Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Ilahiyah Finance

Extra Hour For The Extra Ordinary You

Bagikan:

Oleh: Muhaimin Iqbal

SETIAP hari masing-masing kita mayoritasnya sudah sangat sibuk dengan berbagai kegiatan rutin ini – itu, sehingga waktu terasa tidak pernah cukup. Yang bekerja di kantor berangkat pagi pulang sore atau bahkan malam – seolah tidak ada lagi tersisa waktu selain untuk istirahat. Yang berwirausaha-pun demikian, mereka rata-rata malah memiliki jam kerja yang jauh lebih panjang dari para pegawai. Dengan kesibukan yang sudah luar biasa tersebut, bisakah Anda meluangkan waktu 1 jam extra setiap hari ? bila jawaban Anda “Ya”, sangat mungkin Anda akan menjadi orang yang luar biasa atau extra ordinary you – seperti yang Anda cita-citakan.

Bagi yang jawabannya “Ya” , Anda mungkin sudah tahu bagaimana meluangkan waktu satu jam extra ini – Anda bisa langsung melompat ke paragraph “Lantas untuk apa…”. Bagi yang jawabannya “Tidak” ataupun “Ya” tetapi belum tahu caranya untuk bisa meluangkan 1 jam extra setiap hari ini, maka inilah salah satu caranya:

Setiap pagi hari, buatlah priority list atau daftar prioritas pekerjaan Anda hari itu 1, 2, 3….10, dst. Kerjakan mulai dari yang paling penting no 1 sampai tuntas, no 2 tuntas dst sampai semua tuntas. Esuk harinya, lakukan hal yang sama. Demikian seterusnya sampai ini menjadi kebiasaan, pada umumnya apabila ini dilakukan secara konsisten – dalam waktu kurang dari satu bulan (umumnya 21 hari) – Anda sudah akan terbiasa dengan prioritas harian ini. Tanpa Anda buat priority list-pun seolah sudah otomatis Anda mengurutkannya.

Setelah acara harian Anda diurutkan berdasarkan prioritas – aktivitas Anda seperti ter-index dari yang paling penting ke yang paling kurang/tidak penting. Sampai disini Anda mungkin masih sangat sibuk karena masih juga melakukan pekerjaan atau aktivitas-aktivitas yang kurang atau bahkan tidak penting.

Next step-nya adalah men-delete pekerjaan atau aktivitas-aktivitas yang tidak penting dan bila diperlukan juga men-delete pekerjaan/aktivitas yang kurang penting. Memilih pekerjaan atau aktivitas mana yang bisa di-deleted ini akan mudah karena pada langkah pertama Anda sudah mengurutkan berdasarkan prioritas kepentingannya.

Dengan men-delete pekerjaan atau aktivitas yang kurang penting tersebut, tidak akan sulit bagi Anda untuk mendapatkan waktu extra 1 jam atau bahkan lebih.

Lantas untuk apa 1 jam ekstra ini? Anda bisa memilihnya untuk kegiatan positif mengejar cita-cita atau obsesi Anda yang belum tercapai. Bayangkan dengan 1 jam ekstra setiap hari, berapa banyak buku bisa Anda baca dalam sepekan, sebulan, setahun dst. Berapa banyak course yang bisa Anda ikuti, berapa banyak exercise lapangan yang bisa Anda biasakan dst. Pendek kata Anda bisa menjadi apa saja – dengan memulai 1 jam ekstra ini.

Dulu waktu memasuki usia 40 tahun, saya berusaha mengikuti petunjuk Al-Qur’an untuk melanggengkan doa “….wa an a’mala sholihan tardhoh…” (QS 46 :15), lantas bentuk konkritnya apa amalan sholihan ini? Saya pilih yang sesuai dengan minat saya yaitu menulis untuk berbagi ilmu dan berbagi pengalaman – siapa tahu bermanfaat bagi orang lain. Tanpa terasa kini 10 tahun kemudian menjadi ringan tangan ini untuk menulis di keyboard computer. Meskipun sampai sekarang saya masih mengetik dengan ‘11’ jari (1 jari kiri, 1 jari kanan!)

Alhamdulillah tulisan-tulisan ini telah diterbitkan menjadi 9 buku (Yang ke 9 “Ayo Berdagang”), dan yang ke 10 sudah di penerbitnya.

Semua dari 10 buku tersebut dan semua tulisan di web ini adalah hasil dari 1 jam ekstra untuk membaca dan menulis setiap hari – well, tidak setiap hari realitasnya karena pingin juga punya libur Sabtu dan Ahad !.

Tetapi poinnya yang ingin saya share adalah banyak sekali perubahan besar yang bisa menjadi amal shaleh kita, bila kita mau memulai membiasakannya pada diri kita sampai menjadi kebiasaan yang otomatis menggerakkan kita setiap hari – meskipun hanya 1 jam.

Bila Anda mulai 1 jam ekstra Anda hari ini, apapun cita-cita atau obsesi Anda – InsyaAllah akan dapat benar-benar Anda rasakan keberhasilannya beberapa tahun mendatang. Amin.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar dan kolumnis hidayatullah.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dampak Inflasi, Kok yang  Miskin Harus Membayar Lebih Mahal?

Dampak Inflasi, Kok yang Miskin Harus Membayar Lebih Mahal?

Collective Skills dan Collective Opportunities

Collective Skills dan Collective Opportunities

Leadership dan Leader Sheep

Leadership dan Leader Sheep

100.000 Milyarder Baru dalam 5 Tahun, Andakah?

100.000 Milyarder Baru dalam 5 Tahun, Andakah?

Wawasan dan Fokus

Wawasan dan Fokus

Baca Juga

Berita Lainnya