Ahad, 26 September 2021 / 18 Safar 1443 H

Oase Iman

Do’a untuk yang Terbaring Sakit yang Dianjurkan Rasulullah 

Ilustrasi.
Bagikan:

Hidayatullah.com |  MENDENGAR  cerita sakitnya para kiri, guru,  asatidz  –bahkan kaum Muslimin lainnya–  kita teringar anjuran do’a bagi orang yang sakit. Hal ini sebagaimana Rasulullah ﷺ menganjurkan.

Bahkan dahulu Nabi Muhammad ﷺ seringkali menjenguk dan mendoakan sahabatnya yang sakit. Berikut beberapa lafadz doa yang dibaca Rasulullah ﷺ;

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبْ الْبَاسَ اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

“Allahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfihi wa antas syafi laa syifaa’a illa syifaauka syifaa’an laa yughadiru saqaman”

“Ya Allah Rabb manusia, dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.”(HR: Bukhari)

Kedua, Rasulullah ﷺ pernah mendoakan Ummul Mukmnin Aisyah saat istrinya itu sakit dengan lafaz berikut:

امْسَحْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ

“Amsihil ba’sa rabbannaasi biyadikas syifaa’u laa kaasyifa lahu illa anta”

“Hilangkanlah rasa sakit wahai Rabb manusia, di tangan-Mu lah segala kesembuhan, dan tidak ada yang dapat menyingkap penyakit tersebut melainkan Engkau.” (HR: Bukhari Muslim)

Ketiga, saat menjenguk orang sakit, Rasulullah menganjurkan membaca do’a berikut sebanyak 7 kali:

أَسْأَلُ الله الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“As alullaahal ‘azhiim rabbal ‘arsyil ‘azhiim an yasyfiyaka”

“Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Arsy yang Agung semoga Dia menyembuhkanmu”.

Ibnu Abbas menyatakan, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit yang belum datang ajalnya kemudian ia mengucapkan (do’a) di sebelahnya sebanyak tujuh kali: As alullaahal ‘azhiim rabbal ‘arsyil ‘azhiim an yasyfiyaka, maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut. (HR. Abu Daud).

Keempat, ketika Rasulullah ﷺ menjenguk orang sakit, beliau menghiburnya dengan menyatakan bahwa sakit bisa menjadi penggugur dosa. Sebagaimana doanya kepada seorang badui yang sedang demam:

لاَ بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ الله

“Laa ba’sa thahur insyaa Allah”

“Tidak apa, semoga menjadi penghapus (dosa), jika Allah menghendakinya.” (HR:  Bukhari)

Kelima, Nabi pernah mendoakan sahabatnya dengan menyebut amal saleh yang pernah dilakukan orang sakit tersebut;

اللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوًّا وَيَمْشِي لَكَ إِلَى الصَّلَاةِ

“Allahummasyfi ‘abdaka yanka`u laka ‘aduwwan au yamsyii laka ilas shalati”

“Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu yang telah banyak melukai musuh-musuh-Mu dan berjalan untuk melaksanakan shalat untuk-Mu.” (HR: Ahmad).

Keenam, Rasulullah ﷺ pernah mendoakan sahabatnya, Salman dengan lafaz:

شَفَى اللَّهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي بَدْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

“SyafakAllahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘aafaaka fii badanika wa jismika ilaa muddati ajalika”

“Semoga Allah menyembuhkan sakitmu, mengampuni dosamu, menyehatkan badanmu dan jasadmu hingga waktu ajalmu.”

Ketujuh, Rasulullah ﷺ pernah mendoakan Utsman bin Affan dengan doa:

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، أُعِيذُكَ بِالله الأَحَدِ الصَّمَدِ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفْوًا أَحَدٌ مِنْ شَرِّ مَا تَجِدُ

“Bismillahirrahmaanirrahim, u’idzuka billah al-ahad ash-shamad alladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakun lahu kufuwan ahad min syarri maa tajid”

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku mendoakanmu dengan nama Allah Yang Esa, Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Yang tiada beranak dan tidak pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia, dari segala keburuka yang engkau temui.”

Demikianlah beberapa Do’a yang pernah Nabi Muhammad ﷺ ucapkan saat menjenguk sahabatnya yang sakit. Selain mendoakan kesembuhan, beliau juga mendo’akan ampunan dan menghibur sahabatnya yang sakit. Agar mereka tidak berkecil hati dan semakin yakin untuk menggapai kesembuhan. Semoga bermanfaat, barokallahu’ fiikum .*/Disarikan dari Buku Doa Zikir & Ruqyah (Dr. Said Ali Al-Qathani), ditulis ulang Abu Fayadh Muhammad Faisal

Rep: Admin Hidcom
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Beramallah dari Apa yang Anda Ketahui

Beramallah dari Apa yang Anda Ketahui

Dipilih.. Dipilih..! Pemimpin yang menjaga Shalat dan mengambil Allah sebagai Sembahan!

Dipilih.. Dipilih..! Pemimpin yang menjaga Shalat dan mengambil Allah sebagai Sembahan!

Kenali Tanda-tanda Sempitnya Hati Sejak Dini

Kenali Tanda-tanda Sempitnya Hati Sejak Dini

Kecintaan Allah bagi Hamba-Nya Tak Terukur (1)

Kecintaan Allah bagi Hamba-Nya Tak Terukur (1)

Asalkan Iman Tidak Hilang

Asalkan Iman Tidak Hilang

Baca Juga

Berita Lainnya