Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Tazkiyatun Nafs

Ujian Bukti Cinta Allah (1)

Bagikan:

ADA orang tidak percaya bahwa ujian merupakan bukti cinta Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya.

“Bagaimana mungkin musibah yang kualami ini bukti cinta Allah kepadaku? Justru, Allah tidak adil memberikan ujian ini.” Begitulah kira-kira ucapan orang yang belum beriman kepada Allah.

Allah mempunyai cara untuk mencintai dan mengasihi hamba-Nya. Di antara cara tersebut ialah dengan ujian dan cobaan. Allah menginginkan suara lembut doa-doa dan dzikir yang penuh keyakinan. Dia juga menunggu hamba-Nya untuk menyebut, memuji, mengagungkan, dan berdoa kepada-Nya.

Ketika seseorang telah menyatakan diri beriman dengan serta-merta ujian akan datang, baik berupa kesusahan atau kesenangan. Mengapa demikian? Sebab, Allah menginginkan iman seperti kualitas emas murni; bukan imitasi yang tak bernilai. Oleh karena itu, iman harus selalu ditempa dengan segala ujian dan cobaan agar semakin terpancar dari dalam dada seseorang.

Itulah nilai istiqamah, yang merupakan nilai kekuatan iman yang terpancar keluar, bagai kekuatan yang dimiliki oleh baja saat menghadapi tempaan pandai besi. Agar baja berkualitas, baja harus banyak ditempa. Begitu pula dengan iman yang perlu diuji agar bertambah kuat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam berikut:

“Seseorang itu akan diuji menurut kadar imannya. Jika imannya kuat maka ujian pun akan berat. Dan, bila iman lemah, maka ujian pun sekadar iman yang ada di dada.”

Allah mengharapkan setiap orang mampu mengatasi kesulitan sambil tetap berada di atas prinsip-prinsip Islam. Allah akan menolong orang-orang yang berkeinginan beristiqamah di dalam agama-Nya.

Orang-orang yang berkata bahwa Rabb kami ialah Allah, kemudian beristiqamah, maka akan diturunkan kepada mereka malaikat yang berkata, “Janganlah kamu takut dan jangan pula bersedih. Dan, bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan untuk kamu.” (Fushshilat: 30)

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk mengeluh dan menolak ujian dan cobaan yang diturunkan oleh Allah.*/Muhaimin al-Qudsy, dari bukunya Agar Ujian & Cobaan Berbuah Kenikmatan. [Tulisan berikutnya]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Pilih Memaafkan, Hindari Sikap Terhina

Pilih Memaafkan, Hindari Sikap Terhina

Membangun Keluarga Tanpa Problem [2]

Membangun Keluarga Tanpa Problem [2]

Ketundukan Alam Kepada Kita Tidak Gratis

Ketundukan Alam Kepada Kita Tidak Gratis

Mengkritisi ‘Makna Agama’ Ala Smith

Mengkritisi ‘Makna Agama’ Ala Smith

Belajar dari Kesabaran Nabi Ayub

Belajar dari Kesabaran Nabi Ayub

Baca Juga

Berita Lainnya