Dompet Dakwah Media

Malaikat Maut Tamu Kita

Dalam riwayat Nabi Ibrahim a.s pingsan ketika diperlihatkan oleh Allah SWT sosok Malaikat Maut untuk orang zalim.

Malaikat Maut Tamu Kita
ILustrasi.

Terkait

SEBAGAIMANA kita kalau kedatangan tamu yang datang tanpa memberi kabar, tentu kita akan sibuk dan panik untuk menyambut tamu tersebut. Tetapi lain halnya apabila tamu tersebut memang telah ditunggu-tunggu oleh tuan rumah, kedatangannya telah disiapkan dengan kebutuhan dan hidangan bagi sang tamu. Maka kehadiran tamu tersebut akan disambut dengan hangat dan senyum.

Tetapi tamu Malaikat Maut selalu datang menghampiri rumah kita tanpa memberitahu kedatangannya. Bisa pagi, siang, sore, atau malam. Bisa di rumah, di kantor, di jalan, di masjid, di hotel atau di tempat di saat shalat, saat bekerja, saat perjalanan, saat sakit, saat membaca al-Qur’an, saat rapat, saat berkhutbah, dan saat apa saja, bahkan saat tidur sekalipun.

Ada sebuah riwayat menceritakan tentang keinginan Ibrahim a.s. untuk melihat wajah Malaikat Maut ketika mencabut nyawa orang zalim. Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun memperlihatkan gambaran perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam, rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata (satu di depan satu di belakang), mengenakan pakaian serba hitam, dan sangat menakutkan. Dari mulutnya keluar jilatan api. Ketika melihatnya Ibrahim a.s. pun pingsan tak sadarkan diri.

Setelah sadar Ibrahim a.s. pun berkata bahwa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malaikat Maut saja sudah menakutkan, apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita, menarik paksa ruh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak tubuh kita agar ruh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

Itulah wajah Malaikat Maut yang akan mendatangi kita kelak dan memisahkan ruh dari tubuh kita. Itulah wajah, yang seandainya kita melihatnya dalam mimpi sekalipun, kita tidak akan pernah lagi bisa tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup.

Ketika Allah menciptakan Al-Maut (kematian) dan menyerahkan kepada malaikat, maka berkata malaikat: “Wahai Tuhanku, apakah Al-Maut itu?” Maka Allah SWT menyingkap rahasia Al-Maut itu dan memerintah seluruh malaikat menyaksikannya. Setelah seluruh malaikat menyaksikannya Al-Maut itu, maka tersungkurlah semua Malaikat berkata: “Ya Tuhan kami, adakah makhluk yang lebih besar dari ini?”

Kemudian Allah berfirman: “Akulah yang menciptakannya dan Akulah yang lebih Agung daripadanya. Seluruh makhluk akan merasakan Al-Maut itu.”

Malaikat Maut disebut dalam al-Qur’an sebanyak dua kali. Malaikat ini diberi kemampuan luar biasa oleh Allah, hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya seperti seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan berbagai makanan yang siap untuk dimakan.

Ia juga boleh membolak-balikkan dunia, sebagaimana kemampuan seseorang bisa membolak-balikkan kertas. Sewaktu Malaikat Maut menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia, ia hanya akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua malaikat, yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab.

Apabila Allah menurunkan azab untuk merampas semua nyawa anak manusia, maka Malaikat Mautlah yang akan mengambil semua nyawa tersebut dengan izin Allah.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Saat Maut Menjemputku, penulis: Andi Farouq bin Abbas Hasana)

Rep: Admin Hidcom

Editor: Syaiful Irwan

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !