Kamis, 8 Juli 2021 / 28 Zulqa'dah 1442 H

Oase Iman

Dipilih.. Dipilih..! Pemimpin yang menjaga Shalat dan mengambil Allah sebagai Sembahan!

Ilustrasi
Bagikan:

SUASANA politik di negeri gemah ripah loh jinawi semakin memanas. Umbul-umbul dan baliho berteriak lantang di seluruh penjuru negeri. Seperti tak ingin menyisakan satu pun ruang publik tempat mata beristirahat. Gerah, pengap.

“Yaaak… Dipilih…, dipilih… Sepuluh ribu tiga… Kualitas nomor satu…. Dijamin tak akan kecewa…”

Seperti itu bunyinya. Namun, ini tak seperti memilih barang di pasar. Kalau tak cocok, hari itu juga bisa kembali dan memilih yang lain.
Ada konsekuensi jangka panjang yang mempertaruhkan hajat hidup orang-orang yang kita kasihi. Ada perubahan yang siap mensejahterakan, ataukah membuat langkah bergerak di tempat, ataukah sebaliknya… menambah kesengsaraan di atas kesengsaraan.

Seperti apa pemimpin yang patut dipilih? Jawabannya bisa menyita waktu jatah siaran televisi seharian hanya diisi debat. Masing-masing punya selera, punya kepentingan, punya skenario sendiri.

Jawaban ringkas ada dalam kitab yang abadi sepanjang zaman. Kitab yang dengannya sejarah mencatat, telah berhasil mewujudkan masyarakat terbaik yang pernah ada di muka bumi. Sebuah masyarakat di mana keadilan dan kesejahteraan itu milik banyak orang.

Kitab itu memuat petunjuk sifat-sifat pemimpin dengan sangat jelas:

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ

“Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami (Allah), dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.” (QS: Al-Anbiyaa [21]: 73)

Ruang-ruang publik telah sesak dengan janji dan rayuan. Semoga pikiran tetap lapang dan sejuk… sehingga jernih melihat, jernih mendengar..

Silahkan dipilih, manakah yang paling dekat dengan kriteria yang ditetapkan Dzat Yang Maha Mengetahui.

Manakah yang sangat dekat pada kebaikan, yang senantiasa menjaga shalatnya, yang menunaikan zakat dengan sebaik-baiknya, dan hanya mengambil Allah تعالى sebagai sembahan mereka?

Dan siapa  yang ketika bersalah -dan setiap manusia pasti melakukan kesalahan- tanpa berpanjang ulur waktu, menerima hukuman dengan tak banyak bertelikung?

Siapa yang paling sedikit –di antara yang banyak–  menzalimi rakyat dengan dusta, mencuri, ataupun menggiring rakyat pada sesuatu yang tak disukai Allah Rabbul ‘Alamin?

Semoga Allah تعالى meridai setiap keputusan yang kita ambil.*/Nesia Andriana, mahasiswi STIU Darul Hikmah, Bekasi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

10 Amalan Menyambut Berkah Hujan [1]

10 Amalan Menyambut Berkah Hujan [1]

Mulia dengan Ilmu dan Iman

Mulia dengan Ilmu dan Iman

Pembalasan Atas Ketidakadilan (2)

Pembalasan Atas Ketidakadilan (2)

Islam Membolehkan Aksi Boikot?

Islam Membolehkan Aksi Boikot?

Keyakinan yang Menepis Segala Keraguan

Keyakinan yang Menepis Segala Keraguan

Baca Juga

Berita Lainnya