Senin, 17 Mei 2021 / 6 Syawwal 1442 H

Oase Iman

Kita Ikut Berjuang, Karena Itulah Kita Umat Terbaik!

MUHAMMAD ABDUS SYAKUR/HIDAYATULLAH.COM
Bagikan:

Hidayatullah.com | BAGI sebagian orang, tindakan membela kebenaran itu dianggap berbahaya. Apalagi bila tindakan tersebut diikuti oleh upaya menumpas kebathilan dan menegakkan keadilan.

Upaya seperti ini, bagi sebagian orang tersebut, dianggap cikal bakal pemberontakan. Artinya, bila dibiarkan, bisa menggoyang eksistensi mereka.

Karena itu, mereka amat setuju dengan semboyan “damai itu indah”, atau “memaafkan itu jauh lebih baik.” Bahkan, boleh jadi, mereka sendiri yang menghidupkan semboyan-semboyan itu.

Sebenarnya, tak ada yang salah dengan semboyan-semboyan tersebut. Damai memang membuat ibadah menjadi nyaman, dan memaafkan memang lebih mulia dibanding membalas perlakuan dengan perlakuan serupa. Memaafkan bisa membuat suasana menjadi damai.

Terlebih bila pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan kekuatan telah berupaya untuk menegakkan keadilan dan terlihat sungguh-sungguh menumpas kebathilan. Maka, serahkan saja tanggung jawab menumpas kebathilan dan menegakkan keadilan itu kepada penegak hukum. Beres!

Hanya saja, ketika kita telah menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pihak yang berwewenang dan meyakini mereka bisa menumpasnya, bukan berarti semangat kita untuk membela kebenaran menjadi pudar. Tidak juga berarti kehendak untuk menumpas kebathilan menjadi surut.

Ghirah untuk membela kebenaran dan mencegah kemungkaran tetap harus dipelihara. Jangan sampai padam! Sebab, karena ghiroh itulah kita menjadi umat terbaik di antara umat-umat yang lain.

Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur’an surat Ali Imran [3] ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّا سِ تَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِا للّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَا نَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَ كْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”

Jadi, jangan sampai semboyan “damai itu indah” menjadikan kita lupa bahwa damai juga perlu diperjuangkan. Manakala saudara kita tengah berjuang untuk mendapatkan kedamaian itu maka kita harus membantunya. Manakala negara kita tengah berjuang untuk memperoleh kedamaian itu, maka kita wajib bela negara.

Begitu pun ketika saudara-saudara Muslim kita di negara lain tengah berjuang merebut kembali haknya yang dirampas, kita pun harus membantu mereka dengan apa yang kita bisa.

Saat ini, Gaza dan al-Quds tengah memanggil kita. Mana mungkin panggilan itu akan kita penuhi manakala ghiroh telah kita padamkan.

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kalimah Thoyyibah: Antara Faedah, Ghirah dan Tarbiyah Aqidah

Kalimah Thoyyibah: Antara Faedah, Ghirah dan Tarbiyah Aqidah

Bentuk Siksaan Allah SWT Bagi Pezina (2)

Bentuk Siksaan Allah SWT Bagi Pezina (2)

Kalimat yang Mendatangkan Keselamatan Umat Manusia

Kalimat yang Mendatangkan Keselamatan Umat Manusia

Mengembalikan Manusia Pada Khittahnya

Mengembalikan Manusia Pada Khittahnya

Jika Lockdown Berkelanjutan, Ini Petunjuk Al-Qur`an

Jika Lockdown Berkelanjutan, Ini Petunjuk Al-Qur`an

Baca Juga

Berita Lainnya