Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Oase Iman

Akal (1)

Bagikan:

1. Kekayaan yang paling besar adalah akal.

2. Akal (kecerdasan) tampak melalui pergaulan, sedangkan kejahatan seseorang diketahui ketika dia berkuasa.

3. Akal adalah raja, sedangkan tabiat adalah rakyatnya. Jika akal lemah untuk mengatur tabiat itu, maka akan timbul kecacatan padanya.

4. Akal lebih diutamakan daripada hawa nafsu karena akal menjadikanmu sebagai pemilik zaman, sedangkan hawa nafsu memperbudakmu untuk zaman.

5. Makanan pokok tubuh adalah makanan, sedangkan makanan pokok akal adalah hikmah. Maka, kapan saja hilang salah satu dari kedua makanan pokok, binasalah ia dan lenyap.

6. Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau kawan. Sebab, akal bertemu dengan akal.

7. Tidak ada harta yang lebih berharga daripada akal.

8. Pertalian yang paling berharga adalah akal yang berpasangan dengan kemujuran.

9. Adab adalah gambaran dari akal.

10. Jika akal dibiarkan menjadi kendali, tidak tertawan oleh hawa nafsu, atau melampaui batas agama, atau fanatik terhadap nenek moyang, niscaya hal itu akan mengantarkan pelakunya pada keselamatan.

11. jika engkau hendak menutup sebuah kitab, maka hendaklah engkau teliti kembali kitab itu. Karena sesungguhnya yang kaututup adalah akalmu.

12. jika Allah hendak menghilangkan nikmat dari seorang hamba-Nya, maka yang pertama kali diubah dari hamba-Nya itu adalah akalnya.

13. Akal adalah naluri, sedangkan yang mengasuhnya adalah berbagai pengalaman.

14. Akal adalah buah pikiran dan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui.

15. Ruh adalah kehidupan badan, sedangkan akal adalah kehidupan ruh.*/Dari buku Tanyalah Aku Sebelum Kau Kehilangan Aku – Kata-kata Mutiara ‘Ali bin Abi Thalib. Dihimpun atas arahan Syaikh Fadhlullah al-Ha’iri. [Tulisan selanjutnya]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Covid-19 dan Perumpamaan dalam Al-Qur’an

Covid-19 dan Perumpamaan dalam Al-Qur’an

Tujuan ‘Hidup’ Sesudah Mati

Tujuan ‘Hidup’ Sesudah Mati

Harga Nyawa

Harga Nyawa

Rasulullah Ceria Selalu Murah Hati, Lembut dan Tak Banyak Bicara

Rasulullah Ceria Selalu Murah Hati, Lembut dan Tak Banyak Bicara

Quranic Quotient; Merefleksi Pembentukan Insan Qur’ani

Quranic Quotient; Merefleksi Pembentukan Insan Qur’ani

Baca Juga

Berita Lainnya