Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Oase Iman

Mungkinkan Dajjal Itu Kita?

Bagikan:

Kerja dajjal  adalah memproduksi kebohongan, data yang manipulatif, plesetan yang menyesatkan. Mungkinkah Dajjal itu kita?

Telah nampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (ar-Ruum: 41)

Hidayatullah.com | BENCANA alam dan anarkisme di kalangan rakyat terjadi ketika elemen-elemen penting dalam masyarakat, seperti penegak hukum maupun bagian dari kepemimpinan, sudah tak bisa lagi dipercaya mengelola dan memimpin dengan baik. Kenapa rakyat tidak percaya kepada mereka. Karena selama ini mereka tidak berperilaku jujur kepada rakyat. Terlalu banyak pemimpin di dunia ini yang bicaranya baik, pidatonya bagus, pernyataan-pernyataannya mengena akal sehat, tetapi hatinya busuk.

Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ

“Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR:Thabrani)

Sudah sedemikian parahkah keadaan kita?

Di antara negara-negara yang dilanda krisis, hanya Indonesia yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Nilai tukar rupiah terus anjlok, inflasi lebih laju dari pertumbuhan ekonomi, sementara angka pengangguran terus membengkak. Daya beli rakyat terus merosot, sementara harga-harga barang tak bisa ditahan. Bersamaan dengan itu, politik terus gonjang ganjing.

Kenapa negara-negara lain, seperti Korea selatan dan Malaysia segera pulih dari krisis, sementara kita terus terkubur dalam lubang krisis? Jawabnya telah kita ketahui bersama, karena krisis di kedua negara tersebut hanyalah krisis ekonomi, sedangkan kita mengalami krisis multi dimensi.

Untuk memulihkan keadaan ini resepnya sangat sederhana. Satu saja kata kuncinya, yaitu kejujuran, sekali lagi kejujuran. Yang dibutuhkan sekarang adalah polisi jujur, jaksa jujur, hakim jujur, birokrat jujur, dan presiden yang jujur. Demikian juga rakyat yang jujur.

Kemajuan dan kesuksesan suatu bangsa dalam melaksanakan tugasnya sangat ditentukan dari kejujuran yang dilaksanakan oleh putra putra bangsa itu. Apabila kadar kejujurannya besar, maka bangsa tersebut akan mengalami kemajuan dengan pesat. Sebaliknya, jika nilai-nilai kejujuran tidak diterapkan, maka bangsa itu akan kandas di tengah jalan. Hal itu berarti kehancuran.

Untuk menghindari kehancuran total, saatnya seluruh unsur bangsa, terutama para pemimpin negara untuk menerapkan praktek bernegara dengan kejujuran. Tanpa itu, kebangkrutan bangsa ini tinggal menunggu waktu. Berikut ini pesan Rasululah ﷺ:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سيَأتي علَى النَّاسِ سنواتٌ خدَّاعاتُ يصدَّقُ فيها الكاذِبُ ويُكَذَّبُ فيها الصَّادِقُ ويُؤتَمنُ فيها الخائنُ ويُخوَّنُ فيها الأمينُ وينطِقُ فيها الرُّوَيْبضةُ قيلَ وما الرُّوَيْبضةُ قالَ الرَّجلُ التَّافِهُ في أمرِ العامَّةِ

“Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara. Lalu, Rasulullah ditanya, “Apakah Ruwaibidlah itu?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.” (Sunan Ibnu Majah).

Dajjal-dajjal itu bisa berwujud manusia. Mungkin mereka itu tidak jauh dari kita, mungkin juga kita, atau para pemimpin kita. Yang jelas kerja Dajjal ini adalah memproduksi kebohongan demi kebohongan, data-data yang manipulatif, termasuk plesetan-plesetan yang menyesatkan. Mungkin saja plesetannya membuat orang tertawa, tapi di balik itu semua tersimpan racun yang sangat berbahaya, berupa fitnah.

Dajjal-dajjal itu adalah sebagian wartawan yang sengaja membuat kesalahan atau kesengajaan dalam menyiarkan berita yang membuat manusia tersesat. Bisa juga berwujud para politikus yang sengaja memberikan gambaran yang salah dan menyiarkan fitnah hanya untuk meraih massa pendukungnya.

