Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Ilahiyah Finance

Orang-Orang Yang Menyiapkan Parasut Kita

Bagikan:

Oleh: Muhaimin Iqbal

SEORANG purnawirawan penerbang tua bersama istrinya lagi duduk-duduk menikmati makanan di sebuah restoran. Tiba-tiba datang seorang yang kurang lebih sama usianya dan menyapanya dengan hangat: “Apakah Anda si Fulan?” yaitu menyakan nama dari si pilot, karena memang nama dia yang disebut maka dijawab dengan bersemangat pula: “Betul !, dan siapa Anda?” Yang ditanya tidak segera memberikan namanya, tetapi hanya memberitahukan apa yang dahulu pernah dilakukannya sekian tahun lalu: “Saya dahulu orang yang mempersiapkan parasut Anda.”

Karena sampai berpisah kembali orang yang menyapa tersebut tetap tidak memberikan namanya, si pilot tua gelisah sepanjang hari memikirkan siapa tadi orang yang memperkenalkan dirinya sebagai yang mempersiapkan parasut. Dia lantas mengenang kembali apa yang terjadi ketika masih aktif sebagai penerbang pesawat tempur dahulu.

Di misi penerbangan terakhir pesawatnya tertembak oleh roket SAM (Surface to Air Missile), pesawat dia hancur dan jatuh. Namun sebelum pesawat jatuh si pilot sempat menekan tombol untuk kursi pelontar dan akhirnya selamat mendarat dengan parasut. Yaitu parasut yang disiapkan oleh orang yang tadi menemuinya.

Si pilot gelisah setelah pertemuan tadi karena merasa bersalah, bagaimana dia bisa bahkan tidak mengenal nama orang yang begitu penting pekerjaannya – yang menjadi perantara Sang Pencipta untuk menyelamatkan dia dengan parasutnya.

Apa yang dialami oleh pilot tersebut bisa jadi juga kita semua mengalaminya, begitu banyak orang-orang di sekitar kita yang berjasa kepada kita. Menjadi perantara Allah untuk kemajuan usaha kita, kelancaran pekerjaan kita, keselamatan kita dari musibah, kenyamanan hidup kita dlsb-dlsb. Sudahkah kita mengenal mereka, menyapa mereka untuk sekedar berterima kasih atau sekedar menunjukkan wajah senang kita ketika melihat mereka?

Lebih banyak kita tidak tahu atau tidak sadar, bahwa orang-orang yang berjasa menolong kita tersebut antara lain adalah orang-orang dhuafa di sekitar kita. “Innamaa tunshoruuna waturzaquuna bidhu’afaa-ikum.” (Sesungguhnya kalian ditolong dan diberi rizki lantaran (do’a) orang-orang dhu’afa di antara kalian).

Lantas bagaimana agar do’a orang-orang dhu’afa di sekitar kita tersebut berkelanjutan? agar keselamatan dan rizki kita juga berkelanjutan?, itulah perlunya kita juga secara terus menerus menyapa dan menyantuni mereka ini secara berkelanjutan.

Tetapi apa bentuk sapaan dan santunan yang berkelanjutan yang efektif agar mereka juga terjaga kehormatannya dan bangkit pula semangatnya untuk berkarya? Menciptakan lapangan pekerjaan yang sesuai untuk mereka – insyaallah adalah salah satu jalannya.

Maka dalam skala mikro diri dan lingkungan kita, maupun makro negara kita – penciptaan lapangan pekerjaan ini amat sangat penting. Untuk tugas yang penting ini, peran para (calon) entrepreneur-pun menjadi vital – karena mereka inilah yang akan membuka lapangan pekerjaan – lapangan pekerjaan tersebut.

Kepedulian kita untuk berbuat terhadap orang-orang yang ‘mempersiapkan parasut kita’ inipun nantinya akan menjadi amat sangat penting , agar ‘parasut-parasut’ kita benar-benar berfungsi pada saat kita membutuhkannya – di dunia maupun di akhirat !. InsyaAllah…*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar dan kolumnis hidayatullah.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

How To Get Above And Beyond Target?

How To Get Above And Beyond Target?

Bisnis Berbasis Amanah, Masih Adakah?

Bisnis Berbasis Amanah, Masih Adakah?

Passion Capital untuk Kinerja ABCD

Passion Capital untuk Kinerja ABCD

Tongkat Nabi Musa

Tongkat Nabi Musa

Peluang Maxi di Pekerjaan Tiny

Peluang Maxi di Pekerjaan Tiny

Baca Juga

Berita Lainnya