Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Akhir Zaman

Menghadapi Waswas di Akhir Zaman

Bagikan:

Dengan polesan media yang masif kini para penegak yang haq (benar) dalam pandangan agama mulai dicap sebagai penjahat terbesar berdasar konsensus politik.  Sementara para penebar kemungkaran dijunjung setinggi langit sebagai tokoh-tokoh protagonis panutan bagi masyarakat.

Bagaimana sikap kita dalam menghadapi kondisi yang demikian. Hendaknya kita tidak mudah goyah. Ojo kagetan, ojo nggumunan, kata orang Jawa. Sebab Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُخَوَّنَ الْأَمِينُ وَيُؤْتَمَنَ الْخَائِنُ حَتَّى يَظْهَرَ الْفُحْشُ وَالتَّفَحُّشُ وَقَطِيعَةُ الْأَرْحَامِ وَسُوءُ الْجِوَارِ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ الْقِطْعَةِ مِنْ الذَّهَبِ نَفَخَ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا فَلَمْ تَغَيَّرْ وَلَمْ تَنْقُصْ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا وَوَقَعَتْ فَلَمْ تُكْسِرْ وَلَمْ  تُفْسِدْ

“Hari Kiamat tidak akan tiba sehingga orang yang dapat dipercayai didustakan, sedangkan orang-orang yang berkhianat justru dipercaya, kemungkaran dan cercaan merupakan kebiasaan umum di tengah masyarakat, terputusnya tali silaturrahmi, dan tetangga yang buruk. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ini berada pada genggaman-Nya, sesungguhnya seorang mukmin bagaikan sepotong emas, ditempa menjadi apapun emas itu nilainya tak pernah berkurang. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ini berada di genggaman-Nya, bahwa orang mukmin itu seperti lebah, makanannya baik dan menghasilkan yang baik. Lebah itu hinggap pada (ranting) bunga, namun tidak merusak bunganya dan juga tidak mematahkan rantingnya.” [HR. Ahmad, Musnad Al-Mukatstsirîn, hadits no. 6886, [Al-Musnad (2/266).

Rasulullah ﷺ juga pernah bersabda,

سَيَأْتِيَ عَلَى الناَّسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan tiba pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan. Saat itu, orang bohong dianggap jujur. Orang jujur dianggap bohong. Pengkhianat dianggap amanah. Orang amanah dianggap pengkhianat. Ketika itu, orang “Ruwaibidhah” berbicara. Ada yang bertanya, “Siapa Ruwaibidhah itu?” Nabi menjawab, “Orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum.” (HR. Hakim).

Apabila kita menjumpai zaman tersebut maka buang  jauh-jauh rasa ragu atau waswas di dalam hati kita. Karena kebenaran itu seterang matahari. Ditutupi apapun sinarnya masih akan tetap meninggalkan jejak, minimal berupa pantulan cahaya. Demikian pula kebenaran, dibungkam dengan cara apapun pasti akan bakal tersibak pada waktunya.

Imam Ahmad Bin Hanbal konon pernah ditanya oleh salah seorang muridnya mengapa beliau dan pengikutnya yang berjuang di atas jalan yang Haq malah mengalami penindasan dan kekalahan di dunia. Imam Ahmad pernah disiksa penguasa di zamannya gegara menegakkan kebenaran bahwa Al Qur’an adalah Kalam Allah bukan makhluk seperti pandangan resmi rezim saat itu. Karena hal itulah beliau dianggap sebagai musuh penguasa nomor satu saat itu.

Imam Ahmad menjawab sekaligus meluruskan pandangan yang salah dari muridnya itu dengan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menang bukanlah perihal kalah-menang belaka namun hakikat kemenangan adalah manakala kita masih tetap menetapi kebenaran apapun keadaan dan resikonya. Wallahu A’lam Bis Showab.*

Santri Kulliyah Dirosah Islamiyah Pandaan Pasuruan

 

 

Rep: Admin Hidcom
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kemenangan di Suriah, Dajjal dan Turunnya Nabi Isa

Kemenangan di Suriah, Dajjal dan Turunnya Nabi Isa

Beratnya Fitnah di Akhir Zaman

Beratnya Fitnah di Akhir Zaman

Palestina dalam Nubuwat Akhir Zaman

Palestina dalam Nubuwat Akhir Zaman

Akhir Zaman: Manusia akan Berzina di Jalan-Jalan

Akhir Zaman: Manusia akan Berzina di Jalan-Jalan

Zaman Terburuk

Zaman Terburuk

Baca Juga

Berita Lainnya