Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Ilahiyah Finance

Solusi Dari Balik Gunung…

Bagikan:

Oleh: Muhaimin Iqbal

KARENA dari kecil kita diajari ‘ayo menabung…’, maka dana yang sangat besar dari mayoritas umat ini terbesarnya adalah tersimpan di tabungan-tabungan dari berbagai bank. Tetapi apakah menabung ini memang langkah terbaik untuk meraih keberuntungan bagi masyarakat? Bukankan hasil tabungan rata-rata lebih rendah dari inflasi? Siapa pula yang menjamin bahwa uang Anda di tabungan tidak malah tersalurkan ke konglomerasi yang dengan jaringan retail-nya mengambil pasar rakyat kecil? Yang dengan bisnis property-nya menggusur tanah rakyat? Yang dengan mal-mal megahnya membuat hanya yang kaya yang bisa berdagang?

Dua kelemahan mendasar dari sistem tabungan ini yang seharusnya disadari oleh umat ini, kemudian dicari solusinya. Kelemahan pertama adalah rendahnya hasil, yaitu lebih rendah dari rata-rata inflasi terutama inflasi kebutuhan pokok seperti makanan.

Kedua para penabung benar-benar tidak tahu siapa yang akhirnya akan menggunakan uang tabungan mereka ini. Bank-lah yang memutuskan kemana uang tabungan tersebut akan mengalir, dan tidak ada jaminan bahwa uang tabungan tersebut tidak mengalir ke kelompok pengusaha hitam seperti tersebut di atas.

Lantas apakah ada solusinya? Tergantung seberapa kuat niat kita untuk mencari solusi tersebut. Meskipun solusi itu ada di depan mata bila kita tidak berniat menggunakannya ya tidak menjadi solusi. Sebaliknya solusi yang masih berada ‘di balik gunung’ sekalipun – kita akan bersedia menaiki gunung menuruni lembah untuk memperolehnya bila kita bener-bener menginginkannya.

Untuk mudahnya dipahami, saya akan berikan dua contoh solusi tersebut yaitu yang sudah di depan mata dan yang masih ‘dibalik gunung’.

Yang di depan mata adalah saudara-saudara atau teman-teman Anda yang punya potensi berdagang atau berusaha, tetapi hanya karena tidak ada modal mereka tidak dapat berusaha. Bila Anda memiliki uang yang lebih, mengapa tidak dipakai untuk memodali mereka? Pertama menambah silaturahim dan kedua juga insyaallah akan dapat memberikan hasil yang lebih baik dari tabungan Anda di bank.

Ok, Anda tidak mau memodali saudara atau teman ini karena ada rasa rikuh menagihnya, takut tidak amanah, takut tidak professional dlsb.dlsb, jadi solusi di depan mata ini tidak Anda gunakan. Maka kita cari solusi yang masih berada ‘di balik gunung’.

Surat yang terpanjang dalam Al-Qur’an adalah surat yang mengamanatkan pentingnya pencatatan dalam hutang-piutang/muamalah yang tidak tunai (QS 2 : 282), dan saya akan menggunakan ayat ini sebagai solusi atas permasalahan tabungan tersebut di atas.

Banyak sekali dari umat ini yang sebenarnya pandai berdagang, pandai berusaha dlsb. Keterbatasan akses modal, akses informasi, akses jaringan dlsb. yang membuatnya banyak yang tidak berkembang. Nah bagaimana kalau profile para pedagang/pengusaha tersebut tersaji dengan baik dan available untuk Anda, maukah Anda membiayai atau berinvestasi pada usaha/perdagangan mereka? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Mungkin iya-nya karena Anda akan melihat potensi bagi hasilnya yang melebihi hasil tabungan Anda, mungkin tidak-nya karena Anda kawatir atas amanah tidaknya, professional tidaknya, kejujuran pembukuannya dlsb.dlsb.

Bagaimana kalau faktor negatif yang membuat Anda ‘mungkin tidak’ mau berinvestasi ke para pedagang dan pengusaha tersebut bisa kita atasi bareng? Maukah Anda berinvestasi kepada mereka? Seharusnya mau karena tidak ada lagi alasan yang menghalanginya.

Bagaimana mengatasi faktor negatif tersebut? Kita gunakan bank (syariah) untuk bertugas sebagai pencatat jaman ini yang diamanatkan dalam ayat tersebut diatas. Mengapa bank?

Pertama karena mereka yang sudah memiliki sistem pencatatan yang baik untuk transaksi keuangan ini, kedua, merekalah yang secara legal formal diijinkan untuk mengumpulkan uang masyarakat di negeri ini, ketiga karena toh selama ini Anda juga sudah mempercayai bank untuk menyimpan dan mencatat uang Anda.

