Dompet Dakwah Media

Cincin Rasulullah ﷺ

Cincin Rasulullah terbuat dari perak, bukan dari emas. Sebab,  dilarang dari emas. “Cincin Rasulullah terbuat dari perak, sedangkan mata cincinnya dari Habasyiah.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

Cincin Rasulullah ﷺ

Terkait

Hidayatullah.com | RASULULLAH memakai cincin pada masa-masa akhir kehidupan beliau. Tepatnya setelah hijrah ke Madinah. Tercatat beliau mulai memakai cincin sejak tahun ke-6 H, ketika beliau mengirimkan surat-surat yang berisi seruan dakwah kepada para penguasa negara adidaya pada zaman itu.

Imam Bukhari meriwayatkan, “Ketika Rasulullah hendak menulis surat seruan dakwah kepada kaum ajam. Disampaikan kepada beliau, kaum ajam tidak menerima surat, kecuali diberi stempel. Sehingga dibuatkanlah  beliau cincin yang berfungsi untuk menyetempel surat-surat tersebut.”

Yang dipakai menyetempel itu adalah mata cincinnya. Nah, mata cincinnya Rasulullah, masih kata Imam Bukhari, berbentuk ukiran bertuliskan  ‘Muhammad’ dalam satu baris. Kemudian ‘Rasul’  pada baris selanjutnya dan ‘Allah’ pada barus selanjutnya.

Cincin Rasulullah terbuat dari perak, bukan dari emas. Sebab,  dilarang dari emas. “Cincin Rasulullah terbuat dari perak, sedangkan mata cincinnya dari Habasyiah.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

Habasyiah itu nama daerah. Dalam kontek cicin Rasulullah, mungkin bahannya berasal dari Habasyiah atau dibuat dengan model khas Habasyiah.

Pada hadis lain Imam Bukhari mengatakan, “Cincin Nabi terbuat dari perak, demikian pula mata cincinnya terbuat dari perak.”

Karena tertera nama ‘Allah’ dan ‘Rasul’, Rasulullah sangat hati-hati memakainya. “Apabila Nabi memasuki kamar mandi, beliau melepas cincinnya.” (HR. Tirmidzi)

Itu beliau lakukan dalam rangka mengagungkan asma Allah dan Rasul-Nya yang terukir pada cicin beliau.

Berdasarkan keterangan Imam Bukhari, Rasulullah memakai cincin dari perak yang beliau pakai semasa hidup. Kemudian selepas wafatnya, cincin tersebut dibawa oleh Abu Bakar. Setelah Abu Bakar wafat, cincin itu dibawa oleh Umar.  Selanjutnya, dibawa oleh Utsman bin Affan. Hingga suatu Ketika cincin tersebut jatuh di Sumur Aris. Pada cincin tersebut terdapat ukiran yang bertuliskan ‘Muhammad Rasulullah.

Sumur Aris  terletak di sebuah taman di dekat Masjid Quba’. Utsman dan beberapa sahabat sudah berusaha mencari selama tiga hari, tapi tidak juga ditemukan.*

Rep: Bambang Subagyo

Editor: Rofi' Munawwar

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !