Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Oase Iman

Waktu Doa Mustajab

Seorang pria berdoa selama bulan Ramadhan di sebuah masjid di Benghazi, Libya (Reuters)
Bagikan:

Hidayatullah.com | DALAM  syariat Islam disebutkan, semua waktu adalah milik Allah dan baik bagi setiap hamba untuk beribadah dan mendekat kepada-Nya, termasuk dalam berdoa dan bermunajat. Asal doa dan munajat itu disampaikan dengan sungguh-sungguh, menggunakan cara-cara yang benar dan sesuai dengan ketentuan syariat, dan memenuhi adab-adab berdoa, insya Allah mustajab.

Salah satu adab berdoa adalah yakin, sabar, dan tidak tergesah-gesah. Sebagian kaum muslimin seolah “memaksa” Allah untuk mengabulkan segala yang diminta, padahal belum tentu berakibat baik bagi dirinya, baik untuk agama maupun dunianya. Jangan bosan berdoa dan jangan pula tergesa-gesa.

أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ : (( يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ : يَقُوْلُ : قَدْ دَعْوتُ رَبِّي ، فَلَمْ يَسْتَجِبْ لِي )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ : (( لاَ يَزالُ يُسْتَجَابُ لِلعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ )) قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ ؟ قَالَ : (( يَقُوْلُ : قَدْ دَعوْتُ ، وَقَدْ دَعَوْتُ ، فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِبُ لِي ، فَيَسْتحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Doa salah seorang di antara kalian pasti dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa. (Yaitu) orang tersebut berkata, ‘Aku telah berdoa kepada Rabbku, tetapi Dia tidak mengabulkannya untukku.’” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari dan Muslim].

Meskipun semua waktu itu baik untuk berdoa, namun ada waktu-waktu istimewa yang doa-doa itu mudah dikabulkan. Waktu-waktu mustajabat tersebut dijelaskan dalam berbagai riwayat. Di antara waktu tersebut antara lain adalah waktu antara adzan dan iqamah, setelah shalat, pada saat sujud, pada sepetiga malam terakhir, dan pada hari Arafah.

Berikut ini penjelasannya;

  1. Waktu antara adzan dan iqamah

Setelah adzan, sebaiknya setiap Muslim tidak duduk sebelum melaksanakan shalat sunnah qabliyah.  Setelah melaksanakan shalat rawatib tersebut, amalan utama yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak doa karena doa antara adzan dan iqamah itu termasuk mustajabah. Dalam hadits yang diriwatan An-Nasai, Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika seorang mu’adzin telah mengumandangkan adzan, perbanyaklah berdoa dan memohon agar doamu diterima oleh-Nya. Dia memberikan apa yang kamu harapkan.”

  1. Pada saat sujud

Terkait dengan masalah tersebut, Rasulullah ﷺ bersabda, “Jarak yang paling dekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud kepada-Nya, maka perbanyaklah doa pada saat itu.” (Riwayat Muslim)

  1. Setelah shalat

Diantara waktu-waktu yang istimewa bagi seorang muslim dalam berdo’a adalah setelah shalat. Oleh karena itu, sebaiknya muslim duduk sejenak setelah shalat untuk berdzikir dan memperbanyak do’a. Kecuali ada hajat yang sangat mendesak untuk ditunaikan, sebaiknya muslim bersabar sejenak, tidak meninggalkan tempat shalat sebelum berdo’a.

  1. Sepetiga malam terakhir

Di antara 24 waktu yang disediakan Allah SWT bagi semua hamba-Nya, ada waktu-waktu istimewa. Waktu tersebut adalah sepetiga malam terakhir, kira-kira mulai pukul 02.00 hingga menjelang subuh. Rasulullah ﷺ bersabda;

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  1. Pada Hari Arafah

Keistimewaan hari ini hanya dikhususkan bagi jamaah haji yang menjalankan wakuf di Arafah, tepatnya pada setiap 9 Dzul Hijjah, dimulai dari waktu dzuhur hingga maghrib. Selain di hari tersebut, Arafah tidak memiliki keistimewaan apapun. Doa-doa yang dimunajatkan  pada selain hari dan waktu tersebut sama kedudukannya dengan doa di tempat lainnya. Hanya pada waktu itu dan di tempat itu saja.   Mudah-mudahan bermanfaat.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Didi Kempot dan Sebuah Kematian

Didi Kempot dan Sebuah Kematian

Makan Kelelawar dan Ular, Halalkah?

Makan Kelelawar dan Ular, Halalkah?

Percikan Hikmah: Hidup dan Nikmat Sehat (1)

Percikan Hikmah: Hidup dan Nikmat Sehat (1)

Jika Lockdown Berkelanjutan, Ini Petunjuk Al-Qur`an

Jika Lockdown Berkelanjutan, Ini Petunjuk Al-Qur`an

Sombong, Biang Segala Penyakit Hati

Sombong, Biang Segala Penyakit Hati

Baca Juga

Berita Lainnya