Senin, 12 April 2021 / 29 Sya'ban 1442 H

Jendela Keluarga

Istimewanya Guru PAUD

muh. abdus syakur/hidayatullah.com
Seorang guru dan para murid belajar di luar kelas di TK/Paud Baiturrahman, Kebon Duren, Cilodong, Kalimulya, Depok, Jawa Barat, Kamis (07/11/2019).
Bagikan:

Hidayatullah.com — Bagi sebagian masyarakat, menjadi guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) mungkin terbilang bukan profesi yang bergengsi. Tidak pula sebagai pekerjaan yang menarik minat banyak orang.

Sebaliknya, bisa jadi ada yang masih memandang sebelah mata, menganggap guru PAUD hanya butuh modal suka bernyanyi saja. Tak heran, jarang didapati, siswa-siswa lulusan sekolah terkenal dengan peringkat terbaik, lalu memilih untuk menggeluti pendidikan anak usia dini.

Pemahaman ini tentu perlu diluruskan. Sekurangnya agar masyarakat bisa lebih menghargai peran guru-guru PAUD yang telah mendidik anak-anak mereka di usia emas. Paling tidak, para guru PAUD itu sendiri yang lebih mensyukuri profesi dan amanah yang sedang dilakoninya.

Berikut beberapa keistimewaan guru-guru PAUD atau Pejuang Golden Age tersebut:

  1. Pembentuk Pondasi Tauhid dan Akhlak

Usia anak PAUD (0-6 tahun) adalah usia emas (golden age). Periode di mana otak dan fisik anak tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Seluruh informasi yang masuk begitu mudah terserap dalam memori mereka, sehingga guru PAUD memiliki kesempatan yang besar untuk menanamkan pondasi tauhid dan akhlak mereka.

Ada kegiatan-kegiatan pembelajaran yang terlihat sederhana dan terkadang dianggap tidak penting, seperti mengamati bentuk dan warna daun, mengenal perbedaan jenis binatang, merasakan tekstur pasir atau air dan pembelajaran lainnya yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, namun jika kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Integral Berbasis Tauhid (KIBT), maka kegiatan yang terlihat sederhana tersebut mampu menguatkan pondasi tauhid dan akhlak mereka.

Mengapa? Karena dalam kurikulum tersebut anak-anak diajarkan segala hal melalui proses tilawah, tazkiyah, ta’limah, serta hikmah.

Merujuk pada QS. Al-Jumuah : 2

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الأمِّيِّينَ رَسُولا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلالٍ مُبِينٍ}

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan aya-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesalan yang nyata.”

  1. Madrasah kedua setelah ibu

Dalam pepatah arab dikatakan bahwa ‘Al-Ummu madrasatul ula (ibu adalah madrasah pertama) bagi anak. Jika demikian, maka madrasah kedua bagi anak-anak adalah Guru PAUD. Pada kenyataannya kebanyakan anak-anak bisa membaca, menulis dan berhitung, belajar antri, berbagi dengan teman, bersosialisasi, dan sebagainya di tangan mereka.

Tidak sedikit didapati orang tua yang benar-benar masa bodoh terhadap perkembangan anaknya dan menyerahkan sepenuhnya kepada guru PAUD. MasyaAllah ladang pahala semakin terbuka lebar.

  1. Role Model Sejati

Sudah menjadi hal lumrah bahwa guru PAUD biasanya menjadi panutan sejati bagi anak-anak muridnya. Mereka akan meniru ucapan, sikap bahkan gaya berbicara gurunya. Kadang terdengar celetukan seorang wali murid, “Ucapan guru PAUD ini seperti sabda bagi anak-anak, kalau sudah gurunya bilang A maka umminya juga harus bilang A, jika tidak dituruti mereka akan ngambek,”

Sikap lain dari bukti istimewanya guru PAUD, jika pelajar atau siswa lainnya biasanya sungkan bahkan takut jika bertemu gurunya di jalan, sebaliknya dengan murid PAUD. Mereka dengan bangganya akan berteriak menyapa sang guru tanpa peduli situasi dan kondisi.

Disinilah kesempatan emas bagi seorang guru PAUD untuk memberikan teladan yang sebaik-baiknya, tentu saja dengan terlebih dahulu meneladani Nabiullah Muhammad Shallalahu alaihi wasallam. Beliau adalah sebaik-baik contoh, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mentransfer nilai-nilai adab Rasulullah kepada anak didik kita.

  1. Pemilik Seribu Jurus

Menghadapi masalah murid PAUD tidak sama dengan menghadapi masalah murid SD apalagi SMP. Salah satu keistimewaan guru PAUD adalah memiliki kemampuan mengeluarkan seribu jurus. Di antaranya, jurus menghadapi anak yang sedang ngambek, nangis, ngamuk, marah, jatuh, takut, atau sulit fokus belajar. Tentu semua itu membutuhkan kreatifitas, tenaga dan kesabaran full.

Namun yang terpenting dari semua itu, kita harus selalu memanjatkan doa agar kiranya Allah menganugerahkan kepada kita lisan yang dapat melahirkan qaulan layyinah, dan qaulan karima.

  1. Awet muda

Ada yang bilang “Kalau mau awet muda, ngajar PAUD”. MasyaAllah menghadapi anak-anak PAUD memang harus memasang senyum termanis setiap saat, ceria dalam keadaan apapun dan yang pasti membersamai mereka adalah hiburan dan anugerah yang Allah berikan kepada guru PAUD.

Demikian beberapa keistimewaan yang dimiliki seorang guru PAUD, tentu saja masih banyak keistimewaan lainnya. Di balik semua itu, guru PAUD tetaplah manusia biasa bukan peri dalam negeri dongeng apalagi berharap seperti malaikat.

Tetap saja terkadang lelah tak mampu bersembunyi di balik wajah, suara tak mempu bertahan dalam intonasi yang sama. Namun selalu ada cinta yang tulus, siap berlabuh pada mata-mata mungil tanpa dosa. Mereka adalah calon pemimpin masa depan, mereka kelak akan berjuang menghadapi situasi zaman yang rumit di tengah cita-cita membangun peradaban Islam

Siapkan kader terbaik dari usia dini. Semoga selalu istimewa dan diistimewakan oleh Allah. Mari menitip ilmu dalam balutan senyum, berharap kelak menjadi doa-doa terbaik untuk kita yang diijabah oleh Allah.

Ditulis oleh Mujtahidah MS (Guru di Gunung Tembak, Balikpapan)

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Ayah Sutradara Shalat Jamaah untuk Keluarga

Ayah Sutradara Shalat Jamaah untuk Keluarga

Hancurnya Generasi, Bisa karena Orang Tua

Hancurnya Generasi, Bisa karena Orang Tua

Anak Adalah ‘Perawi yang Dhabit’

Anak Adalah ‘Perawi yang Dhabit’

Ayah Romantis Tangkal Virus Valentine’s dan Korea Style

Ayah Romantis Tangkal Virus Valentine’s dan Korea Style

smart muslimah

Smart Phone, Smart Muslimah

Baca Juga

Berita Lainnya