Ahad, 28 November 2021 / 23 Rabiul Akhir 1443 H

Oase Iman

Wahn dan Cacat Iman

buih di lautan
Bagikan:

Hidayatullah.com |PENYAKIT wahn menjadi penyebab umat Islam kelak menjadi lemah. Ketika itu, kata Rasulullah ﷺ dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad, keadaan umat Islam seperti buih yang terbawa air. Banyak tapi tak berdaya!

Apakah penyakit wahn itu? Rasulullah ﷺ menjelaskan dalam sambungan hadits tersebut bahwa wahn adalah cinta dunia dan takut mati. Orang yang amat mencintai dunia tak akan mau berjuang untuk Islam. Waktu mereka habis untuk mengejar dunia seakan-akan mereka hidup selamanya.

Mereka juga akan mati-matian mempertahankan apa yang mereka dapat tanpa mau berkorban untuk sesama. Mereka tak peduli lagi dengan seruan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Jika kepada Tuhannya mereka sudah tak peduli, apalah lagi dengan sesama manusia.

Ketika diingatkan tentang kematian, mereka akan menutup kedua telinganya. Mereka tak suka mendengarkan hal itu karena takut. Mereka tahu kematian akan mencabut seluruh kenikmatan yang mereka peroleh dan menutup peluang mengejar kenikmatan yang lain.

Mereka juga tahu bahwa kematian tak akan bisa mereka elakkan meski hanya beberapa detik saja. Mereka tak bisa bersembunyi di tengah tumpukan harta dan angan-angan. Karena itulah mereka takut.

Mereka tak suka mempelajari al-Qur’an, Hadits, dan nasehat-nasehat ulama. Semua itu, bagi mereka, akan menambah ketakutan kepada kematian.

Mereka tak lagi bersemangat menuntut ilmu yang berorientasi akhirat. Ilmu hanya sebatas dunia, karena tujuan akhir adalah dunia. Kurangnya ilmu menyebabkan mereka berpeluang untuk salah bersikap, mudah difitnah, dan gampang diadudomba. Ini juga menyebabkan mereka kian menjadi buih.

Rasulullah ﷺ bersabda;

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR: Abu Daud dan Ahmad).

Bagai Buih

Banyak juga di antara mereka yang tak mampu bersabar. Sebab, manusia yang berorientasi kepada dunia akan selalu tergesa-gesa. Mereka ingin cepat mendapat hasil sebelum kematian datang menjemput.

Bagi mereka, kesenangan di dunia adalah tujuan dan kesengsaraan di dunia adalah nestapa.  Mereka tak mau membela ketika Islam dinistakan.

Mereka berpaling muka ketika Islam memanggil. Kalau pun mereka datang, kehadiran mereka tidak dilandasi karena iman. Mereka tetap rapuh.

Saat itulah iman mereka menjadi cacat. Mereka menjadi lemah. Keadaan mereka, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah ﷺ, bagai buih di atas air yang mengalir.

Umat Islam ketika itu sangat banyak tapi tak kuat. Sementara musuh-musuh Islam tak akan tinggal diam. Mereka akan terus berupaya menjauhkan kaum Muslim dari agamanya.

Padahal Allah dalam Al-Qurab mengatakan kaum Muslim adalah kaum terbaik, yang akan mengalahkan kaum lain selama beriman dan taat, hatta,  jumlah kaum Muslim sedikit.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحَْنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS: Ali Imran ayat 139).

Semoga hal ini menjadi pelajaran kita semua. Amin. *

Rep: Mahladi
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Benturan Dua Jalan

Benturan Dua Jalan

Hasrat Membunuh Demokrasi

Hasrat Membunuh Demokrasi

Jangan Berputus Asa, Mari Jemput Rahmat Allah

Jangan Berputus Asa, Mari Jemput Rahmat Allah

wudhu

Malaikat Mendoakan Orang yang Menjaga Wudhu

7 Persiapan Sambut Bulan Ramadhan dengan Gembira

7 Persiapan Sambut Bulan Ramadhan dengan Gembira

Baca Juga

Berita Lainnya