Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Oase Iman

Mengenal Sumber Kerusakan Bumi dan Keculasan Yahudi? (2)

Para Rabi Yahudi
Bagikan:

Oleh: Ady C. Effendy

SALAH satu akar utama yang menyebabkan berbagai keculasan dan kebusukan kaum Yahudi ini adalah komplikasi atau penyakit kejiwaan yang sangat parah dan telah berurat akar dalam mentalitas bangsa Yahudi yang merasa bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah, sesuatu yang telah mendorong mereka untuk berbuat berbagai keculasan dan kecurangan di sepanjang pergantian kurun sejarah kemanusiaan. Bangsa Yahudi, dengan dalih sebagai bangsa pilihan, berkhayal bahwa mereka adalah ras manusia tertinggi sementara ras manusia yang lainnya adalah ras rendahan yang bahkan lebih rendah dari binatang peliharaan mereka.

Tidak heran mereka merasa bahwa segala tindakan kejahatan ataupun kebinatangan yang tidak berprikemanusiaan terhadap ras non Yahudi (Goyim) tidaklah dipandang sebagai kejahatan. Maka dari itulah kita dapati berbagai berita yang mengabarkan kecurangan Yahudi ini, mulai dari pemerkosaan, pembunuhan, kebohongan, penipuan, penjualan manusia, perbudakan, penindasan, dan seterusnya. Contoh paling faktual tentang apa yang diungkapkan disini adalah Palestina khususnya, serta keadaan sosial, ekonomi, politik yang ada di dunia pada umumnya yang sangat ternodai oleh maneuver-manuver bangsa Yahudi ini.

Tentu ketika kita menyebutkan kata kaum Yahudi, yang dimaksudkan adalah kondisi umum dari para individu yang ada didalam ras Yahudi ini, namun tentu saja di antara mereka ada pula mereka individu-individu Yahudi yang lurus dan berbuat kebaikan, seperti Sahabat Rasulullah صلى الله عليه و سلم  di atas, walaupun hal ini sangatlah sedikit sekali dibandingkan pelaku kejahatannya.

Namun di zaman sekarang ini, apa yang dijalankan dan dipraktekkan oleh bangsa Yahudi dalam berbagai lini kehidupan tersebut terkadang sadar atau tanpa sadar juga turut pula dijalankan oleh orang-orang non Yahudi bahkan mungkin mereka yang mengaku Muslim sekalipun. Tidak mengherankan bila dapat dijumpai begitu banyak pelaku kejahatan bahkan gembongnya adalah orang-orang yang mengaku sebagai Muslim. Hal ini dikarenakan telah begitu hebatnya materialisme masa kini dan begitu hebatnya Yahudi dalam menyebarkan ajaran-ajarannya serta budaya-budayanya melalui media-media informasi yang ada, sehingga tidak heran bahwa lebih banyak Muslim yang lebih terdidik untuk berpola pikir dan bertingkah polah ala Yahudi ketimbang untuk berpola pikir dan bertingkah polah sesuai dengan jati dirinya yang mengaku Muslim.

Jikalau kita mau melihat orang-orang model Yahudi ini, dapatlah dengan mudah kita melihatnya pada orang-orang dari berbagai latar belakang profesi, pemimpin, ahli ekonomi, politisi, bankir, akuntan, bahkan pengemis dan gelandangan pun tidak lepas lagi dari bersikap dan berpikir ala Yahudi. Lalu di manakah posisi kita didalam arus keyahudian serta budayanya yang begitu hebat melanda umat Islam ini, apakah kita merupakan penentangnya  atau justru kita  mengambil bagian dari watak Yahudi tersebut?

Penulis adalah Sekretaris Umum Indonesian Muslim Society in Qatar (IMSQA)

Rep: -
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ketika Dahi dan Lambung Disetrika (1)

Ketika Dahi dan Lambung Disetrika (1)

Berburu Berkah di Sepuluh Pertama Dzulhijjah

Berburu Berkah di Sepuluh Pertama Dzulhijjah

Keyakinan yang Menepis Keraguan

Keyakinan yang Menepis Keraguan

Istiqomah di Jalan Iman

Istiqomah di Jalan Iman

Keteladanan Muhammad Bin Sirin: Ahli Wara’ yang Menolak Uang dari Gubernur

Keteladanan Muhammad Bin Sirin: Ahli Wara’ yang Menolak Uang dari Gubernur

Baca Juga

Berita Lainnya