Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Oase Iman

Setiap Manusia Bersama Setan (1)

Ilustrasi.
Bagikan:

DARI Aisyah istri Nabi bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam keluar dari sisinya di malam hari, Aisyah berkata, “Aku cemburu dan beliau mengetahui perbuatanku, maka beliau bersabda, ‘Ada apa denganmu wahai Aisyah? Kamu cemburu?’ Aku menjawab, ‘Apakah orang sepertiku tidak pantas cemburu terhadap orang sepertimu?’

Nabi bertanya, ‘Apakah setanmu telah mendatangimu?’ Aisyah balik bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?’ Nabi menjawab, ‘Ya.’ Aisyah bertanya, ‘Bersama setiap manusia juga?’ Nabi menjawab, `Ya.’ Aisyah bertanya, ‘Termasuk engkau wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab, ‘Ya, akan tetapi Rabbku menolongku atasnya sehingga dia masuk Islam.‘” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Al-Khaththabi berkata, “Kebanyakan rawi berkata, ‘Aslama’ dengan kata kerja bentuk lampau kecuali Sufyan bin Uyainah, dia berkata, `Fa aslamu’, yakni aku selamat dari keburukannya, dan dia (Sufyan) mengatakan bahwa setan tidak masuk Islam.”

Syaikh berkata, ‘Ucapan Ibnu Uyainah bagus, ia memperlihatkan buah mujahadah dalam rangka menyelisihi setan, hanya saja hadits Ibnu Mas’ud menolak ucapan Ibnu Uyainah, yaitu dari Ibnu Mas’ud, dia memarfu’kannya, “Tidak seorang pun dari kalian kecuali telah diserahi satu qarin dari jin dan qarin dari malaikat.” Mereka bertanya, “Termasuk Anda wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Ya, termasuk aku, akan tetapi Allah membantuku atasnya sehingga dia tidak memerintahkanku kecuali dengan kebenaran.”

Dalam sebuah riwayat, “Dia tidak memerintahkanku kecuali dengan kebaikan.”

Syaikh berkata, diriwayatkan oleh Muslim secara tersendiri, zhahirnya menunjukkan bahwa setan masuk Islam, walaupun ia mengandung pendapat lainnya.

Setan mengalir pada diri manusia seperti aliran darah. Dari Shafiyyah binti Huyay, istri Nabi, ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam sedang beri’tikaf, dan aku menjenguknya di malam hari, aku berbincang-bincang dengan beliau, kemudian aku berdiri hendak pulang, maka beliau berdiri hendak mengantarkanku –rumah Shafiyyah di komplek perumahan Usamah bin Zaid– lalu dua laki-laki Anshar lewat, manakala keduanya melihat Rasulullah, keduanya mempercepat langkah mereka, maka Nabi bersabda, ‘Berhentilah kalian berdua, sesungguhnya wanita ini adalah Shafiyyah binti Huyay.’ Keduanya berkata, `Ya Rasulullah, Mahasuci Allah.’ Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya setan mengalir pada diri Bani Adam seperti aliran darah, sesungguhnya aku khawatir setan akan menanamkan keburukan dalam hati kalian berdua. ‘” (al-Bukhari dan Muslim).

Al-Khaththabi berkata, “Hadits ini mengandung informasi dianjurkannya seseorang berhati-hati terhadap sesuatu yang buruk yang mungkin memicu dugaan buruk dan terlintas dalam benak pikiran, hendaknya seseorang berusaha mencari keselamatan dari dugaan manusia dengan memperlihatkan kebersihan dari hal-hal yang meragukan.”

Dalam hal ini diriwayatkan dari asy-Syafi’i r.a, bahwa dia berkata, “Nabi khawatir terjadi sesuatu yang tidak baik dalam hati mereka berdua sehingga mereka berdua bisa menjadi kafir karenanya. Nabi mengucapkan demikian karena beliau mengkhawatirkan keduanya, bukan mengkhawatirkan dirinya sendiri.”* [Tulisan berikutnya]

Dari buku Talbis Iblis karya Ibnu Jauzi.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Shalat Malam dan Wabah Corona

Shalat Malam dan Wabah Corona

Menyesal Menjadi Manusia

Menyesal Menjadi Manusia

Istiqomah Lebih Mulia dari Seribu Karomah

Istiqomah Lebih Mulia dari Seribu Karomah

Asalkan Iman Tidak Hilang

Asalkan Iman Tidak Hilang

Ulama Salaf Bersedih karena Kehilangan Waktu Tahajjud

Ulama Salaf Bersedih karena Kehilangan Waktu Tahajjud

Baca Juga

Berita Lainnya