Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Oase Iman

Munculnya Pengucapan Salam Khusus

Bagikan:

DARI Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda:

“Menjelang terjadinya Kiamat, akan ada pengucapan salam yang eksklusif dan perdagangan berkembang luas, sehingga wanita akan membantu suaminya dalam berdagang.” (HR Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Sungguh, menjelang terjadinya Kiamat, akan ada pengucapan salam secara khusus (hanya diberikan kepada orang yang sudah dikenal, pen), perdagangan berkembang luas sampai-sampai seorang wanita membantu suaminya berdagang, hubungan rahim diputuskan, adanya kesaksian dusta, penyembunyian kesaksian yang benar, dan banyaknya tulis-menulis.” (HR Ahmad)

Apa yang disebutkan oleh baginda Nabi tersebut telah menjadi realita saat ini. Tentang pengucapan salam yang bersifat khusus memiliki dua konotasi yang berbeda; bisa bermakna negatif dan bisa juga bermakna positif.

Konotasi negatifnya adalah seseorang mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenalnya, tidak sebagaimana yang diajarkan oleh sunnah, di mana Nabi menganjurkan penyebarluasan salam, baik kepada orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kena1.

Bisa juga berkonotasi positif, di mana suasana saat itu menggambarkan betapa sedikitnya orang-orang yang jujur dan amanat. Saking banyaknya orang munafik dan sedikitnya orang yang mampu menjaga amanat, maka setiap muslim menjadi sangat berhati-hati. Ia tidak akan mengumbar apa saja yang ia miliki kepada semua yang ia jumpai. Ia hanya berbicara kepada orang-orang yang benar-benar ia kenal dan dijamin sifat amanatnya.

Yang dimaksud dengan menjadi zuhurul-qalam adalah banyak dan tersebarluasnya tulis-menulis. Barangkali abad 21 merupakan realita yang paling mencengangkan. Dunia tulis-menulis seakan-akan berada pada puncaknya. Bahkan saat ini kita juga menyaksikan anak-anak kecil usia kurang dari 10 tahun telah menunjukkan karya yang sedemikian banyak dalam bidang tulis-menulis.

Ada pun pemutusan hubungan rahim dan sikap durhaka kepada kedua orang tua, maka dengan mudah kita dapati kisah-kisah yang demikian dari berbagai media cetak dan eletronik yang memberitakan hal itu.*/Dari buku Fitnah dan Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah Al-Adnani.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Krisis Ulama di Akhir Zaman

Krisis Ulama di Akhir Zaman

Empat Kunci Kebahagiaan

Empat Kunci Kebahagiaan

Hifdzul-Lisan

Hifdzul-Lisan

Begini Cara Mengatasi Ujub

Begini Cara Mengatasi Ujub

Pelajaran dari Wanita Pelit

Pelajaran dari Wanita Pelit

Baca Juga

Berita Lainnya