Dajjal juga bisa jadi para pembesar negeri yang korup yang menilep uang negara untuk kepentingan pribadi atau teman-temannya sendiri. Mereka ini adalah penjahat-penjahat yang paling berbahaya.

Islam sangat keras dalam menyikapi para pembohong. Ketika ditanyakan kepada Rasulullah, apakah ada di antara kaum Mumin yang pengecut, beliau menjawab, ada. Lalu beliau ditanya lagi apakah ada orang Mumin yang kikir? Beliau menjawab, ada. Kemudian ditanya lagi apakah ada orang Mukmin yang pembohong? Beliau menjawab, tidak ada.

Dalam sebuah riwayat Nabi bersabda :

يُطْبَعُ الْمُؤْمِنُ عَلَى الْخِلَالِ كُلِّهَا إِلَّا الْخِيَانَةَ وَالْكَذِبَ

“Seorang mukmin bisa memiliki perangai apa saja kecuali khianat dan dusta.” (HR: Ahmad).

Salah satu di antaranya adalah sikap jujur dan benar. Marilah kita jaga dan pelihara kejujuran ini di manapun kita berada dan dalam situasi yang bagaimanapun juga.

Sebagai pedagang, mungkin saja kita tergiur untuk menawarkan dengan sedikit berbohong agar mendapat keuntungan yang lebih besar. Tetapi bila cara-cara ini dilakukan orang dalam jumlah besar, dan sistem perniagaan telah menjelma menjadi sistem kebohongan, kedustaan dalam tempo tidak terlalu lama kehancuran.

Sebagai politikus mungkin saja tanpa kebohongan sana-sini kampanye politik menjadi hambar dan tidak menarik perhatian. Tetapi kebohongan yang merambahi cara-cara kita membangun kekuatan dalam sistem bernegara dalam waktu tidak terlalu lama justeru akan merobohkan sistem itu sendiri.

Bukan saja rakyat yang tidak percaya, bahkan para politikus sendiri telah hilang kepercayaan pada apa yang telah dibangunnya. Tidak sedikit di antara mereka yang terjerat oleh kata-kata oleh perilakunya sendiri.

Dalam riwayat lain disebutkan:

ثلاثة لا يكلمهم الله ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم ؛ أشيمط زان، وعائل مستكبر، ورجل جعل الله بضاعته لا يشتري إلا بيمينه ولا يبيع إلى بيمينه رواه الطبراني بسند صحيح.

 “Dari Shahabat Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu berkata:”Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: “Tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah (pada hari kiamat) dan tidak disucikan-Nya dan bagi mereka adzab yang pedih ( yaitu); orang yang sudah beruban (tua) yang berzina, orang miskin yang sombong, dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, ia tidak membeli kecuali dengan bersumpah (dengan nama-Nya) dan tidaklah ia menjual kecuali dengan bersumpah (dengan nama-Nya).” (HR: Thabrani).

Sebaik-baik di kalangan manusia adalah yang digambarkan Allah di dalam ayatnya ini:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ بِٱلْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَوِ ٱلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَٱللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلْهَوَىٰٓ أَن تَعْدِلُوا۟ ۚ وَإِن تَلْوُۥٓا۟ أَوْ تُعْرِضُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

 “Wahai orang-orang Mumin, jadilah kamu orang-orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak, dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (fakta) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan.” (QS: an-Nisaa: 135).*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Nasihat Luqman pada Anaknya (2)

Nasihat Luqman pada Anaknya (2)

Jadilah Uswah, Bukan ‘Ibroh!

Jadilah Uswah, Bukan ‘Ibroh!

Setetes Embun dari Rumah Allah (1)

Setetes Embun dari Rumah Allah (1)

Di Mana 1,9 Milyar Umat Islam Saat Ini?

Di Mana 1,9 Milyar Umat Islam Saat Ini?

Jalan Menuju Bahagia, Kembali ke Jalan Pemilik Langit dan Bumi [2]

Jalan Menuju Bahagia, Kembali ke Jalan Pemilik Langit dan Bumi [2]

Baca Juga

Berita Lainnya