Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Ilahiyah Finance

Energi Bersih: Dari Ramadhan Ke Ramadhan

Bagikan:

Oleh: Muhaimin Iqbal

KETIKA setahun lalu kami i’tikaf 10 hari terakhir dengan sekitar 60-an peserta di Masjid Daarul Muttaqiin – Jonggol, kami tidak pernah mengira bahwa hasil kajian dari i’tikaf tersebut bisa menjadi begitu panjang rantai multiplier effect-nya. Tadinya kami hanya menemukan nama asal-usul suatu tanaman bergizi tinggi di dalam Al-Qur’an yaitu alfaafa. Namun sejak selepas i’tikaf tersebut, subhanallah tanaman ini bener-bener berhasil ditanam di sejumlah tempat di Indonsia.

Tidak berhenti disini, ternyata dari tanaman ini kemudian dapat dihasilkan microba khusus untuk fermentasi pupuk dan pakan yang kami beri nama Microbacter Alfaafa 11 (MA-11).
Alhamdulillah hari ini kami berhasil menguji satu lagi produk turunan berikutnya – yaitu energi bersih berupa bio-ethanol yang dihasilkan secara efektif oleh MA-11 tersebut.

Karena ilmu itu untuk dibagi, maka pada kesempatan ini saya ingin share bagaimana perjalanan dari Ramdhan lalu sampai Ramadhan ini – suatu ide tentang tanaman bergizi tinggi sampai menghasilkan energi bersih yang siap pakai. Proses dari tanaman alfaafa sampai menjadi energi bersih tersebut dapat dilihat pada foto-foto dibawah.

Dari alfaafa ke bio-ethanol

1. Alfaafa ditanam untuk diambil daun dan batangnya. Daun muda untuk konsumsi gizi tinggi bagi manusia, daun tua dan batang untuk gizi tinggi ternak. Dari akar tanaman inilah diambil bakteri yang berkoloni – yang kemudian setelah kita kembangkan menjadi MA-11.

2. MA-11 kini tersedia bagi yang ingin mencobanya untuk fermentasi pupuk, pakan, pangan, energy sampai recovery lingkungan.

3. Ketika MA-11 digunakan untuk memupuk singkong misalnya, dihasilkanlah singkong-singkong yang unggul.

4. Dari singkong yang unggul inilah dapat dibuat pakan ternak bergizi tinggi, yaitu adonan singkong yang difermentasi – lagi-lagi juga menggunakan MA-11 tadi.

5. Hasil samping dari fermentasi pakan bergizi tinggi ini adalah ethanol yang berkadar rendah. Ethanol berkadar rendah ini kemudian disuling dengan menggunakan mesin distillation sederhana karya team kami sendiri.

6. Hasilnya adalah ethanol berkadar 95 % untuk proses penyulingan pertama, yang bisa ditingkatkan menjadi ethanol sempurna dengan menggunakan mesin distillation yang sama melalui penyulingan berikutnya.

Lantas bagaimana kita tahu bahwa yang kita hasilkan tersebut adalah bahan bakar atau energi yang bersih?

Tes sederhana yang kami lakukan dengan para santri wirausaha di Jonggol adalah membakar dua sendok ethanol tersebut di cawan putih, sebagai pembanding kami bakar pula dua sendok bensin di cawan putih juga dan diletakkan berdampingan. Hasilnya dapat Anda lihat dibawah:

Premium vs Bio-ethanol

Cawan yang diisi ethanol mengeluarkan api biru keputihan dan sedikit api kuning – nyaris tidak kelihatan, tanpa jelaga. Cawan yang diisi bensin berkobar dengan api berwarna orange dan berjelaga.

Yang mengejutkan adalah setelah api mati karena bahan bakar habis, apa yang terjadi?

Cawan yang semula berisi ethanol produksi kami – tetap bersih, nyaris tanpa bekas. Cawan yang semula berisi bensin menjadi hitam legam penuh jelaga. Wow, jadi inilah yang selama ini mengotori udara kita!

Pertanyaan berikutnya adalah apakah ongkos produksi ethanol kami tersebut dapat bersaing?

Jawabannya adalah mungkin belum, bila dilihat dari satu sisi sebagai produksi bahan bakar saja.

Tetapi tadi di poin 5 tersebut di atas, bahan bakar kami ini hanyalah hasil samping dari suatu produk yaitu pakan ternak bergizi tinggi. Ketika kita melihatnya sebagai hasil samping dari produk lain yang mampu memikul ongkos produksinya sendiri, maka produk bio-ethanol ini bisa menjadi sangat ekonomis.

Lebih jauh dari itu, ongkos lingkungan – dampak terhadap kesehatan masyarakat luas dalam jangka panjang dlsb.dlsb., maka kini waktunya secara serius kita perlu memikirkan energi alternatif yang bersih semacam bio-ethanol ini – daripada anak cucu terpaksa menghirup jelaga yang seperti di mangkok tersebut?

Bagi rakyat kayak kita, adanya energi bersih dari singkong yang bisa diproses secara sederhana ini – akan bisa melepaskan diri kita dari rasa was-was, galau, marah, kecewa dlsb. setiap saat mendengar isu kenaikan harga BBM. Jadi energi bersih bio-ethanol bisa sekaligus memberikan ‘energi bersih’ bagi jiwa kita – melalui perasaan merdeka bahwa kita bisa berbuat sesuatu, nasib kita tidak ditentukan oleh harga minyak mentah dunia dan tidak pula ditentukan oleh tinggi rendahnya subsidi BBM – yang memang sulit kita semua pahami!

Anda yang ingin secara serius mendalami dan mengembangkan teknologi ini bersama kami – silahkan, insyaallah kami fasilitasi – dan kita cari bentuk kerjasama terbaiknya.

Bagi peserta i’tikaf akhir Ramadhan tahun ini, proses pembuatan bio-ethanol dan kajian yang terkait dengan ini akan menjadi acara selingan yang menarik. InsyaAllah.*

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Food Security

Food Security

Mencari Berkah Yang Hilang

Mencari Berkah Yang Hilang

Quantum Leap Iman

Quantum Leap Iman

Ctrl + Alt + Delete

Ctrl + Alt + Delete

Pedagang di Jalan Malioboro

Pedagang di Jalan Malioboro

Baca Juga

Berita Lainnya