Jum'at, 28 Januari 2022 / 24 Jumadil Akhir 1443 H

Sejarah

Zheng He: Penjelajah Terbaik China yang Seorang Muslim [2]

WIKI
Zheng He, pria Muslim yang menjadi laksamana, penjelajah, serta diplomat paling hebat di China
Bagikan:

Sambungan artikel PERTAMA

Hidayatullah.com—Kemanapun mereka berlayar, mereka mendapatkan rasa hormat (terkadang rasa takut) dari orang-orang lokal, yang kemudian menawarkan hadiah untuk Kekaisaran China. Karena hadiah-hadiah serta perdagangan yang dilakukan dengan orang-orang inilah, Zheng He selalu pulang ke China dengan berbagai macam barang, seperti gading, unta, emas, dan bahkan seekor jerapah dari Afrika. Ekspedisi-ekspedisi ini dilaksanakan untuk membawa satu pesan untuk dunia: bahwa China adalah kekaisaran superpower dalam hal ekonomi dan politik.

Penyebaran Islam

Tidak hanya ekonomi dan politik yang diurus oleh Zheng He dalam petualangannya. Dia dan para penasehatnya yang beragama Islam secara reguler menyebarkan Islam kemanapun mereka pergi. Di pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah Indonesia, seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan dan lainnya, Zheng He bertemu dengan komunitas-komunitas Muslim di sana. Islam telah tersebar di Asia Tenggara beberapa ratus tahun sebelumnya melalui saudagar dari Arab dan India. Zheng He secara aktif mendukung bertumbuhnya Islam di daerah-daerah itu.

Zheng He bahkan mendirikan komunitas Muslim keturunan Tionghoa di Palembang, di seluruh Jawa, Semenanjung Malaya, dan Filipina. Komunitas-komunitas ini mendakwahkan Islam ke warga sekitar dan sangat vital untuk penyebaran Islam di daerah-daerah tersebut. Armada Zheng He juga membangun masjid-masjid dan mendirikan fasilitas-fasilitas umum lainnya yang akan dibutuhkan oleh masyarakat Muslim lokal.

Bahkan setelah kematiannya pada 1433, Muslim keturunan Tionghoa lainnya melanjutkan pekerjaanya di Asia Tenggara untuk menyebarkan Islam. Saudagar Muslim China di Asia Tenggara disarankan untuk menikah dan melakukan asimilasi dengan orang-orang lokal di pulau-pulau dan Semenanjung Malaka. Ini memperbanyak jumlah Muslim di Asia Tenggara, sekaligus menguatkan dan memberi warna pada pertumbuhan komunitas Muslim.

Warisan

Sebagai seorang laksamana, prajurit, dan pedagang, Zheng He adalah seorang raksasa dalam sejarah bangsa China dan agama Islam. Dia dipandang sebagai salah satu figure penting bagi proses persebaran Islam di Asia Tenggara. Sayangnya, setelah kematiannya, kekaisaran China mengganti filosofinya menjadi lebih condong pada ajaran Confusianisme, dimana mereka tidak menyarankan ekspedisi seperti yang dilakukan Zheng He. Sebagai hasilnya, seluruh pencapaian dan kontribusinya terlupakan selama beratus tahun di China.

Namun warisannya di Asia Tenggara memiliki nasib yang bertolak belakang. Banyak masjid di daerah ini dinamai seperti namanya. Islam menyebar dalam berbagai cara di Asia Tenggara, termasuk perdagangan, penceramah keliling, dan imigrasi. Laksamana Zheng He juga merupakan bagian dari persebaran di daerah tersebut. Kini, Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, dan hal tersebut tidak lepas dari peran Zheng He, alias Cheng Ho.*/Tika Af’idah, diambil dari http:www.lostislamichistory.com

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Assassin: Pemburu Maut dari Lembah Alamut (3)

Assassin: Pemburu Maut dari Lembah Alamut (3)

NU, Dekrit Presiden  5 Juli 1959 dan Piagam Jakarta

NU, Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dan Piagam Jakarta

Kisah “Dua Rupa” Teuku Umar

Kisah “Dua Rupa” Teuku Umar

500 Tahun Islam di Papua: Dari Raja Ampat Hingga Sultan Papua [2]

500 Tahun Islam di Papua: Dari Raja Ampat Hingga Sultan Papua [2]

10 November: Menggugah Gairah Ghirah

10 November: Menggugah Gairah Ghirah

Baca Juga

Berita Lainnya