Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Tazkiyatun Nafs

Giat Bekerja Mencari Nafkah (2)

Ilustrasi
Bagikan:

PARA sahabat –radliyallahu`anhu– berjalan di atas dataran hamparan padang tandus dan mengarungi lautan buas untuk mencari penghidupan. Ikutilah jejak mereka, karena mengikuti mereka adalah lebih utama.”

Allah berfirman: “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah.” (Al-Nur: 37). Mereka dinamakan laki-laki, sebab mereka berdiri di atas kepentingan duniawi, tetapi semua itu tidak membuat lalai dari berdzikir kepada Allah. Ia adalah simbol kesempurnaan.

Dalam riwayat diceritakan, pada suatu hari Nabi Isa `alaihissalam melewati seorang laki-laki yang sedang duduk, ia bertanya kepadanya: “Apa yang engkau lakukan di sini?”

Dia menjawab: “Aku sedang beribadah, wahai Ruhullah.” Nabi Isa berkata: “Siapa yang mencukupi kebutuhanmu?”

Dia menjawab: “Saudaraku.” Isa berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya ia lebih beribadah kepada Allah daripada kamu.” `

Dalam hadist disebutkan, sekelompok orang membicarakan seorang laki-laki di hadapan Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam. Mereka memuji kebaikannya dan menyebutkan semua amal ibadah yang ia kerjakan.

Rasulullah bertanya: “Siapakah yang memberinya makan dan minum, menggembalakan ternak dan menggarap tanahnya?” Mereka menjawab: “Kami wahai Rasulullah.”

Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya kalian lebih baik daripada dia.”

Hudzaifah radliyallahu’anhu berkata: “Orang terbaik di antara kalian adalah orang yang berkerja untuk akhirat dan dunia.”

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Aku benci melihat pengangguran, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.”

Abu Qalabah berkata: “Seorang laki-laki mencari penghasilan hidup dengan menyusuri bumi Tuhan lebih baik daripada orang yang duduk di dalam masjid.”

Sufyan al-Tsauri berkata kepada sahabat-sahabatnya: “Kalian harus bekerja, sebab pada umumnya orang yang mendatangi pintu-pintu penguasa adalah mereka yang mempunyai kebutuhan.”

Wahai saudaraku, ketahuilah hal ini, amalkanlah semua nasehat dan ikutilah para pendahulumu.*/Abdul Wahhab Al-Sya’rani, tertuang dalam bukunya Lentera Kehidupan.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Tekun dan Bijak dalam Bekerja, Surga Imbalannya

Tekun dan Bijak dalam Bekerja, Surga Imbalannya

Bahaya Mencintai Kehormatan dan Harta (2)

Bahaya Mencintai Kehormatan dan Harta (2)

Jawaban Anggota Badan Ketika Akan Dicabut Ruhnya

Jawaban Anggota Badan Ketika Akan Dicabut Ruhnya

Kaya Bukan Ukuran Mulia, Miskin Bukan Kehinaan

Kaya Bukan Ukuran Mulia, Miskin Bukan Kehinaan

Ujub Mengantarkan Mengikuti Hawa Nafsu (1)

Ujub Mengantarkan Mengikuti Hawa Nafsu (1)

Baca Juga

Berita Lainnya