Sabtu, 18 September 2021 / 11 Safar 1443 H

Oase Iman

Menangis karena Allah

Bagikan:

Hidayatullah.com | MENANGIS adalah bagian dan tabiat manusia. Wajar jika manusia menangis. Namun menangis yang bagaimanakah bisa mendapatkan keberkahan dari Allah ta’ala?

Pertama, menangis karena rasa syukur saat dibacakan ayat-ayat Allah.

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْرَٰٓءِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَٱجْتَبَيْنَآ ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُ ٱلرَّحْمَٰنِ خَرُّوا۟ سُجَّدًا وَبُكِيًّا

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS: Maryam 58)

Kedua, menangis karena merupakan tabiat manusia

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ

“..dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (QS: An Najm 43)

Ketiga,  menangis karena bisa melunakkan hati yang keras

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah.” (QS: Az Zumar 23)

Keempat, menangis sebagai bukti sifat iman dan ketundukkan kepada Allah

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS: Al Isra 109).

Kelima, menangis dapat menghindarkan seseoran dari api neraka. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ahamd, an-Nasaidan dishahihkan oleh al-Hakim, “Diharamkan neraka bagi mata yang menangis karena takut kepada Allah.”

Sebuah renungan menangis ini bisa menjadi pelajaran umat manusia. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda, ”Diantara tanda celakanya seseorang ada empat, yaitu air mata yang tak pernah terlinang untuk Allah, hati yang keras (tidak mudah terketuk oleh nasihat), rakus terhadap dunia, dan tidak pernah ingat mati.” (HR: Al Bazzar)-dari Nuruddin Ali bin Abu Bakar al Haitsami (Majma’ al Zawa’id wa Manba’ a’ al Fawa’id).*/Akbar Muzakki

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Potensi Akal dalam Memilih di Antara Dua Jalan

Potensi Akal dalam Memilih di Antara Dua Jalan

Tetangga Baik, Tetangga Jahat (1)

Tetangga Baik, Tetangga Jahat (1)

Memimpinlah dengan Rendah Hati

Memimpinlah dengan Rendah Hati

Bersyukur Pangkal Selamat

Bersyukur Pangkal Selamat

Al Wala’, Salah Satu Kunci Kejayaan Islam

Al Wala’, Salah Satu Kunci Kejayaan Islam

Baca Juga

Berita Lainnya