Selasa, 2 Maret 2021 / 18 Rajab 1442 H

Jendela Keluarga

Keteladanan Akhlak Lahirkan Anak Beradab

SKR
Anak-anak shalat berjamaah di rumah di Depok, Jawa Barat (22/05/2020).
Bagikan:

 Hidayatullah.com | Hari ini umat manusia mengalami krisis akhlak. Krisis tindak tanduk antar manusia, sopan santun, adab dan keimanan. Sepertinya manusia abai dengan dirinya apalagi dengan orang lain dan kepada sang Pencipta.

Sikap doso, penipu, dan dusta bahkan saling fitnah seperti melekat dalam kepribadian manusia. Wajah dunia Islam dan umatnya juga seperti mengekor pada budaya dunia pada umumnya. Umbar hawa nafsu, komersialis, kapitalis, tak berbudaya, tak malu mengumbar kemaluannya dan suka mencaci orang lain bahkan bisa jadi mencaci Tuhannya.

Tidak ada penjelasan yang tegas mengapa kehidupan dunia yang gemerlap itu justru semakin menjerumuskan budaya dan perikehidupan.  Kehidupan yang tak bermoral dianggap lebih maju ketimbang yang yang teguh menegakkan syariat agama. Padahal berpegang teguh pada agama dan syariat itu justru menjadi semakin beradab. Bisa dijadikan teladan dan contoh kehidupan yang lebih aman dan tenang serta enak dipandang mata oleh siapa pun.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS: Al Jum’ah 2).

Baca: Keteladanan Abdullah Bin Al-Mubarak

Islam memandang bahwa memperbaiki, menyucikan dan menumbuhkan istiqomah dalam ibadah, adalah salah satu bentuk perbaiki diri yang harus ditanamkan agar iman bisa menyertai akhlak kehidupan sehari-hari. Apabla kemampun untuk bisa menegakkan hal tersebut, maka sewajarnya adab pun terbangun dengan baik karena dikuati dengan iman.

Disebutkan dalam buku Rumahku Sekolahku, karya Dr. Khalid Ahmad Asy-Syantut bahwa siikap berakhlak merupakan hasil pertumbuhan ruh, jiwa, dan akal dengan pertumbuhan yang sehat.

Lantas apa saja sarana mendidik akhlak pada manusia?

Pertama, menumbuhkan kasih sayang

Kasih sayang tumbuh akibat dari kebutuhan dasar cinta (mahabbah) berupa kelembutan, dekapan orangtua pada anaknya, memberikan senyuman dan kebahagiaan pada sesame. Dan berusaha untuk menutupi kegelisahan. Sudah barang tentu kasih sayang ini diajarkan sekaligus untuk mencintai kehidupan itu karena kerelaan hanya kepada Allah semata.

Kedua, memberikan teladan yang baik

Bagi anak soal pendidikan teladan bukan serta merta mendapatkan kebaikan saja. Bagi anak, perilaku dan kebiasaan kedua orangtua akan menjadikan  teladan pada dirinya.

Anak akan milihat pola interaksi lingkungan sekitar dan akhirnya menjadikanya melakukan imitasi sekaligus meneladani apa yang didapat.  Ujungnya perilaku I akan menjadi kebaikan melekat pada drinya.

Sikap dermawan, lemah lembut kepada yang lebih muda dan hormat kepada yang tua, atau perilaku dan akhlak mulia lainnya, seperti amanah dll.

Baca: Pemerhati: Anak Lebih Mudah Mengikuti Teladan daripada Perkataan Berulang-ulang

Ketiga mengajarkan baik buruk

Memberikan ketegasan baik dan buruk, haq dan batil harus tegas dijalankan dalam proses kehidupan. Tak lupa harus mengajarkan ketegasan sikap untuk memilih dan memilah mana halal dan haram dalam pilihan kehidupan.

Keempat, tanamkan sikap keteguhan

Kisah manisnya dakwah para nabi dan rasul banyak dilalui dengan suasana berliku, bahkan ancaman dan pengusisan. Tapi kisah nabi dan para rasul sangat menjadi idaman umat manusia karena keteguhan iman, kesabaran,  dan teladan buat umat manusia.

Nah, apa yang bisa dijalani di atas merupakan proses pendidikan dan upaya mendidik anak keturunan dan umat manusia ini agar akhlak dan adabnya tertata dengan kebaikan.*/Akbar Muzakki

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Kisah Cinta Para Ulama (2)

Kisah Cinta Para Ulama (2)

Wanted: A Psychology of the Powerless in Tarbiyyatul ‘Awlad (2)

Wanted: A Psychology of the Powerless in Tarbiyyatul ‘Awlad (2)

Mendulang Pahala di Dalam Rumah

Mendulang Pahala di Dalam Rumah

Kunci Keharmonisan  Keluarga dan Rumah Tangga

Kunci Keharmonisan Keluarga dan Rumah Tangga

Didik Mereka Jadi Pemberani!

Didik Mereka Jadi Pemberani!

Baca Juga

Berita Lainnya