Rabu, 27 Oktober 2021 / 21 Rabiul Awwal 1443 H

Tazkiyatun Nafs

Kebimbangan Saat Bertaubat (1)

Ilustrasi.
Bagikan:

IBNUL Qayyim berkata di dalam kitabnya Thariqul Hijratain, “Bahwa setiap orang yang bertaubat pada awal taubatnya pasti mengalami kebimbangan dan kegoncangan di dalam hatinya, berupa kebingungan maupun kebimbangan, atau kesempitan maupun kesedihan.”

Ketika pertama kali bertaubat, Anda pasti merasakan perasaan-perasaan semacam ini. Anda akan merasa takut, jangan-jangan Anda telah salah jalan, terutama saat Anda tidak begitu memahami jalan tersebut.

Umumnya orang yang bertaubat tidak merasakan, kecuali rasa sakit akibat berpisah dengan kekasihnya. Dosa-dosa adalah kekasih dan teman akrabnya di kala dia sedang gundah. Ketika seseorang bertaubat, hilanglah teman akrab ini. Sesuatu yang sangat dicintainya hilang dari dirinya sehingga dia pun merasa sakit karena harus berpisah dengan aib-aibnya yang telah akrab dengannya selama beberapa waktu. Maka hatinya pun tergoncang, dan dadanya pun terasa sesak.

Banyak orang bertaubat yang mengingkari komitmen mereka, dan kembali kepada kemaksiatannya hanya karena cintanya kepada kemaksiatan tersebut. Sedangkan orang yang mengetahui lagi mendapat taufik dari Allah mengetahui bahwa kegembiraan, dan kebahagiaan, serta kelezatan yang dirasakan setelah bertaubat, kadarnya sesuai dengan besar kecilnya perasaan bimbang dan goncang di dalam dirinya. Jika perasaan bimbang dan goncang semakin kuat dan besar, kegembiraan dan kelezatan akan semakin sempurna.

Sesungguhnya, perasaan semacam itu merupakan bukti dari hidupnya hati Anda, dan kuatnya persiapan Anda. Seandainya, hati Anda mati dan persiapan Anda lemah, niscaya Anda tidak akan mengalami perasaan semacam itu.

Ketahuilah bahwa setan adalah pencuri iman, sedangkan seorang pencuri pasti akan mengincar tempat yang makmur. Maksudnya, setan akan berusaha mencuri iman dari seseorang yang hatinya makmur dengan keimanan. Sesungguhnya, setan tidak akan pergi ke kedai kopi maupun tempat-tempat hiburan yang melalaikan. Oleh karena itulah, siapa saja yang duduk di tempat-tempat seperti itu, berarti tidak ada sesuatu yang bisa dicuri dari dalam hatinya. Setan hanya akan mencari sasaran pada tempat-tempat yang makmur saja guna mencuri.

Ketika ada yang berkata kepada Ibnu Abbas bahwa orang-orang Yahudi berkata, “Kami tidak diganggu setan di dalam shalat kami.” Lalu, Ibnu Abbas ra, menjawab, “Subhanallah (Maha suci Allah), bagaimana mungkin setan akan mengganggu setan.” Mereka adalah para setan, sedangkan setan adalah pencuri iman, dan dia hanya mengarahkan sasarannya kepada tempat yang makmur.

Adapun tempat yang sepi, dia tidak ada harapan mendapatkan sesuatu pun darinya. Jika tantangan-tantangan setan kuat, kuatlah kebimbangan. Setan akan menggoda seorang wanita yang mengenakan cadar, “Apa yang menyebabkanmu melakukan perbuatan yang hina ini. Apakah kamu tidak mau menunggu sampai bersuami?”

Dia juga menggoda orang yang berkomitmen terhadap ajaran Islam, dan memanjangkan jenggot, “Apakah kamu tidak mau menunggu sebentar saja sebelum komitmen hingga kamu berhasil membangun masa depanmu dengan uang hasil curian?” Maksudnya, bisikan-bisikan ini merupakan godaan setan. Jika setan masuk untuk menggoda Anda, berarti hal itu menunjukkan bahwa di dalam hati Anda masih terdapat kebaikan yang membuat setan semakin semangat untuk menghilangkannya.*/Muhammad Husain Ya’qub, dari bukunya Jalan Menuju Taubat. [Tulisan selanjutnya]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Jauhkan Rumahmu Menjadi Nerakamu

Jauhkan Rumahmu Menjadi Nerakamu

Mengkritisi ‘Makna Agama’ Ala Smith

Mengkritisi ‘Makna Agama’ Ala Smith

Penyakit Takatsur, Penghalang Utama Berbagi [2]

Penyakit Takatsur, Penghalang Utama Berbagi [2]

Membangun Mental Pemenang! [1]

Membangun Mental Pemenang! [1]

Kematian itu Sunatullah, Jangan Takut

Kematian itu Sunatullah, Jangan Takut

Baca Juga

Berita Lainnya