siapa yang akan menanam pohon-pohon agar terbentuk cadangan air jangka panjang? Siapa yang akan mengeksplorasi sumber-sumber energi baru? dlsb.dlsb.

Intinya negeri ini sangat membutuhkan sebanyak mungkin entrepreneur, yaitu orang yang mau mengambil resiko untuk mengimplementasikan ide-idenya dalam bentuk usaha/enterprise , siap menerima dan bertanggung jawab apapun hasilnya.

Entrepreneur adalah orang yang bukan hanya mengatasi problem dan memenuhi kebutuhan sesama saat ini, dia juga harus mampu mengantisipasi masalah atau kebutuhan dan memikirkan solusinya sebelum masalah atau kebutuhan itu muncul di masa yang akan datang.

Dengan peran yang begitu besar di masyarakat, apakah kita di negeri ini sudah cukup keras berusaha melahirkan para entrepreneur-entrepreneur ini ?. Jawabannya akan saya sarikan dari laporan World Bank terakhir yang dituangkan dalam Doing Business 2012.

Dari sisi kemudahan usaha di 183 negara yang di survey, kita yang di Indonesia menduduki ranking 129 turun dari ranking 126 tahun sebelumnya. Semaking besar angka ranking ini semakin sulit berusaha. Ranking 1 adalah yang paling mudah dan ranking 183 adalah yang paling sulit, bisa kita bayangkan sesulit apa ranking 129 ini maknanya.
Sebagai pembanding dengan negeri tetangga, Singapore adalah ranking 1, Tailand 17, Malaysia 18, Brunei 83, Vietnam 98, Philippine 136 dan Timor Leste 168. Kita hanya lebih mudah sedikit dibandingkan Philippine dan Timor Leste, tetapi jauh tertinggal dari jiran-jiran terdekat kita.

Bila ranking tersebut diperinci lebih jauh, maka ranking untuk memulai usaha baru kita menjadi lebih sulit lagi yaitu di urutan 155, urusan pajak di ranking 131, urusan pemberlakukan kontrak di urutan 156, urusan kepailitan di urutan 146, urusan perlistrikan di urutan 161.

Untuk fair-nya, ada juga yang lebih baik yaitu perijinan property di urutan 99, perolehan credit 126, perlindungan investor 46, dan perdagangan lintas batas di urutan 39.

Lantas apa maknanya semua ranking tersebut di atas? Tergantung dari apa atau di mana kedudukan kita. Masing-masing kita harus berbuat sesuai dengan kedudukan kita;

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُواْ عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدِّارِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“…Hai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu, sesungguhnya aku pun berbuat. Kelak kamu akan mengetahui, siapakah yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini (di akhirat nanti). Sesungguhnya, orang-orang yang lalim itu tidak akan mendapat keberuntungan.” (QS al-An’am [6] : 135)

Maka bagi Anda yang memegang otoritas yang terkait dengan kemudahan-kemudahan usaha tersebut di atas, permudahlah segala urusan semaksimal mungkin yang Anda bisa. Kemudahan yang Anda berikan akan memiliki multiplier effect pada lahirnya para entrepreneur baru dan berarti juga solusi-solusi baru bagi problem dan kebutuhan masyarakat.

Bagi Anda yang akan menerjuni dunia entrepreneur, jangan jadikan berbagai kesulitan yang akan Anda hadapi sebagai penghalang. Persiapkan diri Anda untuk menghadapinya dan jadikanlah berbagai kesulitan itu sebagai tantangan untuk ditaklukkan.

Bila orang kebanyakan di Singapora bisa jadi entrepreneur, itu wajar karena di negeri dengan ranking 1 dalam kemudahan usaha selama beberapa tahun berturut-turut itu segalanya memang mudah. Tetapi bagi Anda yang akan menjadi entrepreneur di negeri dengan ranking 129 ini, bukan orang kebanyakan yang bisa melakukannya. Diperlukan super entrepreneur untuk bisa menaklukkan seluruh tingkat kesulitan yang akan Anda hadapi.

Andalah super entrepreneur itu, karena Anda bisa menjadi entrepreneur di negeri dengan ranking 129 ini ! Insyaallah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Negeri Tanpa Hutang

Negeri Tanpa Hutang

Berubat Dengan ‘Perubatan Bumi’ Dan ‘Perubatan Langit’

Berubat Dengan ‘Perubatan Bumi’ Dan ‘Perubatan Langit’

A Roadmap to BTWG…

A Roadmap to BTWG…

Kisah Gaharu dan Ekonomi Syariah di Thailand

Kisah Gaharu dan Ekonomi Syariah di Thailand

The Intelligent Entrepreneur: Cara Anak Sekolahan Membangun Usaha

The Intelligent Entrepreneur: Cara Anak Sekolahan Membangun Usaha

Baca Juga

Berita Lainnya