Dompet Dakwah Media

Membangun Generasi Literasi di dalam Keluarga

Keluarga seharusnya menumbuhkan rasa cinta dan pengetahuan tentang pentingnya ilmu kepada seorang anak. Hal ini dapat melalui menceritakan kepada anak kisah para pejuang dan ulama dalam menuntut ilmu

Membangun Generasi Literasi di dalam Keluarga

Terkait

Hidayatullah.com | LITERASI adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Dalam Kamus Ilmiah Populer (Fatihahtu, t.th:334), dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi adalah kesanggupan membaca dan menulis. Selain itu, Education Development Center (EDC) juga menyatakan, literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis.

Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan keterampilan yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan baca kata dan membaca dunia. Dari sini, dapat dipahami secara umum yang dimaksud dengan literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Jika dikaitkan dengan generasi, generasi gemar berliterasi adalah generasi yang gemar membaca dan menulis.

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan literasi (membaca dan menulis) masyarakatnya. Dalam Al-Quran, ayat pertama yang diturunkan Allah juga memerintahkan kita untuk membaca (Iqra’), baik membaca ayat-ayat yang tersurat dalam Al-Quran dan hadits Nabi maupun ayat-ayat yang tersirat di alam semesta.

Literasi merupakan sarana untuk mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapat, baik di bangku sekolah, rumah maupun lingkungan sekitar (Nurchaili, 2016:198). Manusia dapat berkomunikasi dengan baik melalui penguasaan literasi yang baik pula (Gustini, 2016:334).

Namun, pada kenyataannya di negara kita tercinta Indonesia ini budaya literasi sangat memprihatinkan. Penelitian The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2017 bahwa dari total 61 negara, Indonesia berada di peringkat 60 dengan tingkat literasi rendah (Cnnindonesia, 20/4/2018). Ini merupakan permasalahan literasi yang memprihatinkan di Indonesia.

Melihat kenyataan tersebut, menurut penulis ada dua faktor mendasar yang menyebabkan minat baca di Indonesia berada pada tingkat rendah. Pertama, kurangnya kecintaan dan pengetahuan tentang pentingnya sebuah ilmu. Kedua, kurangnya penanaman budaya membaca.

Dari sini sama-sama dapat kita lihat bahwa keluarga mempunyai peran penting dalam menyelesaikan persoalan di atas. Karena pada dasarnya keluarga merupakan tempat seorang anak mendapatkan pendidikan pertamanya. Segala sesuatu yang dicontohkan oleh orang tua kepada anak akan ditiru oleh sang anak. Oleh karenanya Mujiburrahman (2017:102-103), dalam bukunya Agama Generasi Elektronik mengatakan bahwa perangai anak dipengaruhi oleh perilaku yang dilakukan orang tuanya.

Oleh karena itu, setidaknya ada dua hal yang perlu dilakukan oleh keluarga.

Pertama, keluarga seharusnya menumbuhkan rasa cinta dan pengetahuan tentang pentingnya ilmu kepada seorang anak. Hal ini dapat melalui menceritakan kepada anak kisah para pejuang dan ulama dalam menuntut ilmu.

Bahwa mereka rela meninggalkan kampung halaman, dan keluarga mereka hanya untuk menuntut ilmu. Selain itu perlu juga memberitahukan kepada anak tentang mahfudzat yang berbunyi, “tuntulah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”, menjelaskan kepada mereka bahwa mahfudzat ini mengajarkan betapa pentingnya ilmu tersebut hingga kita disuruh untuk menuntut ilmu terus dan terus dari buaian hingga ke liang lahat. Selain itu juga ajarkan kepada anak bahwa seorang yang menuntut ilmu itu akan Allah angkat derajatnya, sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran surah Al-Muzadalah ayat 11.

Kedua, menanamkan sejak dini kepada anak budaya membaca. Hal ini dapat melalui penyedian sebuah perpustakaan pribadi di dalam keluarga.

Karena pada dasarnya dengan menyediakan perpustakaan pribadi tersebut akan mengarahkan aktivitas seorang anak untuk selalu membaca. Selain itu sebagai orang tua harus mencerminkan terlebuh dahulu budaya membaca tersebut, seperti menjadwalkan jam-jam untuk membaca, sehingga anak akan mengikuti perangai orang tuanya yang suka membaca.

Pada akhirnya, anak akan gemar berliterasi. Hal ini disebabkan sang anak hidup dalam lingkungan keluarga yang mempunyai kebiasaan berliterasi khususnya dalam hal membaca.*/ Rikho Afriyandi

Rep: Insan Kamil

Editor: Insan Kamil

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !