Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Akhir Zaman

Eksistensi Syi’ah Rafidhah di Akhir Zaman

Ilustrasi: Tatbir atau Talwar zani, bentuk ritual yang dipraktikkan kaum Syiah sebagai bentuk berkabung meninggalnya Imam Hussein (Wikipedia)
Bagikan:

Hidayatullah.com | SEIRING tersebarnya ajaran Islam ke seantero dunia corak pemikiran pun beragam. Setiap orang berbeda-beda memaknai nash-nash agama yang kemudia melahirkan banyak sekte. Wujudnya sekte-sekte tersebut tidak dapat dihindarkan. Namun menariknya dari sekian banyak sekte yang lahir dari rahim Islam, sekte Rafidhah menyita perhatian para ulama.

Abdullah al-Masy’alī menulis satu bab di dalam bukunya yang berjudul: Majmū’u Akhbāri Akhir Zamān wa asy-Rāti as-Sā’ah wama Sayajrī fīhi min al-Fitani wa al-Hurūb dimana beliau mengulas riwayat tentang eksistensi sekte Rafidhah di akhir zaman.  Rasulullah ﷺ  bersabda:

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَظْهَرُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ يُسَمَّوْنَ الرَّافِضَةَ يَرْفُضُونَ الْإِسْلَامَ

Artinya: Dari [Ali Bin Abu Thalib] berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: “Di akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang dinamakan Rafidhah mereka menolak Islam.” (HR:  Ahmad).

Allakāi dalam Syarhu ‘Iqtiqādi Ahli Sunnah meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib berkata: Tanda-tanda dari sekte Rafidhah (yang akan muncul di akhir zaman) ialah mereka senantiasa mencaci Abu Bakar dan Umar. Dan apabila kalian menjumpainya maka perangilah mereka, kata beliau ﷺ .

Kata perang (faqtulūhum) dalam riwayat ini tidaklah selalu tertuju pada makna hakiki yaitu menghunuskan pedang. Akan tetapi ia juga dapat dipahami sebagai makna majazi (kiasan). Dimana perang yang dimaksud ialah perang pemikiran, yaitu menjelaskan kekeliruan mereka kepada umat dengan ilmu pengetahuan.

Sahabat Nabi Muhammad ﷺ  adalah orang-orang mulia yang harus dihormati oleh setiap orang islam. Mereka tidak boleh dicaci-maki apalagi sampai mengkafirkannya.

Rasulullah ﷺ  bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي، لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا، مَا أَدْرَكَ مُدَّ أَحَدِهِمْ، وَلَا نَصِيفَهُ»

“Artinya: Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: Janganlah kalian mencaci maki para sahabatku! Janganlah kalian mencaci maki para sahabatku! Demi dzat yang jiwaku di tanga-Nya, seandainya seseorang menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, makai a tidak dapat menandingi satu mud atau setengahnya dari apa yang telah diinfakkan para sahabatku.” (HR: Muslim).

Sekte Rafidhah ini sangat lihai mengemas ideologinya. Mereka seakan-akan mencintai Nabi Muhmmad ﷺ  dan ahli keluarganya, padahal sebenarnya mereka tidaklah demikian. Rasulullah ﷺ  bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعِنْدَهُ عَلِيٌّ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا عَلِيُّ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي قَوْمٌ يَنْتَحِلُونَ حُبَّنَا أَهْلَ الْبَيْتِ لَهُمْ نَبَزٌ يُسَمَّوْنَ الرَّافِضَةَ فَاقْتُلُوهُمْ، فَإِنَّهُمْ مُشْرِكُونَ»

“Artinya: Dari Ibnu ‘Abbās berkata: Aku bersama Rasulullah , dan di sisi beliau ada Ali. Lalu Rasulullah ﷺ  bersbada: Wahai Ali, akan akan di antara umatku nanti suatu kaum yang mengaku cinta ahlu baiktu (keturunanku) mereka menamainya dengan Rafidah, maka perangilah mereka karena sesungguhnya mereka itu kaum musyrik.” (HR: Thabrani).

Nuruddīn Sulaimāni al-Haitsamī (w 807 H) dalam Majma’u a-Zawāid wa Manba’u al-Fawāid mengutip riwayat Ibnu ‘Abbās: Dari Ibnu ‘Abbās berkata, suatu ketika saya bersama Rasulullah ﷺ  lalu beliau bersabda: Wahai Ali, akan muncul di kalangan umatku suatu kaum yang mengaku mencintai keluargaku (ahli baitku) mereka menamainya dengan Rafidhah, maka perangilah mereka karena sesungguhnya mereka itu adalah kaum musyrik.

Dengan demikian, kemunculan sekte Rafidhah benar-benar akan muncul di akhir zaman. Ciri-ciri mereka adalah mencaki-maki para para sahabat. Maka oleh karenanya waspadailah keberadaan mereka.*/Wandi Bustami, penulis alumni Al Azhar,  asatidz Tafaqquh Study Club

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Inilah Berbagai Kejadian Besar Sebelum Munculnya Dajjal

Inilah Berbagai Kejadian Besar Sebelum Munculnya Dajjal

Kemunculan Ruwaibidhah di Tahun-tahun Penuh Dusta

Kemunculan Ruwaibidhah di Tahun-tahun Penuh Dusta

Uzlah di Akhir Zaman

Uzlah di Akhir Zaman

Benarkan Imam Mahdi Diutus Umur 40 Tahun?

Benarkan Imam Mahdi Diutus Umur 40 Tahun?

Saat Musuh Islam Mendukung Kegiatan-kegiatan Tampak Islami

Saat Musuh Islam Mendukung Kegiatan-kegiatan Tampak Islami

Baca Juga

Berita Lainnya