Sandal Rasulullah ﷺ

“Apa kegiatan Rasulullah SAW di rumah?” Aisyah menjawab, “Yang beliau lakukan tidak berbeda dengan apa yang biasa kalian lakukan di rumah. Beliau menjahit sandal dan bajunya sendiri.”

Sandal Rasulullah ﷺ

Terkait

Hidayatullah.com | IMAM Tirmidzi membuat satu bab khusus tentang sandal Rasulullah ﷺ. Membahas rupa dan bentuknya. Tentu agar umat Islam dapat mengambil hikmah dan petunjuk yang ada pada beliau. Mungkin, bagi sebagia orang ini sepele. Tapi di balik itu justru menunjukkan kesempurnah Islam. Petunjuk hidup yang lengkap.

Model dan bahan sandal tentu beragam sesuai dengan kebiasaan masyarakat dan daerah tertentu. Semunya dikembalikan kepada hukum asalnya, yakni mubah. Kecuali, ditemukan dalil atau alasan yang bisa  mengubah statusnya menjadi haram, wajib atau sunnah.

Sandal Rasulullah SAW sendiri, menurut riwayat Imam Bukhari, berdasarkan cerita Anas bin Malik, modelnya memiliki dua tali qibal. Qibal adalah  tali yang didesain sedemikin rupa pada sandal sehingga jemari kaki dapat menghimpitnya dan menimbulkan rasa nyaman saat berjalan. Tidak khawatir sandal lepas dari kaki.  Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits yang kurang lebih sama. “Sandal Rasulullah SAW memiliki dua tali qibal yang bercabang dua.”

Imam Nasa’i menambahi, sandal  Rasulullah SAW itu dijahit. Berdasarkan dari hadis yang bersumber dari Aisyah. Ada orang bertanya kepada Ummul Mukminin ini, “Apa kegiatan Rasulullah SAW di rumah?” Aisyah menjawab, “Yang beliau lakukan tidak berbeda dengan apa yang biasa kalian lakukan di rumah. Beliau menjahit sandal dan bajunya sendiri.”

Selain bertali, Imam Bukhari menambahkan, sandal Rasulullah terbuat dari kulit dan tak berbulu (polos). Abdullah bin Umar suka memakai sandal seperti ini, karena ia beliau suka meneladani apa yang di lihat pada Rasulullah SAW.

Cara Pakai

“Janganlah seseorang di antara kalian berjlan dengan satu sandal. Pkailah keduanya  atau lepaskan keduanya.” (HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).

Terkait ini, Syaikh bin Baz pernah ditanya oleh  seseorang dalam satu majelis, “Jika satu di antara kedua sandal tergeser ke tempat yang jauh, mungkin satu atau dua langkah, apakah boleh aku berjalan dengan satu sandal  terlebih dahulu?”  Beliau menjawab, “Jika engkau bisa menghindarkan diri dari perbuatan yang menyelisihi tuntunan Nabi Muhammad walau dengan satu langkah, maka lakukanlah.”

Bagaimana memakainya, kiri atau kanan dulu?

“Jika seseorang di antara kalian hendak memakai sandal mulailah dengan kaki kanan. Jika hendak melepas mulailah dengan kaki kiri terlebih dulu. Jadikanlah kaki kanan bagian pertama yang dipakaikan sandal dan bagian terakhir yang dilepaskan dari sandal.”*

*Sumber: kitab Syarah Syamail Imam Tirmidzi. Pensyarah: Syaikh Abdurazaq bin Abdil Muhsin Al-Badr

Rep: Bambang Subagyo

Editor: Rofi' Munawwar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !