Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Oase Iman

Pemimpin Penipu, Pemimpin Penganiaya (1)

Ilustrasi
Bagikan:

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Asy-Syura: 42)

Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (Ibrahim: 42-43)

“…Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.” (Asy- Syu’ara’: 227)

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (al-Maidah: 79)

Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa menipu kita, maka ia bukan termasuk golongan kita.” (Diriwayatkan Ahmad, Muslim, Abu Awanah, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah)

Sabdanya:

“Kezaliman itu akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar)

Sabdanya:

“Masing-masing kalian adalah pemimpin. Masing-masing kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Ahmad, dari Ibnu Umar)

Sabdanya:

“Pemimpin mana saja yang menipu rakyatnya, maka tempatnya adalah neraka.” (Diriwayatkan Ahmad dan Muslim dari Ma’qil bin Yasar)

Sabdanya:

“Barangsiapa diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian dia tidak mencurahkan kesetiaannya, niscaya Allah mengharamkan surga baginya.” (Hadits riwayat Bukhari)

Dalam riwayat lain berbunyi: “… lalu ia mati pada hari kematiannya itu ia dalam keadaan menipu rakyatnya, maka Allah mengharamkan surga baginya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, Ath-Thayalisi, Ath-Thabrani, Ibnu Hibban, dan Ahmad, dari Ma’qil bin Yasar)* [Tulisan selanjutnya]

Dipetik dari tulisan Imam Adz-Dzahabi dari buku Dosa-dosa Besar.

Rep: Admin Hidcom
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Saatnya Saling Menguatkan

Saatnya Saling Menguatkan

Mudharat Memilih Pemimpin Kafir [3]

Mudharat Memilih Pemimpin Kafir [3]

Generasi Syahadat, Generasi Tahan Uji (1)

Generasi Syahadat, Generasi Tahan Uji (1)

Inilah Tingkatan-tingkatan Puasa ‘Asyura

Inilah Tingkatan-tingkatan Puasa ‘Asyura

Mengenal Sifat-sifat Asli Kaum Yahudi

Mengenal Sifat-sifat Asli Kaum Yahudi

Baca Juga

Berita Lainnya