Bedanya dengan tabungan adalah kali ini Anda yang menentukan siapa-siapa yang boleh menggunakan uang Anda – dan Anda berinvestasi langsung pada mereka, bank sekedar mencatatnya.

Sebagai tukang catat atau juru tulis, dimanatkan pula dalam ayat tersebut bank harus ‘…menuliskannya dengan benar…’. Jadi meskipun hanya sekedar ‘tukang catat atau juru tulis’, bank wajib mengetahui seluk-beluk usaha yang Anda danai, kredibilitas orangnya, kelayakan usahanya, kewajaran hasilnya dlsb-dlsb.

Bila bank tidak yakin mengenai hal ini, tentu mereka tidak mau menuliskannya – inilah yang akan ikut menjadi faktor pengaman investasi langsung Anda.

Jadi kalau solusi ini digunakan, nantinya di bank-bank syariah ada semacam daftar pengusaha Muslim yang layak untuk Anda danai, lengkap dengan profile usaha masing-masing. Ketika Anda menaruh uang Anda di bank syariah tersebut, Anda tinggal pilih untuk siapa dana Anda boleh digunakan. Untuk mengurangi resiko, dana Anda bisa saja disebarkan ke sejumlah pengusaha yang Anda pilih sendiri dari daftar yang ada.

Lantas apa bedanya ini dengan investasi di pasar modal, bursa saham, reksa dana dan sejenisnya? Penentu nilai di bursa saham dan turunannya yang masih penuh gharar, tidak ada hujan – tidak ada angin bisa tiba-tiba nilai investasi Anda melorot gara-gara pemodal besar asing menarik dananya seperti yang terjadi hari-hari ini.

Anda tidak bisa investasi di bursa saham hanya karena melihat profile usaha tertentu bagus, terlalu banyak unknown factors yang bisa mendongkrak harganya atau juga sebaliknya menghancurkannya.

Sebaliknya solusi yang saya tawarkan insyaallah akan baik untuk semua. Anda memiliki kontrol langsung terhadap penggunaan uang Anda ke usaha-usaha yang Anda pilih, bank-bank syariah memiliki sumber dana yang tidak dimiliki pesaingnya bank konvensional, para pengusaha muslim yang amanah dan professional (qowiyyun amin) akan mudah untuk memperoleh pendanaannya.

Bahkan secara makro bila investasi semacam ini boleh dilakukan oleh para investor asing, maka dana investasi yang sesungguhnya (karena masuk sektor riil) akan dapat mengalir ke negeri ini. Sangat beda dengan invesatsi asing yang bersifat ‘hot money’ yang bila ditarik keluar tiba-tiba meruntuhkan pasar modal kita.

Tertarik? Apakah solusi ini sudah ada? Solusi ini memang sudah ada, tetapi masih berada di balik gunung – masih banyak kendalanya. Kita masih perlu menaiki gunung menuruni lembah untuk mengatasinya.

Bank-bank syariah sudah familiar dengan konsep ini dengan produk mereka yang disebut Mudharrabah Muqayyadah, mereka hanya perlu dipacu dan didorong untuk lebih proaktif dan lebih innovative dalam produk yang bagus ini. Para (calon) pengusaha muslim perlu didorong untuk lebih professional dan transparan dalam usahanya. Dan Anda para pemilik uang ‘tabungan’ perlu didorong untuk lebih berfihak terhadap solusi yang insyaallah lebih dekat ke syariah ini.

Bila Anda adalah para pengambil keputusan di bank syariah, bila Anda adalah para (calon) pengusaha Muslim dan bila Anda adalah bagian dari umat ini yang memiliki dana tabungan, insyaallah saya bersedia menaiki gunung menuruni lembah bersama Anda untuk merealisasikan solusi yang satu ini secara bersama-sama. Ada konsep detail di kami yang siap dipresentasikan ke pihak-pihak yang serius ingin mencari solusi sekaligus menangkap peluang yang sangat besar ini – khususnya bagi perbankan syariah. InsyaAllah!

Penulis Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mencita-citakan Generasi Shalahuddin

Mencita-citakan Generasi Shalahuddin

Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China

Belajarlah Emas Walau Sampai Negeri China

Pesan Yang (Telat ) Sampai

Pesan Yang (Telat ) Sampai

The Sense of Smell

The Sense of Smell

Negeri Para Wali

Negeri Para Wali

Baca Juga

Berita Lainnya