Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Jendela Keluarga

Akar Pernikahan yang Baik, Melahirkan ‘Surga’ di Rumah

ilustrasi
Bagikan:

Hidayatullah.com | SEMUA  orang yang mau menikah menginginkan kehidupan rumah tangganya menghasilkan rumah tangga sakinah mawaddah dan rahmah.  Namun dia pada saat mengarungi bahtera rumah tangga kandas dan tenggelam dalam lautan badai rumah tangga.

Belum lama ini warganet dikejutkan sebuah video viral yang menunjukan puluhan pasangan suami-istri sedang mengantri di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Video yang diunggah akun Instagram @bandung.update video tersebut menunjukkan sejumlah pasutri mengikuti antrian persidangan perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Bandung.

Mengapa terjadi perceraian?

Menikah adalah sunnah Islam. Dengan menikah seseorang diharapkan bisa mencapai ketenangan, kebahagian dan keberkahan. Semua orang bahkan berharap agar bisa mendapat ridho Allah hingga sampai ke Surga dengan pernikahan. Masalahnya, tidak semua orang bisa mempertahankan bahtera rumah tangga.

Di bawah ini beberapa prinsip agar tidak terjadi perceraian.

Sebelum Menikah Perkokoh Dulu Apa Tujuan Menikah

Tujuan menikah adalah ibadah. Sebagaimana tujuan hidup manusia yaitu menghambakan diri dari yang namanya makhluk yakni manusia kepada Al khalik Allah Swt.

Sesuai kemaunNya dalam QS: 51/56. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

wa maa kholaqtul-jinna wal-ingsa illaa liya’buduun

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS: Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Nah dari ayat jelas bahwa Allah tidak begitu saja menciptakan manusia kedunia ini tiada lain kecuali hanya beribadah.

Apa tujuan yang spesifik dari nikah ini?

Mendapat kan keluarga Asmara sakinah mawaddah dan rahmah. Sesuai dengan kemauan Allah swt. QS: Ar Ruum (30) :21

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

wa min aayaatihiii an kholaqo lakum min angfusikum azwaajal litaskunuuu ilaihaa wa ja’ala bainakum mawaddataw wa rohmah, inna fii zaalika la`aayaatil liqoumiy yatafakkaruun

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS: Ar-Rum 30: Ayat 21)

Ayat ini ditujukan bagi orang-orang yang berfikir.

Apa itu sakinah? Kehidupan yang tenang, tentram, jiwanya tidak gundah gulana, tidak galau. Biasanya manusia yang tidak tenang itu banyak berbuat dosa. Berbuat kesalahan, sehingga dirinya ketakutan.

Untuk bisa sakinah ini manusia harus taubat (kembali kepada ajaran Allah atau baro’ah (memisahkan diri). Adanya perceraian berarti landasan nikahnya yang tidak kokoh.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَا بِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَآءِ ۙ

a lam taro kaifa dhoroballohu masalang kalimatang thoyyibatang kasyajaroting thoyyibatin ashluhaa saabituw wa far’uhaa fis-samaaa`

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,”  (QS: Ibrahim 14: Ayat 24)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

تُؤْتِيْۤ اُكُلَهَا كُلَّ حِيْنٍ بِۢاِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَ مْثَا لَ لِلنَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ

tu`tiii ukulahaa kulla hiinim bi`izni robbihaa, wa yadhribullohul-amsaala lin-naasi la’allahum yatazakkaruun

“(pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 25)

Akar pernikahan yang baik maka akan menghasilkan sakinah mawaddah dan rahmah dalam rumah tangganya. Rumah tangga Surga.

Akar pernikahan yang jelek akan menghasilkan rumah tangga Neraka. Ini bisa dikaji QS: 14/26

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيْثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيْثَةِ ٭ِجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْاَ رْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَا رٍ

wa masalu kalimatin khobiisating kasyajarotin khobiisatinijtussat ming fauqil-ardhi maa lahaa ming qoroor

“Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.” (QS: Ibrahim 14: Ayat 26)

Maka akan terjadi KDRT, percekcokan, dan akhirnya perceraian. Itu karena akar pernikahannya yang jelek.*/Annisa Pratiwi

Rep: Admin Hidcom
Editor: Rofi' Munawwar

Bagikan:

Berita Terkait

Bagaimana Muslimah Berolah Raga?

Bagaimana Muslimah Berolah Raga?

Jadilah Orang Tua Sayang Anak, Bukan Sayang HP

Jadilah Orang Tua Sayang Anak, Bukan Sayang HP

Waspadai Tayangan Tak Beradab di Layar Kaca Kita!

Waspadai Tayangan Tak Beradab di Layar Kaca Kita!

Biarkan Anak Kita Tumbuh dan Berkembang!

Biarkan Anak Kita Tumbuh dan Berkembang!

Mendongeng Eratkan Emosional Ibu dan Anak

Mendongeng Eratkan Emosional Ibu dan Anak

Baca Juga

Berita Lainnya