Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Sejarah

Antara Aurangzeb dan Erdogan

ilustrasi: Aurangzeb adalah raja terkuat dalam sejarah Kerajaan Mughal
Bagikan:

Oleh: Nugra Fatah

 

Aurangzeb merupakan sultan yang dibenci musuh-musuh Islam. Kemiripan jua terjadi pada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Hanya saja mereka hidup di zaman yang berbeda.

Aurangzeb adalah sultan terakhir imperium Moghul di India di abad ke 16 (satu zaman dengan Demak di Nusantara) yang paling kuat menjadikan Islam sebagai sebagai pedoman bernegara dan bermasyarakat.

Ia mirip Umar bin Khathab ra dalam wara’ (kehati-hatiannya) dan zuhudnya, sekaligus menyerupai Khalid bin Walid ra yang langsung terjun memimpin banyak peperangan.

Dalam salah satu kampanye jihad Aurangzeb dalam menghadapi kerajaan penyembah berhala di sekitarnya, suatu malam ia shalat tahajud/qiamul-lail berdoa mengharapkan bertolongan Allah menjelang perang esok hari.

Tak lama berselang setelah shalat datang laporan dari salah satu komandannya bahwa satu divisi pasukannya melepaskan diri, berkhianat dan bergabung dengan pasukan musuh.

“Segala puji bagi Allah yang menunjukkan dan mengeluarkan pengkhianat sebelum perang dimulai, jika mereka berkhianat saat perang maka habislah kita karena kekacauan!”

Dengan pertolongan Allah kemenangan diraih Aurangzeb keesokan harinya.

Apa yang diucapkan Aurangzeb diulangi Erdogan pasca dilumpuhkannya pasukan kudeta.

“Segala puji bagi Allah yang menunjukkan adanya pengkhianat,” ucap Erdogan setelah mendarat di Istambul.

Musuh dalam selimut lebih berbahaya daripada musuh yang tampak nyata, ujar Sun Tzu. Sebab musuh nyata, kita sudah dapat mempersiapkan counter-nya, namun musuh yang menelikung dari belakang amat sulit terdeteksi dan sangat berbahaya.

Itulah yang terjadi saat Khalifah Umar bin Khathab, Ali bin Abi Thalib ditikam dari belakang saat sedang shalat.

Syiah yang bersembunyi di belakang Khalifah Abbasiyah al-Makmun berhasil menyapu ribuan ulama dalam tiang salib di abad ke 9.

Bagaimana Ubaidillah Syiah yang mengaku-ngaku ahlul bait di Afrika berhasil mendirikan Dinasti Fatimiyah dan menghabisi ribuan umat Islam di abad 10.

Baghdad pun hancur diratakan Mongol karena pengkhianatan wazir Syiah di abad ke 13. Hingga Sultan Bayazid Utsmaniyah si kilat kalah saat menghadapi Timurlenk karena adanya pasukan yang pindah ke barisan musuh saat perang berlangsung di abad ke 14.

Presiden Muhammad Mursi mungkin tak menduga jendral yang diangkatnya justru berbalik memenjarakannya.

Di sekitar kita juga banyak contohnya. Bagaimana sosok yang paling getol menyerang lawan dengan media cetak misalnya justru belakangan diangkat menjadi direksi BUMN, berapa banyak rahasia yang bocor, yang tampak keras berkoar mungkin ia justru kepercayaan lawan.

Semoga Allah senantiasa melindungi pemimpin umat dari pengkhianat dan musuh dalam selimut. Amiin.*

Penulis buku Panglima Surga. Twitter @nugrazee. Blog www.nugrazee.blogspot.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Rumah Keadilan, antara Jakarta dan Damaskus

Rumah Keadilan, antara Jakarta dan Damaskus

MIAI: Wadah Ukhuwah Islamiyah [3]

MIAI: Wadah Ukhuwah Islamiyah [3]

Nusaibah, Wanita Sebanding Seribu Laki-laki (1)

Nusaibah, Wanita Sebanding Seribu Laki-laki (1)

Dulu Berjasa, Sekarang Diperalat Intelijen? (2)

Dulu Berjasa, Sekarang Diperalat Intelijen? (2)

Abdurrahman al Ghofiqy, Panglima yang Menusuk Jantung Eropa

Abdurrahman al Ghofiqy, Panglima yang Menusuk Jantung Eropa

Baca Juga

Berita Lainnya