Dompet Dakwah Media

Puisi Menyambut Miss World di Negeri Titipan Ilahi

Doa untuk Negeri

Doa untuk Negeri

Terkait

“DOA UNTUK NEGERI”

Oleh: Dr. Adian Husaini

 

Ya Allah Ya Rabbi

Aku bersimpuh berserah diri

Mohon perkenan-Mu Ya Rabbi

Trimalah curahan hati kami

Ini tentang masa depan negeri 

Dan anak cucu kami

 

Ya Allah, Ampuni kami

Salah dan lemah kami

Tak kuasa jaga negeri

Amanah para wali

Sang Kuasa opini semau hati

Rampas pikiran anak negeri

 

Ya Rabbana, Rabbal-Izzati

Di sini kata taqwa pun dikorupsi

Pentas maksiat jelas sekali

Dikata mulia dilindungi alat negeri

Dan, nasehat ikhlas pewaris nabi

Dicaci maki, sirna oleh kicau selebriti

 

Ya Allah, Ya Rabbal ‘alamin

Pak Lubis[1] kata, munafik ciri utama kami

Di sekolah, anak wajib menyanyi

Bangun jiwa insani, lalu jasmani

Tapi, semenit sekali, jiwa murni dicemari Emensi

Tubuh seksi lebih bernilai dari akal dan hati nurani

 

Ya Rabbi, Tuhan Yang Maha Suci

Kami bukan hipokrit, kami tidak munafik

Undang-undang Pendidikan Negeri ini

Wajibkan iman, taqwa, dan akhlak tinggi

Tapi, kuasa negeri restui kontes jual diri

Tiada malu lagi lecehkan firman-Mu Yang Abadi

 

Ya Allah, Ya Kariim

Kami pahami ayat-ayat-Mu Yang Suci

Iblis terlaknat jangan ikuti  

Tapi, Kontes Maksiat kini diapresiasi

Menantang aturan-Mu dinilai prestasi 

Tradisi jahili dihormat budaya tinggi

 

Ya Allah penguasa langit dan bumi

Utusan-Mu telah perintah kami

Bila sang mungkar  nyata sekali

Haram berdiam diri

Hentikan tipu daya syaithani

Guna kuasa, kata, dan hati

 

Ya Rabbi, Ya Mujibas Saailin

Kami mengerti, Engkau uji kami

Dengan tipudaya musuh Nabi

Syaitan jin dan jenis insani

Tipu manusia di alam fikri

Pentas ala hayawani dipuji, bahkan disembahyangi

 

Ya Allah, Ya Rabbal alamiin

Saat rasio anak negeri dikebiri

Kuasa politik pupus nyali

Mucikari bodi seksi lebih dihormati

Tebar syahwat dan ilusi keji

Hanya doa senjata kami

 

Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahiim

Kasihani kami dan negeri ini

Lindungi umat dan generasi nanti

Turunkan kuasa-Mu Ya Rabbi

Dulu, doa dan kepasrahan kakek Sang Nabi

Hentikan angkara Abrahah, kafir tak tahu diri

 

Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat-tibaa’a

Wa-arinal-baathila baathilan war-zuqnaj-tinaaba

Ya Allah, tunjukkan yang benar itu benar pada kami

Mohon beri kami, kemampuan tuk mengikuti

Dan kami mohon pada-Mu, Ya Ilahi Rabbi

Tunjukkan yang bathil itu bathil

Beri kami kekuatan tuk menjauhi

 

Ya Allah, Ya Rabbi

Hanya doa itu mampu kami

Kami berserah diri akan nasib negeri ini

Pada kasih-Mu Yang tak Terbatasi

Ampuni kami, sayangi kami, tolonglah kami

Wan-shurnaa ‘alal-qawmil kafiiriin

 

Doa dan salam untuk Sang Nabi panutan kami

Juga keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang sejati

Kami tak kan khianati amanah risalah Makhsyari

Sampaikan kebenaran Tauhidi

Tuk insan yang mau mengerti dan guna hati nurani

Hanya Padamu Ya Rabbi, kami berserah diri

 

Kami memohon dengan setulus hati

Kasihanilah kami,

Kabulkanlah doa kami

 

Amin Ya Rabbal Alamin..

Amin Ya Mujibas Saailin

 

Depok, 23 September 2013

Penulis adalah Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan (CAP) hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan www.hidayatullah.com.  Nama-nama yang disebut dalam tulisan ini hanya fiktif belaka

[1] Mokhtar Lubis, budayawan terkenal pemberani penulis buku “Ciri-ciri Manusia Indonesia

Rep: -

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !