Syahidnya Ulama Shalih An Nabulusi dan Invasi Fathimiyah

Syahidnya Ulama Shalih An Nabulusi dan Invasi Fathimiyah

Terkait

IMAM ADZ DZAHABI menggelari Abu Bakr An Nabulusi sebagai “Al Imam Al Qudwah Asy Syahid”. Sedangkan Al Yafi’i menyatakan bahwa Abu Bakr An Nabulusi merupakan hafidz hadits, shalih, ahli ibadah serta termasuk orang yang zuhud. Sedangkan Ma’mar bin Ahmad bin Ziyad menyatakan bahwa ia seorang imam dalam hadits dan fiqih yang melaksanakan puasa sepanjang masa.

Para ulama mengisahkan bahwa saat Bani Ubaid (Fathimiyah), penguasa Mesir dan Maghrib yang menganut paham Syi’ah ketika menguasai wilayah Syam, An Nabulusi berpendapat bahwa pasukan yang datang dari Maghrib itu harus diperangi.

Saat itu, Abu Bakr An Nabulusi melarikan diri dari Ramlah menuju Damaskus. Kemudian ia ditangkap oleh penguasa Damaskus yang saat itu mendukung Fathmiyah Abu Mahmud Al Kitami lalu dikerangkeng dalam kurungan lantas dibawa menuju Mesir.

Ketika sampai di Mesir, Jauhar yang saat itu adalah panglima pasukan Fathimiyah bertanya kepada Abu Bakr An Nabulusi,”Aku mendengar engkau telah menyatakan bahwa jika seorang memiliki sepuluh busur panah maka wajib dilepaskan kepada kami sembilan dan kepada Rum satu busur.”

Abu Bakr An Nabulusi pun menjawab,”Aku tidak berkata demikian, namun aku mengatakan jika ada padanya sepuluh busur panah, maka wajib baginya melepaskannya kepada kalian sembilan dan melepaskan yang ke sepuluh kepada kalian juga. Karena kalian telah merubah millah dan membunuh orang-orang shalih serta mengklaim memiliki petunjuk ilahiyah.”

Setelah itu, Abu Bakr An Nabulusi pun dicambuk dan diutuslah seorang Yahudi untuk mengulitinya.

Seorang tokoh sufi, Ma’mar bin Ahmad bin Ziyad mengabarkan bahwa Abu Bakr An Nabulusi ketika kulitnya dikelupas hingga wajahnya ia berdzikir dan tetap bersabar tatkala kulit dadanya dikelupas sampai pelakunya meresa kasihan hingga ia menghujamkan pisau ke jantung Abu Bakr An Nabulusi yang menyababkan ia wafat. Dan ketika dikuliti terdengar dari jasadnya suara bacaan Al Qur`an.

Ad Daraquthni menangis ketika mengisahkan kondisi Abu Bakr An Nabulusi,”Ketika ia dikuliti ia mengatakan,’kana dzalika fil kitabi masthura’ (yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab [Lauh Mahfuzh] [Al Isra: 58])”.

Ibnu As Sa’sa’ Al Mishri berkisah bahwa ia bermimpi bertemu dengan Abu Bakr An Nabulusi setelah ia disalib. Ia menyaksikan Abu Bakr dalam sebaik-baik keadaan. Dan ia pun bertanya,”Apa yang dilakukan Allah terhadapmu?”

“Allah mendekat kepadaku dengan langgengnya kehormatan serta menjanjikan untukku dekatnya kemenangan dan mendekatkanku kepada-Nya lalu Ia berfirman,’Sebaik-baik kehidupan adalah berada di sisi-Ku.'” Kata Abu Bakr An Nabulusi.

Bani Ubaid akhirnya mengusai Syam setelah sebelumnya mengusai Maghrib kemudian Mesir dan menampakkan madzhab yang buruk. Mereka mencela para sahabat, menghapus shalat tarawih dan dhuha serta memerintahkan qunut di waktu dhuhur.

Tulisan ini bersumber dari Siyar A’lam An Nubala (17/48-51) juga Mir’ah Az Zaman (2//285).

 

Rep: Sholah Salim

Editor: Thoriq

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !