Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Jendela Keluarga

Gadget dan Menyusui

ilustrasi
Penduduk Jakarta dengan rata-rata pendapatan per-kapita 4.500 Dollar AS, besaran biaya susu formula akan memangkas hampir setengah pendapatan mereka
Bagikan:

Hidayatullah.com |Wanita yang sedang hamil dan menyusui sampai habis masa menyusuinya seperti pejuang di garis depan fi sabilillah. Dan jika ia meninggal di antara waktu tersebut maka sesungguhnya baginya adalah pahala mati syahid.” (Riwayat Tabrani)

i era digital ini, bukan hal yang aneh jika banyak ibu menyusui anaknya sambil memainkan ponselnya. Alasannya karena waktu. Para ibu ingin memanfaatkan waktu tersebut untuk berbagai keperluan seperti jualan via online, bermedia sosial, dan mengontak teman atau saudaranya.

Sekilas hal itu tampak wajar.

Namun, ternyata banyak riset  membuktikan bahwa hal itu bisa mendatangkan bahaya dan masalah bagi si bayi. Selain masalah radiasi, psikolog Kateyune Kaeni, dalam wawancara yang dilansir dari laman livescience mengatakan, jika ibu menyusui dengan memainkan gadgetnya maka, “Ibu dapat kehilangan petunjuk bahwa bayi sudah merasa kenyang, masih lapar, tidak nyaman, atau kesulitan mencerna,” ucapnya.

Kaeni menambahkan, keterikatan ibu dengan anak selama masa awal kehidupannya sangatlah penting. Apabila hubungan keterikatan tersebut terganggu, maka anak bisa mengalami berbagai masalah psikologis di usia berikutnya seperti kecemasan. Juga masalah perilaku lainnya seperti sulit fokus dan kontrol diri.

Jika diperhatikan, ternyata hisapan bayi saat menyusui berbeda saat ada kontak mata dan tidak. Bayi lebih bersemangat menghisap saat matanya dipandang oleh ibunya.

Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) mengungkapkan hasil penelitiannya, kontak mata dapat merangsang sinkronisasi otak bayi dengan orang dewasa. Selama fase kontak mata, ditemukan jika gelombang otak bayi dan orang dewasa terhubung maka saling terhubung pula dan bisa berkomunikasi.

Seorang ibu bernama Kate Russell, mengaku sebelumnya sering main HP saat menyusui bayi perempuannya. Ia lalu menyadarinya bahwa hal itu salah. Ia menulis surat terbuka di Peaceful Parent Confident Kids.

“Seringkali, saat aku membaca sebuah artikel di ponsel sambil menyusuinya, bayiku akan tertidur sebelum aku menyadarinya. Tidak ada apresiasi, tidak ada koneksi dalam fase ini….Menyusui adalah pekerjaan yang dia selesaikan secara fisik terhadapku. Tapi secara emosional, dia sendirian. Pikiran kita untuk saling terhubung sangat kurang; Pikiranku ada pada sesuatu yang lain.”

Di dalam Islam betapa luar biasanya ganjaran bagi ibu yang menyusui anaknya. Sebagaimana dikatakan hadits pada awal tulisan ini,   setiap isapan susu yang diberikan pada anaknya, ia akan memperoleh pahala seperti pejuang di garis depan fi sabilillah. Jika meninggal saat menyusui maka mendapat pahala mati syahid.

Ada tuntunan untuk para ibu saat menyusui bayinya. Ibu dianjurkan membaca basmallah. Selama masa menyusui hendaknya ibu menjaga pikiran, perasaan, tindakan, dan kata-katanya. Semua itu  akan terekam dan kelak dapat muncul kembali.

Ketika akan menyusui, dianjurkan sang ibu berwudhu terlebih dahulu. Suatu kali seseorang bertanya pada Imam Syafi’i, apa yang membuatnya sangat cerdas.  Inilah jawaban dari sang imam, “Ibuku tidak pernah menyusui aku tanpa berwudhu.” */ Ida S Widayanti, Penulis buku Bahagia Mendidik, Mendidik Bahagia (Suara Hidayatullah)

 

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Wanita-Wanita Terhormat Pilihan Islam [1]

Wanita-Wanita Terhormat Pilihan Islam [1]

Ajari Mereka Belanjakan Harta

Ajari Mereka Belanjakan Harta

Membangunan Keluarga dan Masyarakat Islami [2]

Membangunan Keluarga dan Masyarakat Islami [2]

Ayah, Perancang Waktu Pagi Hari

Ayah, Perancang Waktu Pagi Hari

Belajar Menakar Tindakan

Belajar Menakar Tindakan

Baca Juga

Berita Lainnya