Dunia Sebelum Nubuwwah (2)

Dunia Sebelum Nubuwwah (2)
Latta dan Uzza adalah dewa dan berhalanya Arab jahiliyah

Terkait

Lanjutan artikel PERTAMA

Oleh: AlwiAlatas

KONDISI sosial dan kemanusiaan di semua peradaban juga mengalami kemerosotan yang serius. Perempuan dapat dikatakan tidak dihargai oleh semua peradaban yang ada. Pemerintahan pada umumnya bersifat absolut dan penindasan terhadap rakyat terjadi di banyak negeri. Agama Kristen di Romawi dan banyak tempat lainnya terpecah dalam sekte-sekte yang banyak jumlahnya dan saling bermusuhan satu sama lain. Bangsa India menganut sistem kasta yang ketat, dan kaum perempuan yang ditinggal mati suaminya didorong untuk ikut membakar dirinya bersama jenazah suaminya yang dikremasi.

Di Persia pernikahan incest (hubungan seks sedarah) dibolehkan, dan beberapa faham yang merusak, seperti mazdakisme, sempat menimbulkan kekacauan sosial di tengah masyarakat negeri itu. Bangsa Arab tidak sendirian dalam kejahiliyahannya ketika itu, dan dalam beberapa hal mereka tidak lebih jahiliyah dibandingkan bangsa-bangsa lainnya di dunia.

Ketika Nabi Muhammad  diutus, terjadilah perubahan positif yang sangat besar dan cepat. Pada awalnya di Hijaz, kemudian di Jazirah Arab, dan setelah itu menyebar ke belahan dunia lainnya. Al-Nadwi menyebut perubahan ini sebagai ”kejadian yang paling aneh sepanjang sejarah.”

Menurutnya,  ”Perubahan itu benar-benar aneh dalam segala hal: Aneh dalam hal kecepatannya, aneh dalam hal sifatnya yang sangat mendalam, dan aneh dalam hal daya-cakupnya yang menyeluruh. Juga aneh dalam hal kejelasannya serta kemudahannya difahami.”

Peradaban Islam telah mempengaruhi peradaban dunia dan memberi perubahan positif kepadanya. Al-Nadwi mengutip pendapat beberapa tokoh non-Muslim tentang hal ini. Robbert Briffault, misalnya, mengatakan, ”Bukan ilmu phisika yang berasal dari orang-orang Arab yang menghidupkan kembali Eropa, akan tetapi peradaban Islam telah banyak mempengaruhi berbagai cabang kehidupan di Eropa sejak memancarkan sinarnya yang pertama ke benua itu.”

Jawaharlal Nehru, perdana menteri pertama India, juga menyatakan, ”… masuknya Islam mempunyai arti yang sangat penting dalam sejarah India, Ketika itu kerusakan dan kejahatan di kalangan masyarakat Hindu sedang meluas. Pembagian golongan penduduk telah melahirkan berbagai macam kasta dan menciptakan golongan yang dianggap najis…. Teori persaudaraan dan persamaan Islam yang diyakini dan dihayati oleh kaum Muslimin sangat dalam pengaruhnya dalam pemikiran orang-orang Hindu, dan yang paling banyak terpengaruh ialah kaum sengsara yang oleh masyarakat Hindu dilarang menikmati hak persamaan dan hak-hak asasi manusia lainnya.”

Ada banyak contoh lainnya yang disebutkan dalam buku al-Nadwi, sebuah buku yang sangat bagus untuk dibaca. Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa kejahiliyahan pada masa itu tidak hanya terbatas di Jazirah Arab dan bukan pula penduduk negeri ini yang paling mundur moralitasnya. Kejahiliyahan dan kemerosotan peradaban terjadi di berbagai belahan dunia. Maka kemunculan Nabi Muhammad saw. dan perubahan yang terjadi setelahnya benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam, tepat seperti yang digambarkan oleh al-Qur’an: ” Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS 21: 107). Wallahu a’lam.*/Jakarta, 29 Dzul Qa’dah 1434/ 5 Oktober 2013

Penulis adalah penulis buku “Nuruddin Zanki dan Perang Salib” kolumnis hidayatullah.com, kini sedang mengambil program doktoral bidang sejarah di Universiti Islam Antarabangsa, Malaysia

Rep: -

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !