Ahad, 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H

Oase Iman

Al-Qur’an Mukjizat Terbesar

mukjizat al-qur'an
Bagikan:

Al-Qur’an mukjizat yang tak bisa dibuat atau ditiru manusia meskipun hanya satu ayat saja, ini sesuai janji Allah sendiri

Hidayatullah.com | SEMUA Nabi memiliki mukjizat. Nabi Isa AS, punya mukjizat bisa menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah Ta’ala, s ementara Islam mempunyai Al-Quran mukjizat yang telah dijamin Allah.

Kisah ini difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an Surat Ali Imran [3] ayat 49.

وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil (Isa AS berkata), ‘Aku telah datang kepada kamu dengan sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku beri tahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman’.” (Surat Ali Imran [3] ayat 49).

Mukjizat, secara istilah, berarti kejadian luar biasa yang Allah Ta’ala berikan kepada para Nabi-Nya sebagai bukti kenabian mereka. Nabi Ibrahim AS memiliki mukjizat tak mempan dibakar oleh Raja Namrud.

Nabi Nuh AS mempunyai mukjizat mampu membuat kapal besar dalam waktu singkat ketika Allah Ta’ala memerintahkannya. Nabi Musa AS mampu membelah lautan ketika dikejar oleh Raja Fir’aun dan bala tentaranya.

Semua mukjizat tersebut terlihat tidak rasional. Artinya, terlihat aneh, tak bisa dicerna oleh akal, hanya mampu dilihat dan dirasakan saat itu saja.

Laut yang dibelah oleh Nabi Musa AS atas izin Allah Ta’ala, misalnya, hanya bisa dilihat dan dirasakan saat Nabi Musa AS sudah terdesak dikejar Fir’aun dan bala tentaranya. Setelah Bani Israil bersama Nabi Musa AS berhasil menyeberangi Laut Merah yang terbelah, laut tersebut menutup kembali seperti sedia kala, menenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya.

Sejak saat itu, kita tak bisa lagi melihat laut yang terbelah. Sebab, kejadiannya hanya satu kali itu saja.

Dari sekian banyak mukjizat para nabi dan Rasul, hanya ada satu mukjizat yang rasional, isinya mampu dicerna oleh akal manusia, kebenarannya bisa dibuktikan, keberadaannya bisa dirasakan, dan keindahan bahasanya bisa diresapi sampai saat ini, bahkan sampai akhir zaman. Itulah al-Qur’an mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk umat manusia.

Memang, Al-Qur’an mukjizat, yang tak bisa dibuat oleh manusia meskipun hanya satu ayat saja. Ini diungkap oleh Allah Ta’ala dalam al-Qur’an Surat Yunus [10] ayat 38:

اَمۡ يَقُوۡلُوۡنَ افۡتَـرٰٮهُ‌ ؕ قُلۡ فَاۡتُوۡا بِسُوۡرَةٍ مِّثۡلِهٖ وَادۡعُوۡا مَنِ اسۡتَطَعۡتُمۡ مِّنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ اِنۡ كُنۡتُمۡ صٰدِقِيۡنَ

“Apakah pantas mereka mengatakan, ‘Muhammad yang telah membuatnya?’ Katakanlah, ‘Buatlah sebuah surat yang semisal dengan surat (Al-Qur’an), dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang mampu (membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar’.” (QS: Yunus: 38).

Namun, al-Qur’an tidak ekslusif hanya untuk para Nabi dan Rasul saja. Bukan juga untuk segolongan manusia saja.

Al-Qur’an mukjizat yang diciptakan oleh Allah Ta’ala untuk semua manusia. Ini tidak seperti kitab-kitab yang diturunkan Allah Ta’ala sebelumnya yang diperuntukkan bagi kaum tertentu saja.

Hanya saja, al-Qur’an baru akan menjadi petunjuk bila manusia mengimaninya. Jika tidak, mana mungkin al-Qur’an bisa dijadikan petunjuk? Mengimaninya saja tidak, apalagi mengikutinya.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat al-Baqarah [2] ayat 2 dan 3:

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ ھُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَ يُـقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَ مِمَّا رَزَقْنٰھُمْ يُنْفِقُوْنَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS: Al-Baqarah 2-3)

Yang menarik, al-Qur’an mukjiat yang tidaklah diturunkan sekaligus. Tapi Al-Quran mukjizat yang diturunkan secara bertahap.

Perihal ini, kaum kafir sempat bertanya seraya mengolok-olok, dan dijawab langsung Allah SWT:

وَقَالَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ الۡـقُرۡاٰنُ جُمۡلَةً وَّاحِدَةً‌  ‌ۛۚ كَذٰلِكَ ‌ۛۚ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُـؤَادَكَ‌ وَرَتَّلۡنٰهُ تَرۡتِيۡلًا

“Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar).” (al-Furqon [25]: 32).

Lalu Allah Ta’ala menjawab, sebagaimana sambungan dari ayat tadi, “Agar Kami memperteguh hatimu, (wahai) Muhammad.” Dengan demikian, wajarlah bila al-Qur’an mukjizat terbesar di antara sekian banyak mukjizat yang diberikan Allah Ta’ala kepada pada Nabi dan Rasul.

Rep: Mahladi
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Pribumi Pendatang di Era Kenabian

Pribumi Pendatang di Era Kenabian

Cinta Bilal untuk Al-Mukhtar Shallallahu ‘alaihi Wassallam

Cinta Bilal untuk Al-Mukhtar Shallallahu ‘alaihi Wassallam

Aib

Membongkar Aib Orang, Lupa Cela Sendiri

Alangkah Mengerikan Jahannam Itu!

Alangkah Mengerikan Jahannam Itu!

Ibadah adalah Pembeda Seseorang dalam Kehidupan

Ibadah adalah Pembeda Seseorang dalam Kehidupan

Baca Juga

Berita Lainnya