Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Oase Iman

Berinfaqlah, Pertolongan Allah Akan Datang

muhammad abdus syakur/hidayatullah.com
Anak ini sedang beraktivitas di sela-sela Hari Raya Idul Fitri.
Bagikan:

Hidayatullah.com | Barangkali banyak di antara kita salah menduga tentang infaq. Kita berharap, infaq yang kita berikan kepada seseorang akan mendekatkan diri kita kepada orang tersebut, lalu berharap balas jasa ketika kita sedang membutuhkan bantuan. Bukankah Islam menganjurkan agar kita saling menolong?

Ya, saling menolong memang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, tujuan akhir dari berinfaq bukanlah berharap balas budi dari mahluk, tetapi balas budi dari Allah Ta’ala. Berinfaq, kata Allah Ta’ala dalam al-Qur’an surat At Taubah [9] ayat 99, bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, sebagaimana dicontohkan oleh orang Baduy dari Kabilah Muzayyanah (tafsir al-Quran terbitan Departemen Agama RI).

Selengkapnya, ayat tersebut berbunyi: “Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Infaq, kata Rasulullah SAW, adalah bukti (burhan) keimanan kita kepada Allah Ta’ala. Bahkan, Rasulullah SAW mengisyaratkan kepada Basyir bin al-Khashashiyyah saat hendak berbaiat kepada Rasulullah SAW bahwa berinfaq dan berjihad adalah kunci masuk surga. “(Engkau) tidak sedekah dan tidak berjihad? (Lantas), dengan apa (lagi) engkau (akan) masuk surga?” kata Rasulullah SAW kepada Basyir.

Ketika kita sudah dekat dengan Allah Ta’ala, maka pertolongan Allah Ta’ala akan datang kepada kita dengan cara yang tak kita duga, bahkan mungkin tak kita tahu. Bagaimana cara Allah Ta’ala membantu kita, semata itu urusan Allah Taala. Boleh jadi bantuan tidak datang dari orang yang kita beri infaq, tetapi dari orang lain.

Bahkan, infaq dan sedekah, kata Rasulullah SAW, bisa menolak bencana, termasuk wabah. Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Thabrani, “Sedekah dapat menolak 70 macam bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).”

Di saat wabah sedang berlangsung seperti sekarang ini, perbanyaklah berinfaq. Sebab, virus yang menyebabkan wabah tersebut sama sekali tak bisa kita lihat. Bahkan orang yang di dalamnya telah bersarang virus berbahaya tersebut (carrier), tak bisa kita kenali.

Kita hanya bisa berlindung kepada Allah Taala. Dan, kita yakin, Allah Taala akan melindungi orang-orang yang “mendekat kepada-Nya” dengan berinfaq. Wallahu alam. /Mahladi Murni

Rep: Insan Kamil
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Menunggu Allah Menurunkan ‘Burung Ababil”

Menunggu Allah Menurunkan ‘Burung Ababil”

Pelajaran dari Virus Zika

Pelajaran dari Virus Zika

7 Ciri Manusia “Berwajah Buruk” Menurut Nabi

7 Ciri Manusia “Berwajah Buruk” Menurut Nabi

Dicari, Pemimpin yang Amanah

Dicari, Pemimpin yang Amanah

Generasi Syahadat, Generasi Tahan Uji (1)

Generasi Syahadat, Generasi Tahan Uji (1)

Baca Juga

Berita Lainnya